Kelompoktani ternak adalah lembaga milik petani ternak merupakan kumpulan dari petani ternak yang bertumbuh kembang dari, oleh, dan untuk petani. Dengan kata lain kelompoktani ternak terbentuk atas dasar kesamaan kepentingan; kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, sumberdaya dan kesamaan komoditas ternak yang dikelolanya. Sebagai kelompoktani ternak sudah seharusnya terjalin keakraban diantara anggotanya guna meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota dalam mengelola usahatani ternak.Sebagai lembaga milik petani ternak idealnya memiliki identitas lembaga dengan identitas khusus sebagai wadah bergabungnya petani ternak pengelola usahatani ternak. Sebagai lembaga yang bertumbuh kembang di perdesaan tentunya kelompoktani ternak tidak bisa terlepas dari kultural pola hidup dan kehidupan masyarakat di perdesaan dengan ciri khasnya saling kenal, saling membantu dan tolong menolong dan memiliki rasa percaya yang kuat. Identitas kelompoktani ternakKelompoktani ternak merupakan lembaga milik petani ternak pengelola usahatani ternak. Sebagai lembaga pengelola usaha tani ternak sudah seharus mampu memberikan gambaran tentang identitas kelompoktani pengelola kegiatan usahatani ternak. Identitas kelompoktani ternak harus mampu memberikan ciri cirri khas karakteristik dari kelompoktani ternak sebagai berikut 1) Saling mengenal, akrab dan saling percaya di antara sesama petani ternak sebagai anggota kelompoktani ternak, 2) Petani ternak anggota kelompoktani ternak mempunyai pandangan dan kepentingan serta tujuan yang sama dalam mengelola usaha tani ternak, 3) Petani ternak anggota kelompoktani ternak memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, jenis usaha tani ternak, status ekonomi dan sosial, budaya/kultur, adat istiadat, bahasa serta ekologi.Karakteristik lain yang juga harus mampu diwujudkan oleh kelompoktani ternak adalah adanya unsur pengikat bagi anggota kelompoktani ternak terdiri dari 1) Adanya dukungan kawasan pengelolaan usahatani ternak yang menjadi tanggungjawab bersama pengurus dan para anggota kelompoktani ternak, 2) Adanya kader tani yang berdedikasi tinggi untuk menggerakkan petani ternak dengan kepemimpinannya yang dapat diterima oleh sesama petani ternak lainnya, 3) Adanya kegiatan usahatani ternak yang dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota kelompoktani ternak, 4) Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program pengelolaan usahatani ternak, 5). Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab masing masing pengurus dan sesama anggota berdasarkan hasil kesepakatan bersama.Identitas lain yang juga harus mampu dibuktikan dalam kelompok tani ternak adalah menerapkan peran fungsi kelompoktani yang terdiri 1) Sebagai kelas belajar, 2 ) Sebagai Wahana Kerja Sama, 3) Sebagai Unit Produksi Peran Fungsi Kelompoktani ternak Pengelolaan usahatani ternak yang dikelola oleh masing masing anggota kelompoktani ternak harus mengacu pada hasil kesepakatan bersama. Pengelolaan usahatani ternak dalam satu manajemen kelompoktani ternak merupakan identitas utama yang harus mampu diwujudkan kelompoktani ternak. Tumbuh kembangnya kelompoktani ternak sebagai lembaga usahatani ternak sangat tergantung pada penerapan ketiga peran fungsi kelompok yang harus mampu dilakukan oleh kelompoktani ternak. 1. Kelompoktani ternak sebagai kelas belajarKelompoktani ternak merupakan kumpulan petani ternak pengelola usahatani ternak merupakan wadah yang ideal untuk meningkatkan kwalitas pengelolaan budidaya ternak. Artinya kelompoktani ternak harus mampu melakukan peningkatan kualitas SDM petani ternak berbudidaya ternak yang dikemas dalam kelas belajar. Kemasan kelas belajar guna peningkatan kualitas SDM petani ternak dapat dilakukan melalui budaya pertemuan kelompoktani ternak secara reguler berkesinambungan, magang pada anggota kelompoktani ternak atau petani ternak lain yang dipandang ahli dibidangnya, karya wisata melalui kunjungan pada petani ternak yang berhasil dalam mengelola usahatani ternak. Dengan dibudayakan kelas belajar pada semua anggota kelompoktani ternak diharapkan mampu meningkatkan kualitas cara pengelolaan usahatani ternak 2. Kelompoktani ternak sebagai Wahana Kerja samaDalam mengelola usahatani kerja sama merupakan tuntutan yang harus mampu dilakukan oleh kelompoktani pengelola usahatani. Begitu pula kelompoktani ternak pengelola usahatani ternak. Kegiatan kerjasama dapat dilakukan mulai dari kepentingan peningkatan materi pembelajaran, proses pembelajaran, kebutuhan sapronak dan pemasaran hasil produksi ternak. Dengan kemampuan kelompoktani ternak melakukan penerapan kerjasama diharapkan anggota kelompoktani ternak pengelola usahatani ternak lebih efisien dan lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan dan hambatan, 3. Kelompoktani ternak sebagai Unit produksiKegiatan pengelolaan usahatani yang dilakukan oleh anggota kelompoktani ternak harus dipandang sebagai unit produksi. Artinya pengelolaan usahatani ternak yang dikelola anggota kelompoktani ternak harus dapat dikembangkan sebagai satu kesatuan usaha untuk mencapai skala ekonomis usaha. Karena itu pengelolaan usahatani harus dijaga benar kuantitas, kualitas maupun kontinuitas dari produksi ternak dan hasil produksi ternak Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP CiawiSumber : Lampiran 1 Peraturan Menteri Pertanian No 8282/Permentan/ OT. 140/8/ 2013 Tanggal 19 Agustus 2013. Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Kelompoktani dan Gabungan Kelompoktani