Kepala BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian) Kementerian Pertanian Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. pada hari selasa 19 Mei 2015 melakukan kunjungan kerja di Balai Penyuluhan "Cemani" Kecamatan Kedu. Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk melakukan pemantauan, monitoring pelaksanaan program UPSUS PAJALE (Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai).Kunjungan kerja Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. didampingi Ketua STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) Magelang, diterima oleh Kepala Bapeluh Kabupaten Temanggung Ir. Agus Prasodjo, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Komandan Kodim 0706 yang diwakili Danramil Kecamatan Kedu Kapten Edward, Penyuluh dan mahasiswa.Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. selaku penanggung jawab program UPSUS PAJALE di Provinsi Jawa Tengah memberikan motivasi dan dukungan kepada penyuluh, mahasiswa pendamping dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dalam pendampingan Upsus Pajale. Dalam tugas pengawalan dan pendampingan Upsus Pajale, Penyuluh pertanian melaksanakan pengawalan dan pendampingan pelaksanaan GP-PTT (Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu), POL (Peningkatan Optimasi Lahan), RJIT (Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier) dan Demfarm; meningkatkan kemampuan kelembagaan petani (Poktan, Gapoktan, P3A dan GP3A) serta mengembangkan jejaring dan kemitraan dengan pelaku usaha.Mahasiswa pendamping bertugas membantu penyuluh dalam pengawalan dan pendampingan pelaksanaan GP-PTT, POL, RJIT dan Demfarm; membantu penyuluh dalam pengembangan kelembagaan petani, serta membantu penyuluh dalam mengembangkan jejaring dan kemitraan dengan pelaku usaha. Mahasiswa pendamping Upsus Pajale di Temanggung sejumlah 11 orang berasal dari STPP Magelang dan STPP Yogyakarta. 7 orang bertugas di Kecamatan Kedu, 4 orang bertugas di Kecamatan Temanggung. Babinsa dari TNI AD bertugas menggerakkan dan memotivasi petani untuk melaksanakan : (a) tanam serempak, (b) perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi, (c) gerakan pengendalian OPT dan panen; melaksanakan pengamanan ; (1) penyaluran benih, pupuk dan alsintan, (2) infrastruktur jaringan irigasi, serta melakukan pengawasan terhadap pemberkasan administrasi dan penyaluran bantuan kepada penerima manfaat.Target tambahan produksi padi di Jawa Tengah Tahun 2015 adalah 2 juta ton. Upaya yang dilakukan adalah dengan peningkatan produksi dan produktivitas padi, selain dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Peningkatan produksi dan produktivitas padi, jagung dan kedelai didukung dengan progam - program yang sudah berhasil seperti GP-PTT, SRI (System Rice of Intensification) dan Optimasi lahan. Peningkatan IP dengan upaya perbaikan jaringan irigasi dan penyedian alsintan seperti traktor, transplanter untuk mempercepat penanaman padi. Menurut Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. kunjungan di BP Cemani Kecamatan kedu dianggap penting karena kunci sukses pembangunan pertanian, swasembada ada di kecamatan, bukan di kabupaten atau di provinsi. Balai penyuluhan diarahkan menjadi manajer wilayah dalam pengembangan kegiatan agribisnis. Penyuluh yang ada di kecamatan diharapkan memantau desa-desa yang produktivitas padi dan jagung masih rendah. Dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki penyuluh diharapkan bisa mengkawal dan meningkatan produktivitas padi dan jagung. Balai penyuluhan akan disuport dengan dana untuk bisa melaksanakan tugas dan fungsi dalam kegiatan latihan kunjungan dan supervisi (Laku Susi). Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. mengajak penyuluh untuk merubah mindset petani agar memiliki pola pikir agribisnis. Pertanian masih menjadi sektor yang menjanjikan untuk kesejateraan petani. Upaya meningkatkan hasil sampingan dari produk pertanian, jangan sampai ada yang terbuang. Semua ada nilainya semisal padi dengan bekatul, menir untuk produk olahan maupun pakan ternak diharapkan bisa menambah pengasilan petani. Jerami padi sangat potensial untuk pakan ternak dengan proses fermentasi dan amoniasi, sehingga kegiatan pertanian bisa terintegrasi peternakan. Hal ini diharapkan untuk menambah penghasilan petani disamping hasil dari menjual Gabah Kering Panen (GKP) maupun dalam bentuk beras.Ditulis : Sumarno, SP. Penyuluh Pertanian Muda, Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Temanggung