Loading...

KLEYANG TAMBAHAN PENGHASILAN DI DESA BENOWO

KLEYANG TAMBAHAN PENGHASILAN DI DESA BENOWO
Wilayah Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo merupakan wilayah tanaman perkebunan diantarnya tanaman cengkeh. Begitu memasuki Desa Benowo tercium aroma cengkeh yang harum, hampir setiap halaman rumah sedang menjemur cengkeh. Terlihat Ibu Inayah Ketua Kelompok Wanita Tani Sidodadi sedang mengumpulkan daun cengkeh kering di kebuh cengkeh tidak jauh dari rumahnya. Ibu Inayah sehari-hari bekerja sebagai pengelola warung sekolah di SDN Benowo, selain itu beliau juga berkebun. Jika musim panen cengkeh seperti sekarang bulan Juli – September bu Inayah disibukkan dengan memanen cengkeh kemudian dilanjutkan mengumpulkan daun cengkeh kering , mereka biasa menyebutnya KLEYANG.Desa Benowo terletak di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dengan ketinggian 850 dpl. Ketika melihat ke bawah akan terlihat deretan pegunungan yang indah, salah satu namanya Gunung Manggul. Gunung Benowo terlihat menjulang tinggi dari Desa Kaliurip ibu kota Kecamatan Bener, Desa Benowo sendiri terletak diatas Gunung Manggul, maka Desa Benowo bagaikan Negeri Di Atas Awan.Desa Benowo merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Bener yang tidak memiliki lahan sawah. Masyarakat mengandalkan hasil perkebunan dan hortikultura sebagai mata pencaharian, karena hanya memiliki tegalan, hutan rakyat dan hutan pemerintah. Tanaman perkebunan yang diusahakan atara lain : cengkeh, kopi, kakao dam aren. Tanaman Hortikultura yang diusahakan : Jahe, Kencur, temu lawak. Tanaman kehutanan yang diusahakan : sengo, sedangkan hasil hutan selain kayu, aren dan minyak atsiri. Tanaman cengkeh mempunyai tempat istimewa dihati petani Benowo. Varietas yang ditanam umumnya Cengkeh Zanzibar, umur tanaman rata-rata sudah mencapai 50 tahun. Satu pohon cengkeh akan menghasilkan cengkeh sekitar 10 kg. Pemanenan cengkeh dilakukan beberapa tahap disesuaikan dengan tingkat kematangan cengkeh. Setelah buah cengkeh habis dipanen, daun-daun kering berguguran oleh karena itu disebut KLEYANG atau melayang. Karena kleyang laku dijual, oleh karena itu kleyang dikumpulkan dan dijual. Semboyan mereka "Ben wae latare ora resik asal kebonanne resik" " Biarlah halaman rumah kotor asalkan kebunnya bersih" Rendemen cengkeh basah menjadi kering 30%, harga cengkeh kering Rp 200.000,-/kg. Harga kleyang Rp 3.500,-/kg. Kleyang dsuling menjadi minyak atsiri. Minyak atsiri dijual ke pedagang besar atau pabrik Jogjakarta. Di Benowo ada dua tempat atau 2 orang yang melakukan penyulingan daun cengkeh. Jika satu KK memiliki 50 batang pohon cengkeh, sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dalam satu tahun, walaupun cengkeh panen satu kali dalam satu tahun, namun daunnya juga laku dijual. Setelah dihitung-hitung pada luas lahan yang sama, penghasilan petani cengkeh melebihi hasil padi sawah yang panen 2x setahunSatu hal yang harus diperhatikan adalah regenerasi pohon cengkeh, agar pohon yang sudah tua dan sudah tidak produktif lagi bisa digantikan dengan pohon yang baru. Serta semboyan membiarkan halaman rumah kotor juga harus diluruskan, "Kebun bersih halaman juga bersih". Karena kebersihan adalah pangkal kesehatan. Pendapatan petani sebenarnya bisa diperoleh dari apa saja asalkan petani itu punya kemauan untuk melakukan aktivitas,oleh karena perlu kita syukuri bersama dengan adanya kleyang petani bisa memperoleh pendapatan.Oleh : Hasari Wara P,STPBPP Kecamatan Bener DINPPKP Purworejo