Varietas unggul padi sawah yang berkembang di petani hingga saat ini rata-rata berumur genjah sampai sedang (110-124 hari). Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah melakukan suatu terobosan dalam perakitan varietas unggul baru, dengan menghasilkan varietas padi sangat genjah dan tahan wereng coklat. Varietas unggul tersebut dilepas pada akhir tahun 2009 dengan nama Inpari 13 (Inpari = Inbrida Padi Irigasi). Varietas unggul baru ini dapat dipanen pada umur 103 hari. Selain sangat genjah dan tahan wereng coklat, Inpari 13 juga berdaya hasil tinggi. Selama pengujian di beberapa lokasi, varietas unggul baru ini mampu berproduksi 8,0 t/ha dengan rata-rata 6,59 t/ha. Inpari 13 merupakan hasil persilangan galur OM606 dan IR18348-36-3-3. Postur tanamannya pendek, rata-rata 103 cm, lebih pendek dibandingkan dengan IR64 dan Ciherang masing-masing dengan tinggi tanaman 115-126 cm dan 107-125 cm. Jumlah anakan produktifnya cukup banyak, rata-rata 17 batang per rumpun, setara dengan Ciherang (14-17 batang). Sama dengan IR64 dan Ciherang, Inpari 13 juga memiliki pertumbuhan daun tegak sehingga relatif dapat menghambat burung saat memakan gabah pada malai. Sebagian besar masyarakat menyukai tekstur nasi yang pulen, seperti tekstur nasi Ciherang dan IR64. Tekstur nasi Inpari 13 juga pulen dengan kadar amilosa 22,4%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kadar amilosa varietas IR64 dan Ciherang (23%). Sama dengan IR64 dan Ciherang, bentuk beras Inpari 13 juga panjang dan ramping. Warna gabah kuning bersih dengan tingkat kerontokan sedang sehingga relatif memudahkan petani dalam proses perontokan. Bobot 1.000 butir gabah Inpari 13 adalah 25,2 g. Tahan Wereng Coklat dan Blas Wereng coklat merupakan hama tanaman padi yang merugikan petani. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hama ini. Kelompok peneliti pemuliaan tanaman bekerja sama dengan kelompok peneliti hama dan penyakit tanaman padi di BB Padi berupaya merakit varietas yang tahan hama wereng coklat. Selama pengujian, Inpari 13 terbukti tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3, lebih baik dari varietas IR64 dan Ciherang yang hanya tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan atau biotipe 2. Selain tahan hama wereng coklat, Inpari 13 juga tahan penyakit blas yang juga dapat menyebabkan turunnya produksi padi. Varietas unggul baru yang berumur sangat genjah ini cocok ditanam di lahan sawah irigasi hingga ketinggian 600 diatas.pemukaan.laut..(Rozakurniati Balai Besar Penelitian Tanaman Padi). Ditahun 2010 dan awal 2011 kemarin benar-benar menjadi cobaan bagi petani padi Indonesia, karena mereka telah habis-habisan mempertahankan tanaman padi mereka dari serangan hama wereng coklat. Tidak sedikit para petani yang kalah dan mengalami puso. Padi IR 64 yang dulu terkenal kokoh menahan serangan wereng batang coklat ternyata sekarang tumbang juga oleh wereng yang notabene telah memasuki biotip 3. Oleh karena itu tak heran kalau sekarang ini para petani Indonesia sedang mencari pahlawan varietas padi yang bisa menanggulangi serangan wereng batang coklat. Sampai akhirnya terdengarlah suatu varietas padi yang konon katanya tahan terhadap hama wereng batang coklat (WBC). Tidak lain padi tersebut adalah varietas inpari 13. Kebetulan kemarin ada rekan Gerbang Pertanian yang mau berbagi pengalaman tentang inpari 13 ini. Menurut informasi yang saya peroleh varietas inpari 13 memang tergolong genjah karena bisa panen pada usia sekitar 95 hari (dimusim kemarau kemari). Cuma sayang beliau belum sempat menguji ketahanan varietas inpari 13 terhadap serangan hama wereng batang coklat karena memang dimusim kemarau kemarin tidak ada serangan hama wereng. Tetapi inpari 13 didaerah kami belum mampu berproduksi melebihi IR 64.Karena penasaran dengan inpari 13 maka maspary mencari informasi tentang deskripsi padi tersebut, dan kami menemukan beberapa informasi tentang inpari 13 di balai benih walaupun tidak lengkap betul: • Inpari 13 nama varietas unggul terbaru BB Padi. Varietas ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena baru dilepas pada akhir tahun 2009 lalu. • Dengan umur yang pendek (sangat genjah) sekitar 103 hari, tanaman Inpari 13 sudah dapat dipanen. • Varietas yang sangat genjah ini didukung juga dengan produktivitas tanaman padi yang tinggi dengan rata-rata hasil panen sebesar 6,59 t/ha atau setara dengan potensi hasil 8,0 t/ha. Mutu.beras.Inpari.13 Inpari 13 memiliki tekstur nasi pulen sama seperti beras IR64 dan Ciherang. Kadar amilosa beras Inpari 13 (22,40%) lebih rendah sedikit bila dibandingkan dengan IR64 dan Ciherang yang memiliki kadar amilosa 24%. Bentuk beras yang panjang dan ramping seperti beras IR64 dan Ciherang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Varietas ini juga memiliki bentuk beras yang panjang dan ramping. Warna gabah kuning bersih dengan kerontokan yang sedang secara tidak langsung memudahkan petani dalam proses perontokan padi saat panenKetahanan.Inpari.13.Terhadap.Hama.Wereng.Cokelat. Dari hasil pengujian ketahanan wereng cokelat, Inpari 13 memiliki ketahanan wereng cokelat dengan biotipe yang lengkap bila dibandingkan dengan varietas IR64 dan Ciherang yang hanya memiliki ketahanan 1-2 biotipe saja. Ketahanan wereng cokelat yang dimiliki Inpari 13 adalah ketahanan wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3. Selain tahan terhadap wereng cokelat, Inpari 13 juga tahan terhadap penyakit blas. Varietas Inpari 13 sangat cocok ditanam di lahan sawah irigasi sampai ketinggian 600 m dpl. Sumber naskah : www.wongtaniku.wordpress.com/21/02/2013Sumber Gambar : udinphotowork.comDitulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP,13 April 2015)Alamat e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com