Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Permentan nomor 82 Tahun 2013 tentang pembinaan Kelompoktani dan Gabungan Kelompoktani, telah menetapkan bagaimana kelompoktani harus dibina dan ditumbuhkembangkan. Sesuai dengan permentan tersebut bahwa Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Sedangkan Kontak tani adalah ketua atau mantan ketua kelompok tani kepemimpinannya dalam menggerakan anggota/petani untuk mengembangkan usahanya. Kontak Tani selaku ketua kelompok dan pemimpin tentunya harus memiliki ciri-ciri sebagai beriut : sabar, jujur, bersedia mendengar dan menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab, mampu memotivasi anggotanya, mampu menengahi perbedaan pendapat diantara anggota dan mampu mengambil prakarsa-prakarsa untuk kemajuan kelompok.Unsur Pengikat Kelompoktani antara lain : a. Adanya kawasan usahatani yang menjadi tanggungjawab bersama di antara para anggotanya; b. Adanya kader tani yang berdedikasi tinggi untuk menggerakkan para petani dengan kepemimpinan yang diterima oleh sesama petani lainnya; c. Adanya kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh sebagian besar anggotanya; d. Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditetapkan; e. Adanya pembagian tugas dan tanggungjawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama Desa Malangsari Kecamatan Bangodua mempunyai areal sawah seluas 592 ha yang terbagi dalam 9 kelompoktani, yaitu Tani Mukti (Ketua Kaedi), Tani Mukti I (Ketua Warli), Tani Mukti II (Ketua Khaerudin), Mekarsari (Ketua Watori), Mekarsari I (Ketua Deni Hardani), Sri Unggul (Ketua Wasdana), Sari Asih (Ketua H. Carya), Setia Kawan (Ketua Marhadi), Karya Tani (Ketua Sudirja) dan KWT Cahaya Pelangi Ketua Hj. Kunenti). Kelompok Tani Mukti yang di ketuai oleh Kaedi dibentuk sejak bulan Februari 2001 dan mempunyai areal seluas 60 hektar dengan jumlah anggota 108 orang. Kegiatan kelompoktani selama ini masih melakukan kegiatan yang normatif seperti berusahatani padi dan tanaman sayuran dataran rendah. Untuk melakukan terobosan kegiatan yang lain sepertinya masih belum terbiasa. Dijelaskan oleh Kepala BPP Bangodua Hj. Tarminah, SP untuk merubah perilaku yang biasa ke perilaku inovasi baru, para Kelompok KTNA Kecamatan Bangodua diajak unuk melakukan karya wisata ke Balai Besar Penelitian Padi (BBPP) Sukamandi.Di BBPP Sukamandi diinformasikan beragam varietas padi termasuk varietas Inpari 24 (Beras Merah). Menurut para ahli gizi ada beberapa manfaat dari beras merah antara lain : menurunkan berat badan, sehat untuk pencernaan, baik untuk penderita gula darah, menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), mencegah terjadinya batu empedu, sumber antioksidan, menjaga kesehatan tulang. Selain itu ada perbedaan antara beras merah dan berah hitam.Meskipun nasi merah dan nasi hitam sama-sama rendah lemak dan merupakan sumber karbohidrat yang baik dan sehat, beras hitam mengandung kalori yang lebih rendah dan merupakan sumber serat yang lebih baik. Sebanyak 76 gram beras hitam mengandung 200 kalori. Sedangkan beras merah dengan ukuran yang sama mengandung 226 kalori. Memang tak seberapa, namun bila Anda mengonsumsi jumlah yang esktra sebanyak 24 kalori setiap hari, maka hasilnya akan terlihat pada berat badan Anda.Bila dibandingkan dengan beras merah, beras hitam memiliki kandungan serat yang lebih tinggi serta merupakan sumber protein yang lebih baik dari beras merah. Sebanyak 76 gram beras hitam mengandung 43 gram karbohidrat, 3 gram serat, 6 gram protein, dan 2 gram lemak. Sedangkan dalam ukuran yang sama, beras merah mengandung karbohidrat sebanyak 47 gram, serat sebanyak 2 gram, protein sebanyak 5 gram dan lemak sebanyak 2 gram.Mineral pada kedua jenis beras ini sama, namun beras hitam merupakan sumber zat besi yang lebih baik, karena dapat memenuhi hingga enam persen dari kebutuhan sehari-hari, sedangkan beras merah hanya sampai lima persen. Warna hitam pada beras menandakan adanya kandungan zat antioksidan, semakin pekat, maka artinya semakin banyak. Hasil dari kunjungan ke BBPP Sukamandi para ketua kelompoktani terbuka wawasannya bahwa disamping padi / beras putih terdapat pula padi / beras merah varietas Inpari 24. Salah satu ketua kelompoktani yang merespon padi varietas Inpari 24 tersebut yaitu BaPak Kaedi Ketua Kelompoktani Tani Mukti Desa Malangsari Kecamatan Bangodua dengan membeli benih sebanyak 50 kg. Pengembangan Padi Inpari 24Pengembangan padi varietas Inpari 24 (Beras Merah) di Kelompoktani Tani Mukti sudah berjalan selama 3 musim tanam sejak msim tanam 2014/2015. Areal yang ditanami padi tersebut seluas 2,5 hektar dengan jumlah petani sebanyak 6 orang. Pada saat ini petani yang menanam Inpari 24 telah bertambah menjadi 14 orang dengan luasan 5 hektar.Pengembangan padi Inpari 24 ini pada awalnya mengalami kesulitan terutama dalam hal pemasaran hasilnya. Banyak petani yang masih ragu untuk menanamnya karena para pembeli gabah masih belum meliriknya. Hal semacam ini pun dialami oleh Pak Kaedi. Para petani yang termotivasi untuk menanam padi Inpari 24 pun pada saat panen meminta bantuan Pak Kaedi. Rata-rata produksi gabah sebesar 7 ton per hektarnya. Perlakuan dalam budidaya Inpari 24 hampir sama dengan perlakukan padi umumnya. Bahkan umur Inpari 24 lebih pendek dari CiherangSejalan dengan itu karena Pak Kaedi juga mempunyai Huller, maka gabah hasil panen petani dibelinya dan digiling menjadi beras. Pada waktu bersamaan Pak Kaedi pun mencari peluang pasar beras merah ke berbagai tempat baik di Indramayu maupun ke luar Indramayu. Walaupun cukup sulit untuk memasarkan beras merah, namun lambat laun membuahkan hasil yang menggembirakan. Pasar beras merah semakin terbuka dan banyak permintaan.Hasil panen gabah dari petani yang menanam padi Inpari 24 dihargakan lebih tinggi Rp. 300 sampai Rp. 500 per kilogramnya. Bila gabah padi biasa (beras putih) Rp. 4.500,- per kilogram, maka gabah padi Inparo 24 (beras merah) Rp. 4.800,- per kilogramnya. Saat ini pangsa pasar beras merah dari Pak Kaedi, selain di Indramayu sudah menjangkau Cirebon dan Jakarta dengan harga Rp. 10.000,- per kilogram dalam bentuk karungan (curah). Sedangkan dalam bentuk packing plastik 2 kilogram Rp. 25.000,- (Rp. 12.500,-/kg). Pasar beras merah di Jakarta dalam 1 minggu membutuhkan 6 ton belum lagi pasar Cirebon, kebutuhan tersebut masih belum tercukupi. Berdasarkan pengalamannya beras merah yang paling banyak dibutuhkan yaitu pada bulan Desember sampai bulan Maret. Sampai saat ini Pak Kaedi belum mampu mencukupi kebutuhan para pelanggan karena stock gabah padi Inpari 24 sebagai bahan baku beras merah sudah kehabisan. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut Pak Kaedi terus menerus memotivasi anggota kelompok agar bisa menanam Inpari 24 dan nanti hasil gabahnya akan dibeli.Permasalahan yang dijumpai dalam pengembangan Inpari 24 ini adalah permodalan untuk mengopkup gabah Inpari 24 dari para petani. Para Petani ingin cepat menjual gabahnya untuk keperluan kebutuhan keluarga dan modal usaha berikutnya. Sedangkan Pak Kaedi sendiri untuk mengopkup gabah dibutuhkan modal yang cukup besar. Selain mengembangkan Inpari 24, Pak Kaedi juga mengembangkan beras hitam lokal Cirebon. Pengembangan beras hitam ini baru dirintis 1 musim tanam. Umur padi beras hitam ini lebih lama 10 hari dari Inpari 24, begitu juga dengan produksinya yang baru berkisar 5,6 ton per hektar. Harga pasar beras hitam ini Rp. 15.000,- per kilogram curah. Bila sudah di packing dalam 2 kilogram harganya Rp. 17.500,- per kilogramnya. Pemasaran beras hitam ini masih belum seluas beras merah dan masih terbatas dipasarkan di wilayah Indramayu.Pengembangan Koperasi Tani MuktiDalam rangka mengembangkan usaha dan mengurangi ketergantungan pada pemodal dari luar, maka Pak Kaedi memotivasi anggota untuk membentuk Koperasi dan Alhamdulillah setelah bermusyawarah anggota sepakat untuk membentuk koperasi dengan nama Koperasi Tani Mukti. Pada Bulan Desember 2014 telah mendapat persetujuan dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Indramayu dikeluarkan Badan Huku Kopersi Tani Mukti dengan Nomor : 598/311/BH/XIII.12/2014. Jumlah anggota sampai saat ini 30 orang, dengan simpanan pokok Rp. 50.000,- dibayar sekali saja dan simpanan wajib Rp. 10.000,-/bulan. Simpanan wajib dibayarkan sekaligus setelah panen padi dengan jumlah Rp. 40.000,-. Besar pinjaman antara Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 2.000.000,- dengan lama pinjaman 1 musim (4 bulan). Sedangkan jasa yang dienakan kepada anggota 2 % per bulan. Kegiatan koperasi ini hampir tiap akhir tahun mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pada tahun buku terakhir aset Koperasi Tani Mukti sudah mencapai Rp. 50 juta. Sisa Hasi Usaha (SHU) pada Tahun 2015 sebesar Rp. 5,4 juta. Dari SHU ini 5 % diperuntukan dana sosial bagi anak yatim dan orang jompo. 30 % dari SHU diperuntukan honor pengurus dan sisanya untuk pengembangan modal kembali.Semoga dengan variatifnya kegiatan usaha di kelompoktani Tani Mukti dapat meningkatkan pendapatan anggotanya dan membawa kesejahteraan bagi keluarganya. Tentunya bimbingan dari para pembina terutama dari penyuluh harus terus ditingkatkan agar tertib administrasi, tertib keuangan dan usahanya lebih lancar lagi. Majulah kelompoktani semoga dengan berkembangnya kelompoktani anggota pun akan ikut menikmati kemajuan kelompoknya (Edi Harnadi).