Loading...

Khawatir Tanaman Padi Mereka Gagal Panen, Petani Di Punnia Kendalikan Tikus Hingga Malam Hari

Khawatir Tanaman Padi Mereka Gagal Panen, Petani Di Punnia Kendalikan Tikus Hingga Malam Hari
Tikus sawah yang dalam bahasa Latinnya disebut dengan Rattus Argiventer, masih menjadi hama yang sangat berbahaya bagi pertanaman padi saat ini. Menurut informasi yang dihimpun oleh Kabardistanhorti Online bahwa tikus menjadi hama pra-panen utama penyebab kerusakan terbesar tanaman padi di Kabupaten Pinrang, pada agroekosistem dengan pola tanam intensif. Informasi tersebut dibenarkan oleh beberapa petani di Punnia, Desa Marannu, Kecamatan Mattirobulu. Sebut saja Muhammad Rais, Petani yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Kalimaja ini mengaku harus setiap malam berburu tikus di sawahnya. “Sekarang memang kita perang dengan tikus. Kalau malas membasmi tikus, bisa-bisa tidak ada yang kami panen,” katanya saat ditemui di lokasi kelompoknya, Senin (29/07/2019) malam. Malam hari yang digunakan petani untuk beristirahat, kini diisi dengan berburu tikus. Kegiatan tersebut dilakukannya sudah hampir tiga pekan. “Kami disini berburu tikus siang dan malam, jadi anggota kelompok tani yang punya kegiatan lain di siang hari, bisa bergabung untuk pengendalian tikus saat malam hari” lanjut Muhammad Rais. Mereka beramai-ramai memburu tikus di lubang persembunyian yang tersebar di pinggiran tanggul dan pematang yang memisahkan sawah dengan saluran air. Cara ini dinilai ampuh mengendalikan serangan tikus, dengan sistem empos yang berbahan belerang. Alat tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang. Jamal, SP., M.Si BPP Tiroang