Loading...

kenci sayurku

kenci sayurku
KENCI SAYURKU Oleh: Kun Farida (THL-TBPP) "Banaran Kenci" adalah sebutan salah satu dusun dari desa Pringapus di lereng gunung Sindoro bagian timur yang berada di wilayah Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Desa tersebut merupakan penghasil jenis sayuran langka bernama "Kenci." Sangatlah mudah dalam membudidayakan sayur kenci yang juga disebut selada air, tak perlu pupuk, pestisida apalagi tenaga maupun biaya yang banyak, cukup tersedia lahan , tersedia air mengalir yang cukup, maka penghasilanpun akan didapat. Sebenarnya kenci dapat tumbuh dimana saja baik didataran rendah maupun dataran tinggi, tetapi dari segi kwalitas dan rasa akan sangat berbeda dengan kenci Banaran yang terkenal di Temanggung. Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh para petani kenci di desa tersebut, juga banyak pula pedagang sayur keliling yang membawa sayur kenci dari kabupaten tetangga yang dari segi rasa maupun tekstur serat yang terkandung sangat jauh berbeda dari kenci produk Banaran. Untuk menghasilkan kenci yang berkualitas dibutuhkan sarat khusus, diantaranya harus mempunyai suhu berkisar antara 22°C - 24°C, juga berada pada ketinggian tertentu yaitu dikisaran 1300 dpl, dibutuhkan air mengalir yang cukup jernih dan tidak tercemar. Hal inilah yang menjadikan budidaya kenci ,tidak mudah untuk dilaksanakan di daerah lain karena di Banaran cukup melimpah sumber mata air dalam mencukupi kebutuhan jenis sayuran ini. Budidaya sayur kenci tidaklah perlu lahan yang luas, untuk lahan sekitar 200 m2 sudah mampu menghasilkan ± Rp 400.000,- dalam 30 – 35 hari, karena umur tanaman ini memang cukup pendek sehingga kebutuhan dapur dapat terpenuhi sambil menunggu hasil tanaman yang lain. Bisa diperhitungkan dalam satu tahun dapat panen 10kali.Untuk membudidayakan kenci dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :Siapkan lahan seperti akan dibuat sawah untuk menanam padi, gemburkan tanah dan ratakan agar seluruh permukaan tanah dapat tergenang oleh air secara merata, kemudian biarkan selama sehari. Buanglah tanah gembur bagian atas agar tersisa tanah keras berpasir yang menjadi media tanam kenci dengan cara membesarkan saluran air untuk mempermudah melarutkan tanah kedalam aliran sungai.Ratakanlah kembali lahan tersebut dan jangan sampai timbul gundukan karena bagian tersebut akan mengganggu perkembangan tanaman menjadikan tanaman kerdil, berwarna pucat juga dihinggapi apids (rengit). Pengolahan lahan ini dilakukan petani cukup memerlukan sedikit tenaga dan waktu cepat kisaran 1 orang hari kerja.Hari berikutnya barulah disebar bibit tanaman secara merata tanpa memberikan pupuk dasar baik alami maupun pabrikan untuk menjaga timbulnya humus pada tanah maupun residu yang ditimbulkan oleh pupuk buatan, jadi kenci merupakan sayuran 100% organic dan higienis yang sangat berbeda dengan sayuran lain. Hampir tidak diperlukan perawatan dalam budidaya kenci, tidak diperlukan penyiangan karena bagain tanah gembur sudah dihilangkan yang biasanya mengandung banyak bibit gulma, dan dalam beberapa hari saja seluruh permukaan media tanam akan tertutup sehingga gulma tidak tumbuh. Pemupukan juga tidak diperlukan, kecuali jika terjadi iklim ekstrim yang mengganggu pertumbuhan tanaman barulah dilakukan pemupukan tetapi hanya sebatas sebagai perangsang tumbuh. Pemberantasan hama dengan pestisida juga tidak diperlukan, cukup membuang tanaman yang terserang hama lalu ratakan tanah dan cabutlah tanaman disebelahnya untuk mengganti kekosongan tersebut. Yang sangat penting dilakukan adalah menjaga genangan air pada lahan agar setabil permukaannya berkisar kedalaman 5-10 cm dan tetap mengalir, dikandung maksud pertumbuhan tanaman dapat maksimal dan panen tepat waktu. Dalam menangani pasca panen yang dilakukan adalah mencabut seluruh sisa tanaman yang telah dipotong untuk dijadikan bibit kembali, kemudian lakukan kembali membuang tanah bagian atas seperti pada awal tanpa harus menggemburkan tanah. Perlu diingat bahwa kenci tidak suka pada tanah yang gembur tetapi tumbuh baik pada tanah padat berpasir. Keesokan hari lahan siap ditanami. Dengan melakukan difersivikasi tanaman pertanian maka akan menambah pilihan menu kuliner masyarakat Indonesia juga akan menambah penghasilan bagi petani yang dapat melakukan budidaya tanaman kenci, dan bagi petani yang berada di daerah seperti diatas tidak ada salahnya untuk mencoba membudidayakan sayuran langka ini.