Loading...

KIPRAH PENANGKAR BAWANG MERAH DI KOTA PALANGKA RAYA

KIPRAH  PENANGKAR BAWANG MERAH DI KOTA PALANGKA RAYA
Membudidayakan bawang merah bukan hal yang baru lagi bagi para petani di Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya. Sudah berkali-kali mereka sukses memproduksi bawang merah dari bermacam Varietas yang sudah beradaptasi di lahan lempung berpasir sampai lahan bergambut dalam.Namun tidak semua petani serta merta dengan mudah dinobatkan menjadi penangkar benih bawang merah, mereka harus mengikuti pelatihan penangkaran dulu. Kemudian mengikuti pelatihan pemurnian lalu mengajukan surat permohonan sertifikasi ke BPSTPH Provinsi Kalimantan Tengah untuk sertifikasi kompetensi, surat yang diajukan harus mendapat respon dari BPSBTPH (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Holtikultura) kemudian mereka melakukan pengawasan dan monitoring ke lapangan dengan sangat ketat terhadap benih bawang yang akan ditanam, proses selama budidaya hingga panen, bahkan selama penyimpanan di gudang. Berbagai aspek yang diawasi petugas BPSTPH antara lain varietas yang digunakan, produksi yang dihasilkan, presentase serangan OPT, kemurnian benih, umur panen, lama penyimpanan dan sebagainya, sampai mereka anggap layak untuk mendapatkan sertifikasi. Untuk mendapatkan surat sertfikasi itu tidak sebentar mesti menunggu sekian bulan sejak mengajukan surat untuk sertifikasi baru bisa memperoleh surat serifikasi itu dan label bawang akan naik tingkat dari label biru menjadi label ungu. Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya baru ada dua orang penangkar benih bawang merah yang aktif dan sudah bersertifikasi, semuanya berkedudukan di di Kelurahan Banturung. Tentu mereka berdua kewalahan melayani permintaan benih bersertfikasi dari dalam maupun luar daerah. Melihat hal itu Pemerintah Provinsi maupun Kota tidak tinggal diam, beberapa kali dilaksanakan pelatihan budidya bawang merah bagi petani, seperti baru-baru ini dilaksanakan SL (sekolah lapang) bawang merah untuk petani se Kecamatan Bukit Batu. Hasilnya sungguh membanggakan mereka sudah siap lahir batun untuk berusaha tani bawang merah.Diharapkan nantinya diantara beberapa orang mereka ada yang menjadi penangkar juga seperti Suroto dan Wijianto Ade yang sudah terlebih dahulu berkiprah sebagai penangkar andalan Kota Palangka Raya.Dengan demikian para petani maupun konsumen di Kota Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya, yang berminat berusaha tani bawang merah tidak perlu memesan jauh-jauh bibit bawang merah yang sudah bersertifikasi ke pulau Jawa yang tentunya memakan biaya besar, karena petani lokal sudah bisa menyediakannya. Penulis (Wiwik Rahayu, SP / Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya) Sumber Informasi : - BPSB TPH Provinsi Kalimantan Tengah. 2017- Suroto dan Wijianto Petani Bawang Merah.Kota Palangka Raya. 2017