Loading...

KEMENTAN DORONG PETANI DAN PENYULUH PERTANIAN TINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN PADA MUSIM RENDENG 2024

KEMENTAN DORONG PETANI DAN PENYULUH PERTANIAN TINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN PADA MUSIM RENDENG 2024
[Jakarta] Program pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah. Menyikapi hal tersebut, pada musim tanam pertama ini harus sukses meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Diharapkan adanya partisipasi aktif petani dan penyuluh dalam menggenjot produksi pangan nasional. Oleh karena itu, persiapan musim tanam yang akan datang pada bulan November dan Desember harus segera disiapkan dengan baik, dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait merupakan kunci dalam persiapan tersebut. Sementara itu pada agenda Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 40, yang bertemakan Genjot Produksi Padi Dalam Musim Rendeng 2024, Jumat (03/11/2023) di AOR BPPSDMP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada arahannya mengatakan bahwa menurut BMKG untuk musim tanam akan mundur antara 10 samapi dengan 30 hari yang berarti jadwal tanam mundur satu bulan dan berarti panen juga mundur. Pada musim Rendeng ini produktivitas tidak boleh berkurang, kita semua harus kerja keras dan genjot produktivitas terutama padi dan jagung, dengan cara pastikan sarana prasarana di lapangan, pastikan inovasi teknologi di implementasikan oleh petani dan pastikan para penyuluh pertanian dampingin petani dan memberikan solusi dari permasalahan yang ada”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber MSPP, Entang Saastraatmadja yang merupakan Ketua harian HKTI Jawa Barat mengatakan kehadiran penyuluh pertanian sangat strategis, karena penyuluh selain tingkatkan produktivitas pertanian, ada tanggung jawab moral yaitu tingkatkan kesejahteraan petani. Beberapa masalah utama yang dihadapi diantaranya yaitu alih fungsi lahan, alih kepemilikan, regenerasi petani padi, dukungan politik anggaran, surplus yang menyusut jumlahnya”. ujar Entang Saastraatmadja. Lebih lanjut narasumber MSPP mengatakan ada beberapa jalan keluar yang dapat dilakukan diantaranya produksi harus naik, luas tanam tambah, masa tanam dipercepat, penataan kelembagaan petani. Harapan baru membangun pertanian agar lebih berkualitas diantaranya penguatan intensifikasi dan ekstensifikasi, sinergi, kolaborasi dan koordinasi, menggeser petani gabah jadi petani beras, panduan peningkatan produksi pada tahun 2024 dan jaminan jadi petani padi”. imbuh Entang Saastraatmadja..hevymay