Loading...

Kelompok Tani Kabupaten Luwu Tertarik Belajar ke Kabupaten Bantul

Kelompok Tani Kabupaten Luwu Tertarik Belajar ke Kabupaten Bantul
Jumat (12/06) ini, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul mendapat kunjungan dari sejumlah tamu dari Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan tamu disambut Kepala Badan BKP3, Ir. Pulung Haryadi, MSc. dengan didampingi Sekretaris BKP3, Ir. R. Bambang Pin E., MM serta Kabid Penyuluhan, Ir. D. Haris Riyanto, MMA. Kepala BKP3, dalam sambutannya, selain menerangkan tentang kondisi geografis Kabupaten Bantul, beliau juga menceritakan karakteristik dan keunggulan beberapa kawasan di Kabupaten Bantul terkait pariwisata dan pertaniannya. Disampaikannya bahwa Bantul merupakan salah satu pusat produksi beras untuk DIY. Di Bantul sendiri konsumsi beras cukup rendah sehingga mendukung diversifikasi pangan pokok. Adapun Sekretaris BKP3 menyinggung adanya Instruksi Bupati tentang penggunaan bahan pangan lokal dalam hidangan rapat maupun pertemuan lainnya, sehingga mendorong pemanfaatan bahan lokal dalam konsumsi pangan di wilayah Kabupaten Bantul. Sementara itu Ketua rombongan tamu, Sekretaris BP2KP Kab. Luwu, Ir. Baharuddin, mengutarakan maksud kunjungan adalah dalam rangka Kegiatan Orientasi Kerja Kelompok Tani. Rombongan terdiri dari sejumlah pengurus Kelompok Tani dan Wanita Tani, Gapoktan dan Ketua IP3A dengan didampingi Koordinator Penyuluh, Kasubid serta staf dari BP2KP. Selain menjalin silaturahim juga untuk ajang komunikasi antara Kelompok Tani dalam menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan petani. Beliau terkesan dengan kemajuan kelembagaan petani di Kab. Bantul karena dengan 75 desa telah mampu mengembangkan dan memberdayakan hingga 200an KWT, sementara di Kab. Luwu dengan 220 desa baru ada 197 KWT namun belum semuanya aktif dan berkembang. Para tamu dari Luwu ini juga cukup tertarik pada hidangan pangan lokal yang disajikan terutama dengan minuman wedang uwuh. Setelah menikmati dan merasakan aroma serta melihat warnanya, banyak yang bertanya tentang bahan yang digunakan karena berasal dari bahan-bahan alami bukannya buatan. Setelah diskusi kecil dan pemberian cindera mata, rombongan kemudian diantarkan berkunjung ke Kecamatan Pandak melihat pusat produksi beras sehat dan juga ke Imogiri. (Primasari M., SP - admin Kab. Bantul)