Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi guna mewujudkan swa sembada pangan dan kedaulatan pangan. Berbagaiu upaya dilakukan dengan memberikan stimulan kepada seperti perbaikan jaringan irigasi, jalan usahatani, pemberian sarana produksi, bantuan hand traktor, mesin panen (combine harverter) dan alat tanam (transplanter). Semua stimulan tersebut secara simultan diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan khususnya padi. Dalam rangka mempertahankan produksi dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Kementerian Kominfo melaksanakan Edukasi Fasilitasi Petani Go Online. Kegiatan Fasilitasi Petani Go Online ini dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 18 Juli 2018 berempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu. Hadir pada kegiatan tersebut 100 petani dari Kecamatan Tukdana, Widasari dan Bangodua, Tim Kementerian Kominfo, Camat Bangodua dan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian. Kepala Bidang Penyuluhan, Sutanto Jaya, S. Hut menjelaskan bahwa usahatani yang kita kelola harus mampu menghasilkanpadi yang optimal, sehingga mampu menghidupi keluarganya. Untuk meningkatkan produksi ini salah satunya dengan menerapkan teknologi. Di jaman perkembangan teknologi informasi yang modern ini, petani dituntut untuk mampu berinteraksi dengan teknologi informasi, teknologi yang dibutuhkan petani dengan mudah dicari. Begitu juga dengan pemasaran, petani dapat menjualnya secara online. Oleh karena itu kedepan petani harus melek teknologi. Untuk mampu bertransaksi secara online modal yang harus dimilikinya adalah kejujuran, karena apa yang kita perdagangkan barangnya tidak kasat mata, hanya berupa foto dan spesifikasi. Sementara itu Kasi Perdagangan Kementerian Kominfo, Lina Wardiya menerangkan Kementerian Kominfo telah bekerja sama dengan Kementan, Perbankan, Operator, meluncurkan program Petani Go Online. Aplikasi yang memudahkan petani untuk mengakses permodalan dan kebutuhan lainnya. Ada aplikasi Tani Hub, Pantau Harga, Lima Kilo dan Nurbaya.Selain itu dijelaskan pula ada beberapa isu yang dihadapi para petani mulai dari infra struktur, permodalan, pra produksi, produksi dan pemasaran. Permasalahan di aspek permodalan antara lain kurangnya akses permodalan, subsidi bagi petani yang kurang tepat, jaminan asuransi yang terbatas pada beberapa komoditas. Permasalahan di pra produksi adalah akses mendapatkan informasi iklim dan kalender tanam yang masih terbatas. Pada aspek produksi maasih kurangnya aksesinformasi untuk mendapatkan informasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Egitu juga dengan aspek pemasaaran informasi perkembangan harga yang sulit, adanya pedagang pengumpul dan harga yang berfluktuatif. Khususnya dalam masalah permodalan Kementerian Kominfo telah bekerjasama dengan CROWDE untuk membantu permodalan petani.CROWDE adalah suatu lembaga yang menghubungkan petani dengan dan pemodal dan permodalan usahatani untuk semua orang. CROWDE punya visi kesejahteraan petani akan semakin meningkat. Skema kerja sama yang ditawarkan CROWDE adalah sistim pembagian hasil setelah panen sesuai proporsi yang petani inginkan. Bagi hasil bisa 50 : 50, 60 : 40 atau 70 : 30. Sistim pinjaman dapat diajukan dengan persenan yang petani inginkan seperti 15 persen selama 6 bulan yang dikembalikan diakhirbulan ke 6 dengan beserta modal yang dipinjam. Ketentuan dalam kerja sama CROWDE usahatani tidak lebih dari 6 bulan, pembiayaan untuk budidaya dan pemasaran, dan digunakan untuk modal berjalan.Mekanisme dalam kerja sama CROWDE, petani mengajukan proposal dan proposal tersebut dievaluasi kelayakannya. Setelah proposal tersebut dianggap layak, disampaikan ke pemodal untuk menanamkan modalnya. Pemodal menanamkan modal melalui CROWDE dan oleh CROWDE modal tersebut didistribusikan ke toko saprodi. Petani mendapatkan saprodi dari tokoyang telah ditunjuk CROWDE. Hasil panen petani dibeli oleh pasar / pengumpul. Pasar / pengumpul membayar hasil panen dan menyerahkan pembayarannya ke CROWDE. Setelah diperhitungkan dengan modal pinjaman, sisa hasil keuntungan diberikan ke pemodal dan petani. Pemodal yang menanam modalnya berasal dari berbagai kalangan seperti ASN, ABRI, TKI, nelayan, pengusaha. Adapun persyaratan petani yang dapat bekerja sama dengan CROWDE adalah petani yang sudah berpengalaman, hanya membutuhkan dana sedangkan pasar sudah ada, melebarkan usaha yang sudah adaatau menghidupkan kembali usaha yang telah ditinggalkan, bersifat terbuka untuk mengembangkan usaha serta amanah dan bertanggung jawab.Motto dari CROWDE membawa perubahan di setor pertanian Indonesia dengan semangat gotong royong. Selain itu semangatnya adalah uang kami adalah amanah yang hanya kami percayakan kepada petani yang terbaik dan terpilih. Penyusun : EDI HARNADI - Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu