Loading...

KESUKSESAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI SECARA ONLINE MENJADI TOLOK UKUR KINERJA PENYULU H PERTANIAN

KESUKSESAN PENYALURAN PUPUK  BERSUBSIDI  SECARA ONLINE  MENJADI TOLOK UKUR KINERJA PENYULU H PERTANIAN
Akhirnya Wakil Gubernur Lampung Bahtiar Basri meresmikan launching program uji coba pola billing system penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung untuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), dengan daerah percontohan pertama ialah Kecamatan Candipuro. Kegiatan berlangsung di halaman perkantoran PT. Bank Lampung Cabang Kalianda. Rabu, 6 April 2016. Hadir pada kegiatan tersebut Dirjen Prasana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhrizal Sarwani, Wagub Lampung Bahtiar Basri, Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan, Direktur Pupuk Bersubsidi Kementan, Direktur Utama Bank Lampung. Penerapan sistem billing penerapan pupuk bersubsidi merupakan yang pertama diterapkan di Indonesia. Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri berharap, uji coba penerapan billing system di Kecamatan Candipuro berjalan sukses. Dan, penerapan sistem billing penyaluran pupuk bersubsidi bisa menjadi contoh ke depannya. Demikian harapan Wakil Gubernur Lampung dalam sambutannya.Penerapan penyaluran pupuk bersubsidi dengan model tersebut diperlukan kesiapan dan kemampuan tertentu yang harus dimiliki oleh para petani dan kelompok tani serta gapoktan, mengigat hal tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Kinerja Penyuluh Pertanian dan pihak terkait harus semakin gigih dalam mendampingi para petani. Petani harus benar-benar mendapat pendampingan dalam menyusun perencanaan Kelompok tani utamanya dalam penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)Hal ini menuntut kinerja peyuluh yang luar biasa, Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91/Permentan/OT.140/9/2013, Tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian diharapkan meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pembangunan nasional, Kementerian Pertanian telah menetapkan 4 (empat) sukses pembangunan pertanian, yaitu: (1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (4) peningkatan kesejahteraan petani.Dalam rangka membangun sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan handal, diperlukan Penyuluh Pertanian yang profesional, kreatif, inovatif dan berwawasan global dalam penyelenggaraan penyuluhan yang produktif, efektif dan efisien. Penyuluh Pertanian diarahkan untuk melaksanakan tugas pendampingan dan konsultasi bagi pelaku utama dan pelaku usaha terutama dalam menyusun rencana kerja kelompok, RDK, RDKK, sehingga distribusi dan penyedian pupuk dapat berjalan dengan baik dan pada gilirannya meningkatkan pemberdayaan pelaku utama, produksi, produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani beserta keluarganya. Salah satu profesionalisme Penyuluh Pertanian di wilayah kerja yaitu di Kecamatan Candipuro Tahun ini ditugaskan untuk melaksanakan Pergub Lampung nomor 32 tahun 2015 tentang pola pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian di Provinsi Lampung. Ini merupakan tantangan besar bagi Penyuluh Pertanian wilayah kerja Kecamatan Candipuro yang langsung berhadapan pada poktan dan gapoktan.Para petani berharap, penggunaan sistem billing dalam penyaluran pupuk bersubsidi, dapat memberikan jaminan ketersediaan dan ketepatan waktu distribusi kepada mereka. Para kelompok Tani di Kecamatan mengungkapkan, selama ini, masalah utama yang sering dihadapi petani terkait pupuk adalah keterlambatan distribusi dan kesedian pupuk yang mencukupi untuk satu tahun.Dengan proses yang manual atau cara lama Proses pemesanan pupuk yang panjang dan memakan waktu cukup lama, membuat distribusi pupuk tiba ke tangan petani seringkali terlambat. Kondisi tersebut tentu merugikan petani. "Dengan adanya sistem billing ini, kami berharap permasalahan tersebut tidak lagi terjadi. Karena pemesanannya sudah lewat online, kami harapkan distribusi pupuk bisa tepat waktu," Penyuluh Pertanian yang menjadi unjung tombak pada kegiatan ini, berharap semoga cara ini dapat menghantarkan petani dapat memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pupuk utamananya pupuk bersubsidi sesuai prinsip enam tepat. Dengan kemudahan tersebut semoga dapat meningkatkan keberhasilan petani di wilayah binaan. Keberhasilan para petani merupakan bagian dari kebanggaan para Penyuluh. Semoga sukses selalu. Penulis : Mur Joko, S.ST (Penyuluh Pertanian Candipuro), Yusak Murjoko, (KJF BP4K Lampung Selatan )