Loading...

Kep Berprestasi

Kep Berprestasi
PROFIL SINGKAT "KOPERASI TANI SEHATI"Koperasi Tani Sehati terletak di Korong Simpang Malai Nagari Malai III Koto Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 93,15 Ha adalah termasuk dalam ruang lingkup kerja Balai Penyuluhan Pertanian Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat yang secara administratif terdiri dari 30 anggota dengan usaha yang beragam. Koperasi Tani Sehati terletak di Korong Simpang Malai Nagari Malai III Koto terletak di Kecamatan Sungai Geringging bagian utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah utara berbatas dengan Korong Lambeh; Sebelah selatan berbatas dengan Korong Malai V Suku; Sebelah barat berbatas dengan Korong Sungai Geringging II; Sebelah timur berbatas dengan Korong Ujung Tanah. Nagari Malai III Koto yang luasnya 1.863 Ha pemanfaatan tanahnya pada umumnya untuk lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.Pada awalnya, adanya kegiatan FEATI di Nagari Malai III Koto (yang mana salah satu pesertanya anggota KWT Sehati) tentang kegiatan pembelajaran yang berupa pengolahan bahan makanan dari produk pertanian, seperti membuat keripik pisang, membuat keripik ubi kayu, pembuatan kipang kacang, dll. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juli 2008 dan selesai pelatihan pembelajaran tersebut dibentuklah Kelompok Usaha yang berusaha di bidang kegiatan: Memanfaatkan lahan pekarangan; Pengolahan produksi pertanian untuk jadi bahan makanan, seperti Pembuatan kipang kacang, Pembuatan ladu, Pembuatan keripik pisang dan ubi kayu dan Pembuatan VCO dari kelapa. Kemudian kegiatan tersebut terus berlanjut serta cukup mendapat dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Akan tetapi karena gempa 2009, kegiatan ini mengalami kemacetan/penurunan produksi dan alat-alat banyak yang rusak.Kemudian di awal 2010 dibenahi kembali serta dibina dan diberi semangat untuk berusaha, maka Kelompok Usaha Sehati tersebut bergerak kembali dan alhmamdulillah berkembang dengan pesat serta pada awal 2011. Mendapat dukungan dari dinas koperindag dan dari dinas kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang berupa adanya kegiatan pelatihan, sehingga pada akhir 2012 anggota sudah memiliki izin P-IRT serta izin usaha.Lalu, pada tanggal 22 Januari 2015 terbentuklah Koperasi Tani Sehati dengan No. SK Pengukuhan 04/SK/WN-MK/SG-2015 dengan beranggotakan 28 orang yang merupakan semua anggota KWT Sehati. Kemudian, anggota ini bertambah 2 orang, yang mana anggota baru ini merupakan petani setempat. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, Koperasi Tani Sehati ini menemui beberapa tantangan berupa: Pengurus kurang mampu dalam menyelesaikan administrasi; Kurangnya dana dan fasilitas dalam penyelenggaraan pembinaan Koperasi Tani Sehati. Tindakan dan upaya yang dilakukan sehubungan kendala ini adalah dengan diadakannya pelatihan tentang administrasi bagi kelompok dan mengajukan proposal untuk tambahan dana.PERMODALAN DAN USAHASejak awal didirikan, anggota sudah mengumpulkan modal awal Rp4.000.000. Untuk pemupukan modal dan pengembangan usaha dilakukan pungutan simpanan pokok bagi masing-masing anggota Koperasi Tani sebanyak Rp50.000/bulan dan simpanan wajib Rp20.000/bulan. Uang ini dijadikan unit usaha simpan pinjam, dana dipinjamkan kepada anggota untuk modal usahanya dengan bunga 2% dan keuntungan koperasi pada akhir tahun dibagi dan diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah ada, yaitu 60% dibagikan kepada anggota dan 40% jadi pupuk modal. Sekarang modal mencapai Rp58.000.000. Pada akhirnya setelah menerima hadiah juara di tingkaat provinsi KEP ini telah memeliki modal �Rp. 85.000.000,-Bidang usaha yang digarap oleh para anggota diantaranya adalah: pembuatan kipang kacang, pembuatan VCO dan pembuatan Keripik Pisang. Kipang kacang telah diproduksi sebanyak 70 dus dalam 1 minggu dengan bahan baku kacang sebanyak 700 kg dan 350 kg gula aren. Untuk VCO, diproduksi sebanyak 420 kg dalam 1 minggu dengan bahan 700 kg kelapa yang telah bermitra dengan perusahaan Siti Nurbaya. Dan keripik pisang diproduksi sebanyak 154 kg dalam 1 minggu, dengan bahan 14 karung pisang.RAPAT-RAPAT ANGGOTA PENGGANTIAN PENGURUSPada rapat anggota dan pengurus, semua keputusan dibukukan serta dijadikan peraturan dalam kelembagaan yang akan dipatuhi oleh semua anggota. Dan juga tugas dan fungsi masing-masing pengurus ditentukan sesuai dengan peran masing-masing pengurus tersebut, sehingga jelas apa yang akan dijalankan oleh pengurus tersebut. Semua keputusan yang dibukukan, diperbanyak gunanya untuk dipegang oleh masing-masing anggota Koperasi Tani dan sekarang sudah lengkap AD/ART-.nyaDalam pergerakannya, Koperasi Tani Sehati ini telah mampu memenuhi permintaan warung/toko/mini market dalam skala besar. Produk anggota telah bisa diikutkan dalam pasar lelang yang menunjang untuk kemitraan anggota. Sehingga pada saat sekarang anggota Koperasi Tani Sehati ini telah bisa bermitra dengan distributor kelas menengah ke atas, seperti swalayan kota Padang dan Bukittinggi (surat perjanjian kerjasama terlampir).PENGHARGAAN DAN PRESTASIPenghargaan yang berhasil diraih oleh Koperasi Tani Sehati adalah: Juara 1 Koperasi Tani tingkat BPK Kecamatan Sungai Geringging tahun 2015; Juara 1 Koperasi Tani tingkat Kabupaten Padang Pariaman tahun 2015. Dan juara 1 tingkat provinsi Sumatera Barat tahun 2015Koperasi Tani Sehati yang beranggotakan 30 orang ini adalah masyarakat tani yang mengolah hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan holtikultura menjadi penganan seperti kipang kacang, ladu beras, VCO, rakik macho, dll yang dipasarkan tidak hanya di dalam daerah namun juga luar daerah, bahkan mencapai luar negeri yang dibawa sebagai oleh-oleh bagi perantau yang pulang kampung.Koperasi Tani diharapkan bisa menjadi lebih baik dalam segala sisi, sehingga lebih meningkatkan pendapatan ekonomi dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Faktor kunci kesuksesan kegiatan usaha koperasi: Status & motif anggota; Bidang usaha (bisnis); Permodalan; Manajemen; Organisasi dan Sistem pembagian keuntungan (shu).Pengurus beserta anggota Koperasi Tani Sehati sangat berterima kasih kepada semua pihak terutama kepada pemerintah yang telah menfasilitasi dari tumbuh dan berkembangnya usaha Koperasi Wanita Tani Sehati yang kami dambakan ini, karena selama ini bahan baku yang kami kelola seperti ubi kayu, pisang, kacang tanah dan kelapa pemasarannya dikekang oleh pedagang tengkulak, sedangkan sejak tumbuhnya usaha koperasi tani ini, pemasaran bahan baku tidak menjadi masalah lagi karena telah diolah menjadi makanan, sehingga menjadi nilai jual yang lebih tinggi.Sungguhpun demikian, kami belum bisa berbuat lebih banyak karena modal usaha sangat terbatas (hanya Rp58.000.000). sementara untuk berusaha minimal butuh modal Rp100.000.000. untuk itu besar harapan kami kepada pemerintah pusat sudilah kiranya untuk mencarikan solusinya, sehingga kami dari Koperasi Tani Sehati dapat berusaha lebih pesat dan berkembang, apalagi usaha yang dikelola ini bahan bakunya tersedia di lokasi.