Loading...

Keuntungan Sistem Tanam Surjan di Lahan Pasang Surut

Keuntungan Sistem Tanam Surjan di Lahan Pasang Surut
Peranan Lahan pasang surut dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan makin penting. Lahan pasang surut mempunyai peranan penting dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional serta pengembangan sistem dan usaha agribisnis, mengingat potensi arealnya luas dan teknologi pengelolaannya telah tersedia. Beberapa teknologi handal yang telah didapatkan dan diterapkan di lahan pasang surut serta varietas yang adaptif telah terbukti mampu memperbaiki kualitas dan meningkatkan produktivitas lahan pasang surut. Secara teknis, keberhasilan pengembangan lahan pasang surut untuk pertanian sebagian terletak pada sistem pengelolaan lahan dan penataan air serta pemilihan jenis komoditas dan teknik budidaya. Teknologi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian dilahan pasang surut dengan sistem surjan dan sistem tata air . Teknologi penataan lahan dan sistem surjan telah banyak diterapkan oleh petani. Sistem surjan berkembang cukup pesat di lahan pasang surut karena selain dapat mendukung usaha pertanian diversifikasi juga dapat meningkatkan pendapatan petani.Beberapa potensi bidang usaha dari komoditas unggulan yang bisa dikembangkan dilahan pasang surut dan diversifikasi komoditas, salah satunya dapat dilakukan dengan cara menerapkan teknologi penataan lahan dengan sistem surjan untuk usahatani berbasis padi + jeruk Sistem Surjan merupakan salah satu usaha penataan lahan untuk melakukan diversifikasi tanaman di lahan pasang surut. Dengan sistem surjan, lahan yang semula tergenang ditata ulang dengan meninggikan sebagian lahan membentuk sebuah galangan selebar 2 m dan tinggi 0,5 m. Di atas galangan inilah beragam tanaman buah dan palawija ditanam. Sedangkan bekas tanah yang digali untuk membuat galangan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai embung untuk cadangan air. Lahan pasang surut dapat ditata sebagai sawah, tegalan dan surjan disesuaikan tipe luapan air dan tipologi lahan serta tujuan pemanfaatannya. Secara terlihat (Tabel diatas) bahwa lahan bertipe luapan A karena selalu terluapi air hendaknya ditata sama sawah, sedangkan lahan bertipe luapan B dapat ditata sebagai sawah atau surjan.Tipe luapan C karena tidak terluapi air pasang tetapi air tanahnya dangkal dapat ditata sebagai sawah tadah hujan atau surjan bertahap dan tegalan, sedangkan untuk lahan bertipe luapan D ditata sebagai sawah tadah hujan atau tegalan dan kebun. Penataan lahan sistem surjan dalam usahatani dilahan rawa memegang peranan penting karena memiliki beberapa keuntungan.SISTEM SURJAN DAN KEUNTUNGANNYAPenataan lahan dan sistem tata air merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan pertanian di lahan pasang surut dalam kaitannya dengan optimalisasi Penataan lahan sistem surjan dalam usahatani di lahan rawa memegang peranan penting karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain : (1) intensistas penggunaan lahan meningkat, (2) beragam produksi pertanian dapat dihasilkan, (3) resiko kegagalan panen dapat dikurangi, dan stabilitas produksi dan pendapatan meningkat. Penerapan penataan lahan tersebut selain dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas lahan, juga dapat meningkatkan intensitas penggunaan lahan dan penerapan beragam pola tanam sesuai pendapatan masyarakatTujuan dilakukan sistem surjan di lahan pasang surut adalah agar dapat membagi risiko kegagalan usahatani sehingga dapat bertahan apabila tanaman padinya gagal. Dalam satu hamparan lahan dapat ditanami beragam komoditas sehingga terhindar dari kebangrutan karena hasil usaha tani tidak tergantung hanya pada satu komoditas saja seperti padi saja. Pendapatan usahatani meningkat jauh dengan penerapan pola tanam jeruk berbasis padi. Teknologi ini sudah diterapkan di wilayah rawa pasang surut seluruh Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera terutama oleh petani-petani transmigran dari Jawa dan Bali. MASALAH DI LAHAN PASANG SURUT Genangan air menjadi kendala pengembangan terutama pada lahan bertipe luapan A yang sering mengalami kebanjiran karena keadaan topografinya menyulitkan pembuangan airnya. Kemasaman tanah yang tinggi mempengaruhi keseimbangan reaksi kimia dalam tanah dan ketersediaan unsur hara dalam tanah terutama fosfat. Rendahnya tingkat kesuburan alami tanah di lahan pasang surut berkaitan erat dengan karakteristik lahannya. Lahan gambut memiliki kekurangan unsur mikro turutama Zn, Cu, dan Bo, sedangkan lahan sulfat masam umumnya memiliki ketersedian P yang rendah karena besarnya fiksasi oleh Al dan Fe menjadi senyawa kompleks. Karakteristik lahan yang menjadi masalah dalam pengembangan pertanian di lahan pasang surut meliputi: fluktuasi rejim air, beragamnya kondisi fisiko-kimia tanahnya, tingginya kemasaman tanah dan asam organik pada lahan gambut, adanya zat beracun, intrusi air garam, dan rendahnya kesuburan alami tanahnya. Penulis : Sundari. SST. BBP2TP Bogor Sumber - Rajihan. PPL BPP Kab. Belawang desa Karang Anyar Barito Kuala.2014- Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra). Kalimantan Selatan.2014 Jl. Kebun Karet Loktabat Utara Banjarbaru 70712 Telp/Faks (0511) 4772534