Loading...

Kesejahteraan petani meningkat dari usahatani bawang daun

Kesejahteraan petani meningkat dari usahatani bawang daun
Komoditi pad tetap menjadi komoditi andalan oleh para petani di Tanjung buka , terutama di Tanjung buka SP 5,karena selain untuk dijual gabah , hasil panennya digunakan untuk ketersediaan pangan keluarga dalam 1 tahu, namun ketersediaan pangan saja tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain keluarga, atas dasar itulah dirasa harus ada komoditi pendukung yang harus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan dalam usaha tani mereka Lahan pasang surut dan gambut memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan lahan kering, bahan organik yang tinggi serta ketersediaan air yang banyak menjadi keuntungan sendiri yang menjadikan lahan pasang surut dan gambut memiliki potensi yang besar serta menjanjikan untuk pengembangan komoditi sayuran yang memiliki umur pendek serta nilai jual yang cukup tinggi dengan tekhnis pengolahan yang relatif mudah Bawang darun/bawang perai ( allium fistulosum )salah satu komoditi yang dipilih oleh petani Tanjung buka SP 5 a untuk dikembangkan secara serius,selain tekhnis pengolahan yang relatif mudah, bawang daun memiliki pangsa pasar yang cukup besar di Kalimantan utara terutama wilayah bulungan dan Tarakan permintaan yang tinggi kemudian terbatasnya petani yang membudidayakan bawang perai ini menjadi salah satu penyebab tingginya harga bawang daun, ditingkat petani harga bawang perai bisa mencapai 15-35 Rb/kg dengan biaya produksi rata-rata Rp 4000-5000/kg menjadikan komoditi bawang prei ini idola baru karena mampu memberikan pendapatan yang tinggi, margin keuntungan yang besar yang didapatkan oleh petani mampu mensejaterahkan petani dan keluarganya. salam redaksi pertanian : Ardi Wiranata (Admin) Dedy Muharam SP (Penulis Artikel)