Loading...

KENALI DAGING AYAM YANG SEHAT

KENALI DAGING AYAM YANG SEHAT
Daging ayam paling tinggi mengandung protein, vitamin, dan mineral, namun lebih rendah lemak dan kolesterol. Daging ayam adalah menu yang paling banyak gemari, sehingga tak aneh jika lebih dari 90% restoran di seluruh dunia menyajikan ayam. Daging Ayam adalah sumber protein tinggi, yang sangat diperlukan untuk sejumlah fungsi penting dalam tubuh. Protein juga penting untuk mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain kaya protein, ayam juga mengandung banyak vitamin dan mineral.Namun daging ayam perlu untuk diwaspadai. Ayam yang kita konsumsi haruslah yang ASUH (aman, sehat, utuh , halal) dan berkualitas. Kewaspadaan beredarnya tiga macam jenis yakni daging ayam gelonggongan, daging ayam tiren dan daging ayam berformalin.Daging Ayam glonggongan (suntik). Daging ayam glonggongan atau suntik adalah karkas ayam yang disuntik dengan air, agar terlihat lebih gemuk, berisi da bila ditimbang kelihatan lebih gemuk. Adapun ciri-ciri ayam glongongan diantaranya daging ayam kelihatan lebih basah, air biasanya terdapat di bagian bawah kulit, sehingga terasa lebih lembek bila diangkat biasanya meneteskan air, jika diiris melintang terdapat keluar air.Ayam Tiren. Merupakan singkatan dari ayam mati kemarin yakni yang dalam transportasi tetapi mati diperjalanan yang tetap dipotong dan dijual. Ciri-ciri dari ayam tiren adalah warna daging tidak cerah, pucat, kebiruan merah, bau daging menyengat, aagak anyir, amis, terkadang berbau dereh/busuk. Warna kulit keras terdapat bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada. Pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah serta bagian dalam keras dan serabut otot berwarna kemerahan.Sedangkan daging ayam berformalin adalah daging ayam yang diawetkan dengan bahan kimia yaitu formaldehyde. Adapun ciri-cirinya diantaranya jika diraba kulit terasa lebih kesat, warna kulit lebih putih dan bila dijual dipasaran tradisional tidak dihinggapi lalat. Biasanya tercium bau formalin.Daging gelonggongan maupun ayam tiren dapat dibedakan dengan daging dan ayam yang disembelih secara biasa. Bila ayam normal berwarna putih pucat, ayam tiren berbercak kemerahan, terutama di bagian pembuluh darahnya. Penampakan ayam tiren juga akan terlihat berbeda bila dibandingkan dengan ayam potong segar.Kesannya,daging ayam terlihat pucat, tidak segar. Itulah sebabnya daging tiren sering diberi warna penguning untuk menutupi ciri ayam tiren tersebut. Adapun untuk daging gelonggongan, ciri fisik yang paling mudah terlihat adalah daging yang dijual tidak digantung.Jika digantung, airnya akan menetes keluar. Daging sapi normal akan terlihat basah, namun ketika dipegang cenderung kering dan kenyal, berbeda dengan daging gelonggongan yang lembek.Daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) artinya yang kita konsumsi tidak mengandung bahaya biologis kimia dan fisik yang dapat mengakibatkan penyakit dan kesehatan masyarakat. Sehat artinya daging memiliki zat-zat yang dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan. Untuk daging tidak dicampur dengan bagian hewan yang lain dan halal artinya daging berasal dari hewan yang disembelih dengan syariat Islam. Sedangkan daging berkualitas artinya dilayani dengan prose pasca panen yang meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Kandungan gizi ayam setiap 100 gram daging mengandung air 74%, protein 22%, kalsium (Ca) 13 mg, forfor (P) 190 mg, zat besi 1,5 mg dan vitamin A, C dan lemak.Ciri-ciri daging ASUH adalah warna daging putih kekuningan cerah (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, tidak terlalu merah) ; warna kulit putih kekuningan, cerah mengkilat dan bersih serta bila disentuh daging terasa lembab dan tidak lengket ; bau spesifik daging (tidak ada bau menyengat/amis/busuk) ; konsistensi otot dada dan paha kenyal, elastik (tidak lembek) ; bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna putih agak pucat dan pembuluh darah di leher dan sayap kosong(tidak ada sisa-sisa darah).Daging ayam dingin/beku lebih baik karena kandngan gizi ayam segar dan ayam dingin/beku sama. Selain itu dijamin aman dan halal karena diproduksi dari rumah potong hewan unggas (RPH-U) yang telah dilakukan pemeriksanaan antemorten dan post mortem. Dengan proses pendinginan juga dapat memperhambat pertumbuhan bakteri dalam daging ayam dingin/beku. Penangangan pascapanen daging ayam dengan proses pembekuan lebih aman dibandingkan dengan pengawetan menggunakan bahan kimia seperti formalin.Untuk penyimpanan dalam jangka waktu panjang harus dibekukan. Bahan pembantu harus bersifat tidak beracun, mudah larut dalam air, tidak merubah rasa dan merusak daging, serta hilang oleh pemasakan (contoh: chlor). Bahan tambahan harus tidak membahayakan kesehatan sebelum produk dimasak maupun setelah dimasak (contoh: air, garam, kunyit). Mutu produk akhir ditentukan oleh: Konformasi bentuk kerangka dan tubuh, terutama dada, paha dan punggung. Soal perdagingan meliputi ketebalan daging pada tulang dada, paha, betis dan punggung. Perlemakan meliputi penyebaran dan ketebalan lemak di bawah kulit. Oleh : Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber : 1. Majalah Swadaya, Vol.04/Edisi 38 Oktober 2014 (Direktorat Kesmavet dan Pasca Panen Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian)2. Karkas ayam pedaging. 2008..(http://ayampedaging.blogspot.com/2008/10/karkas-ayam-pedaging.html, diakses 30 November 2014)