Kecamatan Peusangan merupakan salah satu kecamatan yang menggunakan irigasi DI Peusangan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bireuen mulai dibangun sejak Tahun Anggaran 1986 masih berupa jaringan irigasi dan selesai pada Tahun Anggaran 1990. Daerah Irigasi ini mempunyai luas areal potensial seluas +25.000 ha sedangkan luas fungsional seluas +22.000 ha . Sumber air yang digunakan untuk irigasi ini adalah dari Krueng Peusangan yang merupakan salah satu hulu dari Laut Tawar terletak pada Wilayah Sungai (WS) Aceh – Juli. Saat ini ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani kecamatan peusangan pada D I Peusangan yaitu pada saat musim tanam pertama pada bulan Oktober petani dapat mengairi semua areal fungsional seluas 2.067 ha. Sedangkan pada saat musim tanam kedua pada bulan Mei terjadi kekurangan air sehingga areal yang dapat ditanami hanya berkisar 85% dari areal fungsional yang ada. Oleh karena itu diperlukan pengendalian dalam pemanfaatannya. Pada dasarnya irigasi merupakan pengelolaan air untuk berusaha tani. Air yang dapat dikelola untuk irigasi sangat tergantung pada ketersediaannya, sumber air, dan musim. Ketersediaan air irigasi sangat dipengaruhi oleh sumber air dimana air irigasi tersebut disadap. Sumber air irigasi yang berasal dari sungai maupun air tanah dangkal pada umumnya mempunyai fluktuasi yang tinggi dan dipengaruhi oleh musim, yang berarti ketersediaanya cukup tinggi di musim hujan dan menurun di musim kemarau. Dengan adanya perubahan iklim global saat ini, musim kemarau berarti kekeringan, dan musim hujan identik dengan banjir. Apabila sadapan air berupa bendung yang pada dasarnya hanya meninggikan permukaan dan mengarahkan air, maka volumenya sangat tergantung curah hujan, dan biasanya waktu tanam harusnya disesuaikan dengan musim, yang sulit diperkirakan dengan adanya perubahan iklim.Salah satu bentuk pengendalian air, yaitu pengaturan air di bidang irigasi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekurangan air pada musim kemarau , sehingga dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dan tidak terjadi kelebihan air pada musim hujan yang mengakibatkan air terbuang percuma tanpa adanya pemanfaatan sehingga menjadi aliran permukaan.Sebaiknya ketersediaan air irigasi yang berasal dari sumber air yang berupa danau, waduk dan air tanah dalam, relatip stabil dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi musim. Dengan adanya reservoar air, maka pengelolaan atau pemanfaatan air lebih leluasa, sekalipun dibatasi dengan kebutuhan air untuk tanaman dan jumlah air air yang dapat dilepas. Namun demikian luasan sawah yang diairi yang berasal dari sumber air ini relatif lebih kecil dibanding sadapan bendung dan atau tadah hujan. Untuk keperluan perencanaan pada umumnya menggunakan dependable flow (debit andalan) dengan probabilitas atau peluang 80%, atau dengan rumus berikut:, ,dimana = adalah urutan debit (Q) yang akan diambil sebagai debit (Q) andalan N = adalah banyaknya tahun pengamatanDalam hubungannya dengan penyediaan air untuk petak tersier, ada 4 aspek yang cukup penting untuk diperhatikan yaitu: (1) Alokasi air untuk petak tersier, (2). Ketersediaan air aktual dalam hubungannya dengan alokasi tersebut, (3). Pemberian air kepada petak tersier, (4). Realibilitas dari air tersedia,Dengan ketersediaan air irigasi yang memadai, petani yang mendapat layanan irigasi dapat mengembangkan usaha tani dengan lebih baik. Bahkan memungkinkan petani memilih dan menentukan komoditas pertanian yang paling menguntungkan, yaitu komoditas yang memberikan hasil dengan nilai ekonomi tinggi dengan biaya produksi yang paling rendah. Penulis, Irgunawan, sp THL TBPP Kec. Peusangan