Loading...

KOLABORASI PT PERTANI (PERSERO) DENGAN PPL KECAMATAN GRUJUGAN dalam MENDUKUNG KOSTRA TANI

KOLABORASI PT PERTANI (PERSERO) DENGAN PPL KECAMATAN GRUJUGAN dalam MENDUKUNG KOSTRA TANI
Dalam kegiatan inovasi teknologi dan pengenalan produk, Penyuluh Pertanian dan PT Pertani (Persero) berkolaborasi dalam upaya mendukung Kostra tani. Salah satu kegiatannya adalah pelaksanaan demplot jagung hibrida dilokasi kelompok tani Usaha Daya 6 desa wanisodo kecamatan grujugan kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan demplot yang dilaksanakan ini adalah benih jagung hibrida varietas JH 27 milik PT Pertani (persero). Konsep demplot yang dilaksanakan adalah dengan pendekatan PTT. Budidaya jagung dengan pendekatan PTT diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Pendekatan PTT dalam budidaya jagung yang menekankan pada penggunaan varietas unggul bersertifikat VUB, pengelolaan tanaman, lahan, air dan organisme pengganggu tanaman secara terpadu dengan mempertimbangkan hubungan sinergis dan komplementer antar komponen teknologi dan sumberdaya setempat / spesifik lokasi. Pagi ini tanggal 16 maret 2020 telah dilakukan Ubinan Jagung Hibrida Varietas JH 27 dengan Demonstator Rudi Hartono. Dalam kegiatan ini hadir BPK Nono kepala PT Pertani (Persero) area Bondowoso dan Staf, Penyuluh Pertanian Kec. Grujugan serta POPT kec. Grujugan dan petani Kelompok Tani Usaha Daya 6 Desa Wanisodo. Berdasarkan identfikasi permasalahan yang ada dilapangan, bahwa Rakitan Teknologi Anjuran yang dilaksanakan dalam kegiatan demplot adalah fokus pada Penggunaan Benih Unggul dan Pemupukan Berimbang. Rakitan teknologi yang digunakan dalam Demplot adalah Benih Jagung Hibrida Varietas JH 27 dengan pemupukan NPK 50 kg, Urea 75 kg, ZA 25 Kg dan penanaman dengan jarak tanam 65 cm x 25 cm. Bpk Nono menyampaikan syukur Alhamdulillah Jagung Varietas JH 27 tumbuh dengan baik dan dengan hasil ubinan ukuran 2.5 m x 2.5 m mendapatkan hasil 8.069 kg. dan harapan bapak Nono selaku Pemilik Benih iyalah dapatnya Varietas ini diterima oleh petani sebagai acuan agar produksinya meningkat sehingga mendukung Kostra Tani dan mengurangi impor. Tatik Arbaiyah Ngatimin selaku PPL desa wanisodo menyambut penuh atas hasil yang diterima walaupun dalam pemeliharaanya hamper 25% tanaman jagung tersebut terserang ulat Grayak. Ulat ini tidak berbulu dan biasa disebut oleh petani sebagai ulat tentara karena menyerang dengan populasi tinggi. Siklus hidup ulat grayak dapat berlangsung dari 32 – 46 hari. dengan pengendalian PTT Alhamdulillah hama tersebut dapat teratasi. Dengan kegiatan demplot yang dilaksanakan, petani dapat langsung melihat Varietas JH 27 ini hasil produksinya bagaimana dan mempraktikkan inovasi teknologi ini sesuai anjuran, sehingga diharapkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam pelaksanaan budiadaya. Selain itu, dengan kegiatan demplot tersebut dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman jagung di desa wanisodo.