Di hari Minggu legi (22-4-2018), selepas merayakan hari Kartini kepada rekan rekan PPL di BPP BENUA LIMA BARTIM KALTENG, saya menyempatkan melaksanakan Identifikasi Potensi Wilayah ke salah satu Kelompok Tani yang ada di WKPP TANIRAN Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur yakni Kelompok Tani Taniran Maju yang di ketuai oleh bapak Sudarto, untuk menempuh lokasi lahan kelompok tani Taniran Maju saya menempuh waktu kurang lebih setengah jam perjalanan dari Balai Penyuluhan Pertanian Benua Lima Kabupaten Barito Timur KALTENG, melewati jalan Hauling tambang batubara PT.ADARO Indonesia yang kebetulan hari Minggu legi ini cuaca terik dan berdebu, dengan mengendarai roda dua saia melewati beberapa titik jalan usaha tani yang tergenang air hujan sisa hujan tadi malam dengan ketinggian air 50-100 cm, dan syukur Alhamdulillah saia sampai di lokasi kelompok tani Taniran Maju pukul 13.00 WIB,serta sudah ditunggu oleh bapak Sudarto selaku ketua kelompok tani Taniran Maju, terdapat beberapa komoditi unggulan yang di budidayakan oleh kelompok tani ini antara lain, budidaya sengon varietas sengon laut, kacang hijau yang diintegrasikan (tumpang sari ) dengan komoditi perkebunan karet, ternak ayam buras, semangka serta komoditi biofarmaka jahe merah Di dalam melaksanakan anjangsana dan peninjauan lokasi saia menyempatkan berdiskusi dengan pak Sudarto mengenai kendala kendala serta tantangan di dalam budidaya yang ada di kelompok tani antara lain pembuatan parit & galangan untuk mendukung pertanaman dengan kondisi tanah berpasir, Alsintan handtractor dan Cultivator untuk membantu olah tanah persiapan lahan, pembuatan embung dan sumur bor untuk mendukung irigasi Pertanaman musim tanam April - September (musim kemarau) sehingga budidaya pertamanan dapat berlangsung sepanjang tahun, sehingga dari kelompok tani berharap semoga dari pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memfasilitasi sarana dan prasarana bagi keberlangsungan aktivitas budidaya kelompok tani Identifikasi potensi wilayah pada kelompoktani Taniran maju tentang penerapan Teknologi Budidaya Tanaman di Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur merupakan tugas penyuluh dalam rangka mendapatkan informasi mengenai teknis teknologi budidaya komoditas tanaman semusim Tahun 2018/ 2019 sebagai hasil akhir dari observasi lapangan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan . Identifikasi potensi wilayah (IPW) ini memuat teknik budidaya tanaman di Kelompok Tani Taniran Maju , Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur yang meliputi pengolahan lahan, penggunaan benih, penanaman, pemupukan, perlindungan tanaman, pengairan dan pemanenan.Komoditas hortikultura merupakan komoditas potensial yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan wilayah pemasaran yang luas. Luas wilayah Kelurahan Taniran dengan keragaman agroklimatnya memungkinkan perkembangan berbagai jenis tanaman baik tanaman hortikultura tropis maupun tanaman hortikultura subtropis. Salah satu aspek pendukung pengembangan hortikultura adalah adanya investasi yang melibatkan berbagai pihak, baik CSR PERUSAHAAN contohnya PT. ADARO INDONESIA, instansi pemerintah, swasta dan masyarakat tani untuk melaksanakan serangkaian kegiatan yang saling terkait. Produk hortikultura , perkebunan dan palawija Kelompoktani Taniran Maju saat ini baru mampu memasok kebutuhan pasar dalam Kecamatan Benua Lima dan masih sedikit yang di pasarkan ke Kabupaten . Sistem produksi di lokasi yang terpencar, skala usaha sempit dan belum efisien serta jumlah produksi yang terbatas menjadi penyebab utama produk Kelompoktani Taniran Maju kurang kompetitif di pasaran apalagi bila produk dari luar masuk . Hal penting yang juga dituntut oleh pasar adalah mutu produk yang aman konsumsi yang dihasilkan dari budidaya ramah lingkungan.Upaya pengembangan hortikultura yang ramah lingkungan dan aman konsumsi dapat dijalankan melalui penerapan budidaya yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP) dan Standard Operation Procedure (SOP). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/OT.140/ 10/ 2009 tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang baik (Good Agriculture Practise for Fruit and Vegetables), tujuan dari penerapan pedoman budidaya buah dan sayur yang baik adalah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi, meningkatkan efisiensi produk, efisiensi penggunaan sumber daya alam, mempertahankan kesuburan tanah, kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan, mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan, keselamatan dan keamanan diri dan lingkungan, meningkatkan daya saing dan peluang penerimaan oleh pasar , memberi jaminan keselamatan terhadap konsumen dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pada akhirnya kami selaku PPL dari jajaran BPP Benua Lima serta Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur berharap kedepannya Kelompok Tani Taniran Maju dapat lebih maju serta lebih produktif dengan dukungan dari berbagai pihak. PEWARTA LUKMANUL CHAKIM / PP. MUDA BARTIM KALTENG lukman23son@gmail.com