Loading...

KELOMPOK WANITA TANI BINAAN PENYULUH MENGIKUTI LOMBA CIPTA MENU TAHUN 2016 KABUPATEN REMBANG

KELOMPOK WANITA TANI BINAAN PENYULUH MENGIKUTI LOMBA CIPTA MENU TAHUN 2016 KABUPATEN REMBANG
Pola konsumsi masyarakat Indonesia Th 2009 masih didominasi konsumsi energi dari kelompok padi-padian (beras dan terigu).Hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman dan diikuti juga dengan meningkatnya tingkat konsumsi terigu yang merupakan bahan pangan impor. Seperti diketahui tingkat konsumsi beras Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia yaitu mencapai 139 kg/kap/th, disusul thailand 90 kg/kap/th, malaysia 80 kg/kap/th da Jepang 60 kg/kap/th. Sedangkan rata-rata konsumsi beras dunia mencapai 60 kg/kap/th. Demikian juga angka penggunaan terigu terus meningkat mencapai jutaan ton per tahun, yang sebagian besar digunakan untuk pembuatan roti, kue, mie dan lain-lain. Padahal kita tahu bahwa negeri kita kaya akan umbi-umbian yang bisa menggantikan fungsi terigu sebagai bahan utama pembuatan aneka kue dan mie. Fenomena ini bisa kita lihat saat musim pernikahan tiba, yang biasanya kita akan diberi undangan dengan bingkisan roti yang notabene berbahan utama terigu. Bertolak dari kondisi di atas Badan Ketahanan Pangan dan P4K melaksanakan Lomba Cipta Menu Berbahan Non Beras dan Non Terigu yang di adakan di aula Badan Ketahanan Pangan & P4K pada hari Kamis, tanggal 19 Mei 2016. Peserta lomba cipta menu ini adalah 14 dari KWT (kelompok wanita tani) dan 14 dari Tim Pengerak Masing-masing Kecamatan. Diharapkan Lomba Cipta Menu dapat mendorong percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal dan akan muncul satu atau beberapa ICON Kue Khas Rembang yang bisa dijadikan sebagai produk oleh-oleh khas Rembang.