Kepala Lapas Kelas II B Singaraja-Bali, Mut Zaini A.Md IP, S.Sos.Msi, kembangkan Azolla Microphylla berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang berlokasi di lahan BPP Kecamatan Buleleng, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Tanaman azolla merupakan jenis tumbuhan paku-pakuan yang hidup di permukaan air. Tanaman azolla memiliki banyak kandungan, seperti protein, asam amino, vitamin, mineral, fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Tanaman azolla dapat digunakan sebagai pupuk hijau di lahan sawah maupun di lahan kering. Protein tinggi dan kandungan asam amino tinggi membuat tanaman azolla cocok untuk digunakan sebagai pakan ikan, ternak, dan unggas. Dari beberapa jenis azolla, hanya Azolla Microphylla yang memiliki manfaat paling besar dibanding dengan jenis yang lainnya. ada beberapa manfaat dari Azolla Microphylla yaitu : Mengurangi Penggunaan Pupuk Urea. Penggunaan tanaman azolla sebagai penekan penggunaan urea sangat memungkinkan. Hal ini dikarenakan kemampuan tanaman azola untuk menghasilkan unsur Nitrogen yang siap di serap oleh tanaman. Unsur Nitrogen yang diberikan oleh tanaman azolla ini mampu mengurangi penggunaan urea mencapai 50%. Selain dapat menghemat penggunaan pupuk urea, pemberian tanaman azolla dengan dikombinasikan pemberian pupuk urea juga dapat meningkatkan hasil panen padi sampai dengan 6,4 ton/ha. Hal ini dikarenakan pemberian pupuk urea di masa vegetatif dapat memenuhi kebutuhan unsur nitrogen. Penggunaakn azolla juga berperan dalam menyediakan unsur nitrogen dalam jangka waktu yang lama untuk tanaman padi. Dengan begitu, tanaman padi pun terpenuhi akan kebutuhan unsur nitrogennya Bahan Dasar Pupuk Kompos. Tanaman azolla ini dapat dijadikan sebagai bahan dasar kompos karena memiliki kandungan unsur hara yang cukup lengkap baik makro maupun mikro. 3. Digunakan Sebagai Pakan Ikan. Pada tanaman azolla mengandung protein mencapai 23 – 30% dan juga mengandung asam amino esensial yang lengkap. Kandungan ini sangat baik untuk pertumbuhan ikan sehingga memungkinkan untuk dijadikan pakan ikan. Pemberian tanaman azolla untuk pakan ikan dapat di berikan dalam bentuk segara atu di formulasikan dengan bahan lain menjadi pelet. Jenis ikan yang dapat diberi pakan azolla merupakan ikan herbivora seperti ikan gurami, mas, nila, tawes, karper, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan tanaman azolla sebagai pakan ikan tentu dapat menekan biaya produksi. Digunakan Sebagai Pakan Ternak. Kandungan protein kasar yang cukup tinggi pada tanaman azolla yaitu berkisar antara 23 – 30%, sehingga tanaman azolla cocok untuk dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak. Azolla dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak khususnya itik, ayam, kambing, maupun sapi. Selain untuk pupuk dan media tanam, Azolla Microphylla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 – 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini bearti penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik. Sama seperti untuk pakan itik, jika dimanfaatkan untuk pakan ikan, Azolla Microphylla bisa diberikan secara langsung dalam keadaan segar. Boleh juga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi tepung. Tepung azolla ini, selanjutnya digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan. Cara budidaya Azolla microphylla secara vegetatif (bibit anakan) adalah sebagai berikut: Siapkan bibit Azolla Microphylla Siapkan kolam, petakan sawah atau bak plastik, bisa juga dengan menyiapkan kolam terpal atau bak semen, isi dengan tanah dengan ketinggian sekitar 3-5 cm kemudian genangi air setinggi 5-7 cm. Tambahkan pupuk SP 36 dengan takaran 6,5 gr/m2 Tebarkan bibit Azolla microphylla dengan jumlah penebaran 50-70 gr/m2. Tunggu selama dua minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air jangan sampai kering. Jika Azolla Microphylla sudah tumbuh menutupi permukaan air, selanjutnya siap dipanen. ( Penulis : Shinta Istihsan SP dan Ketut Widnya, SP - Penyuluh Pertanian Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali ).