Suwandi (55) Perani ubi jalar di desa Wonua Jaya.Kecamatan Moramo Kab. Konawe Sealatan dengan berkebun ubi jalar diatas lahan 20 x 25 meter saja bisa mendapatkan keuntungan Rp 2 juta dalam waktu tiga bulan. Suwandi mengaku tahu tentang menanam umbi jalar dari para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang digarakkan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Moramo. Kami diajari oleh PPL bagaimana memilih komoditi yang menguntungkan dan bagaimana cara menghitung untung rugi usaha berkebun ubi’ kata Suwandi yang yang juga didampingi petugas dari BP3K Moramo. La Ida Mustari, Koordidator BP3K Moramo, Mengatakan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan keuntungan Petani ubi jalar di Moramo telah melakukan kajian ubi jalar ungu ini, kita lakukan bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sul-tra Ada lima perlakuan kajian budidaya ubi jalar ungu yang dilakaukan BP3K Moramo. Dari kelima perlaukan itu diperoleh kesimpulan yang memberikan produktivitas tinggi adalah budidaya ubi jalar ungu dengan pengunaan pupuk campuran NPK,Bokasi dan pupuk cair. Produktivitasnya mencapai 20 ton ubi jalar ungu per ha. Para petani di Kec. Moramo biasanya menanam ubi jalar tanpa pupuk dengan hasil sekitar 10 ton per ha. Harga jual petani berkisar Rp 5-10 ribu per kg. Bila per ha kebun ubi jalar menghasilkan 10 ton, maka petani bisa mendapatkan uang sebanya 50 juta. Budidaya ubi jalar ungu merupakan salah satu usaha menguntunkan bagi para petani .Silahkan anda ikut cara budidaya ubi jalar sebagai peluang bisnis sampingan yang menguntungkan walau dengan modal relatif kecil