Loading...

KELOMPOK WANITA TANI HARAPAN BARU BENGKIRAI,     MENDAPAT PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL NANAS .

KELOMPOK WANITA TANI HARAPAN BARU BENGKIRAI,     MENDAPAT PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL NANAS .
Pelatihan pengolahan hasil nanas di kelompok Harapan Baru Bengkirai Baamang Hulu Sampit. Potensi nanas sangat mendukung untuk dibuat sebagai makanan khas Kotim yang mana nanas juga sudah di angkat sebagai ikon kota Sampit dengan membuat tugu yang berbentuk nanas di persimpangan jalan arah luar kota Sampit.. Dan itu tidak menutup kemungkinan akan terwujud mengingat potensi nenas di Kelurahan Baamang Hulu sangat menunjang sekali dimana lahan nanas terdapat puluhan ha milikk masyarakat. Dan itu peluang bagi kelompok untuk memunculkan produk ciri khas Kotim, Pelatihan pengolahan hasil ini dengan mengundang narasumber dari pulai jawa tepatnya Bandung,dimana mereka adalah para Profesional yang menguasai alat dan pengolahan hasil nanas tersebut. Adapun narasumbernya Bpk Dr Ir Yusep Ikrawan , MSc., Bpk Dedy Dimyati,S.Sos dan Ibu Darningsih dari rumah kemasan di Bandung. Pelatihan Pengolahan hasil memakan wakt 3 hari tepatnya tanggal 28 s/d 30 Agustus 2014 kemarin,dimana peserta yang ikut berjumlah 32 orang yang terdiri dari ibu-ibu anggota kelompok wanita tani Harapan Baru Bengkirai . Adapun olahan nanas yang diolah adalah menyesuaikan dengan alat yang dimilki kelompok yaitu selai nanas,permen nanas,dan sari nanas, Dimana alat yang digunakan adalah alat hasil bantuan dari Dinas Prtanian propinsi yang di fasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten .Dan pelatihan ini pun hasil kerja sama kelompok dengan PNPM Mandiri yang mana dana yang dikucurkan untuk kegiatan termasuk juga dibangunnya rumah produksi untuk tempat alat tersebut nantinya. Para ibu-ibu dengan semangat mengikuti pelatihan ,meski pelatihan ini memakan waktu yang tidak sebentar. Hari pertama pembuatan selai nenas memakan waktu 8 jam sampai siap dikemas.sehingga pelatihan ini sampai jam 8 malam.Untuk pembuatan sirup nanas , dperlukan waktu selama 1 jam lebih ( hari pertama juga ) . Sedang hari kedua pembuatan permen nenas dan gulali ,untuk hari ke-3 ditutup dengan materi administrasi kelompok dengan narasumber Bpk Intiu Gampa dari Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kotim. Dimana materi ini sangat penting,karena mereka kedepanya secara bersama-sama membuat olahan nenas tersebut. Harapan semua peserta semoga pemerintah daerah bisa memfasilitasi dalam hal pemasarannya kelak .karena tampa dukungan pihak terkait , maka usaha kelompok ini tidak akan berkembang . Dan kesejahteraan masyarakat akan semakin tinggi ,juga mengurangi pengangguran .Dan nanas akan muncul tidak hanya dalam bentuk segar tapi juga dalam bentuk olahan . Sehingga nenas yang biasa akan menjadi istimewa ,seperti yang kita tahu nanas termasuk salah satu ikon Kotim .Salam Pertanian . Orisa,SP Penulis adalah Penyuluh Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang , Sampit ( Kalteng ).