Loading...

KEMARAU PANJANG SERTA CURAH HUJAN YANG TIDAK MERATA MERESAHKAN PETANI DI KABUPATEN LEMBATA

KEMARAU PANJANG SERTA CURAH HUJAN YANG TIDAK MERATA MERESAHKAN PETANI  DI KABUPATEN LEMBATA
Penduduk yang berprofesi sebagai petani resah terhadap kemarau panjang dan curah hujan yang tidak merata melanda sebagian wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Lembata. Seperti lajimnya musim tanam lalu, biasanya petani mulai menanam jagung, padi gogo dan palawija lainnya pada awal sampai dengan pertengahan bulan November. Namun pada musim tanam 2019/2020 ini curah hujan belum cukup untuk melakukan aktivitas tanam menanam. Seperti diketahui bahwa lahan pertanian di kabupaten Lembata sebagian besar merupakan lahan kering sehingga sangat dibutuhkan curah hujan yang cukup untuk melakukan aktivitas tanam menanam. Suhu udara masih cukup tinggi rata-rata 32-34 derajad celsius, kondisi pada umumnya curah hujan tidak merata dengan intensitas yang sangat rendah dan lokalan. Pankrasius Mako adalah salah seorang petani yang juga ketua Gabungan kelompoktani (GAPOKTAN) di desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata yang diwawancarai menuturkan bahwa pada musim lalu sebelum hari raya Natal para petani yang tergabung dalam kelompoktani telah selesai melakukan penanaman di lahannya masing-masing, namun di musim tanam kali ini sampai dengan H-2 menjelang hari Raya Natal 2019 belum ada tanda-tanda curah hujan yang cukup untuk dilakukan tanam menanam, seperti di ketahui di Kabupaten Lembata hujan baru pertama kali turun di awal minggu ke tiga bulan Desember. Pankrasius Mako mengatakan bahwa persiapan lahan mulai dilakukan tiap-tiap petani/kelompoktani pada bulan sepetember hingga oktober dengan perkiraan hujan terjadi awal Nopember sehingga akan dilakukan penanaman di bulan november, namun sampai saat ini curah hujan belum normal. Para petani di Kabupaten Lembata sangat kwatir dengan keadaan hujan seperti ini, sebab musim hujan pada musim tanam kali ini sangat terlambat dan dikuatirkan musim kemarau akan terjadi lebih awal di bulan Februari 2020, maka harapan petani akan panen yang cukup tidak mungkin tercapai mengingat sampai dengan akhir desember 2019 belum juga dilakukan penanaman. Penulis : Lino Marques Cabral, SST/Admin SMIPP Kabupaten Lembata NIP. 19720115 199510 1 001/ PP Madya