Loading...

keuntungan sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung

keuntungan sistem tanam jajar legowo pada tanaman jagung
jagung selain untuk keperluan pangan, juga digunakan untuk bahan baku industri pakan ternak, maupun ekspor. teknologi produksi jagung sudah banyak dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengkajian lingkup badan litbang pertanian maupun perguruan tinggi, namun belum banyak diterapkan di lapangan. jajar legowo adalah suatu sistem tanam yang di disain untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peningkatan populasi tanaman dan pemanfaatan efek tanam pinggir, dimana penanaman dilakukan dengan merapatkan jarak tanaman dalam baris dan merenggangkan jarak tanaman antar legowo. ada beberapa tipe cara tanam legowo yang biasa diterapkan petani diantaranya tipe legowo (2:1), (3:1) dst. tanam legowo 2:1 berarti setiap dua baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris. untuk menggantikan populasi tanaman pada baris yang kosong, jumlah tanaman. manfaat dari tanaman jajar legowo adalah meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilasi meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal, memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air. untuk jagung, penerapan sistem jarwo lebih diarahkan pada peningkatan intensitas cahaya matahari untuk pertumbuhan optimal. sistem jarwo sendiri bisa diterapkan pada lahan sawah maupun lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah dan ketersediaan sumber air yang cukup. dalam upaya pengembangan jagung yang lebih kompetitif, diperlukan upaya efisiensi usahatani, baik ekonomi, mutu maupun produktivitas melalui penerapan teknologi mulai dari penentuan lokasi, penggunaan varietas, benih bermutu, penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan panen dan pasca panen yang tepat. dengan adanya penerapan teknologi jajar legowo pada jagung dapat meningkatkan pengetahuan dan pendapatan petani sehingga akhirnya dapat meningkatkan perekonomian para petani. selain pada tanaman padi, sistem tanam legowo ternyata juga dapat diterapkan pada pertanaman jagung. berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan, manfaat menerapkan sistem tanam legowo pada tanaman jagung adalah 1). meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal 2). memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air.3). memudahkan penanaman untuk pertanaman ii dengan sistem tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman i dipanen (khusus untuk wilayah potensial penanaman jagung 2 kali berturut-turut) sehingga menghemat periode pertumbuhan tanaman di lapangan dari hasil penanaman jagung sistem tanam jajar legowo tingkat produktivitas tanaman jagung lebih tinggi, karena dipicu adanya sela-sela ruang sehingga jagung berada dipinggir atau posisi tanam jagung menempati baris border yang membuat tanaman tetap tumbuh dengan baik. produktivitas yang diperoleh berturut-turut untuk pola, legowo 2:1, adalah 10,05 t/ha. memperhatikan hasil ini, legowo 2:1 dengan jarak tanam 25 x (70 – 100) cm 1 tanaman/lubang direkomendasikan diperbaiki untuk memberikan jumlah populasi tanaman yang lebih tinggi dan dengan efek tanaman pinggir yang lebih nyata untuk menghasilkan produktivitas yang signifikan lebih tinggi. pertanaman (ip). dimana dengan meningkatnya indeks pertanaman , maka haasil panen akan naik dan pengelolaan lahan menjadi semakin produktif.