Loading...

KOMPONEN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU JAGUNG

KOMPONEN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU JAGUNG
Sebagai bahan pangan utama kedua setelah beras. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga sangat banyak digunakan sebagai bahan pakan dan juga bahan baku industri. Tak heran kebutuhan jagung nasional setiap tahunnya akan terus meningkat. Upaya memenuhi kebutuhan jagung nasional terus dilakukan, diantaranya melalui pengembangan beragam inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan beragam inovasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung. Inovasi tersebut adalah Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung, atau lebih dikenal dengan PTT Jagung. PTT adalah pendekatan dalam pengelaolaan lahan, air, tanaman, organism pengganggu tanaman (OPT), dan iklim secara terpadu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan kelestarian lingkungan. Dalam pendekatan PTT jagung, terdapat beberapa komponen teknologi usahatani jagung, mulai dari budidaya hingga penanganan pasca panen. Dalam pendekatan PTT terdapat dua komponen teknologi, yaitu komponen dasar, dan komponen pilihan. Komponen DasarKomponen teknologi dasar, adalah komponen teknologi yang relative dapat berlaku umum di wilayah yang luas. Yang termasuk pada komponen teknolgi dasar antara lain:• Varietas unggulVarietas unggul jagung dapat berupa varietas hibrida, komposit atau bersari bebas. Pemilihan varietas unggul yang tepat akan sangat berpengaruh pada peningkatan produktivitas dan pengendalian hama penyakit. Penentuan vairetas yang akan digunakan dengan memperhatikan kesesuaian dengan kondisi tanah, iklim, serta sesuai dengan keinginan petani dan pasar setempat. Beberapa varietas unggul jagung komposit yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian diantaranya: Gumarang, Lamuru, Sukmaraga, Srikandi Kuning 1, Srikandi Putih 1, dan Anoman 1. Dan beberapa verietas jagung hibrida yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian diantaranya: Semar (4-10), Bima 1, Bima 2 Bantimurung, dan Bima 3 Bantimurung.• Benih bermutu dan sehatBenih bermutu memiliki jaminan berupa sertifikat. Benih bersertifikat umumnya memiliki daya tumbuh yang baik. Penggunaan benih bermutu akan menghasilakn tanaman dengan pertumbuhan serentak (umumnya 4 hari setelah tanam). Penggunaan benih bermutu dapat menghindari penyulaman yang tentu saja akan bepengaruh pada produktivitas tanaman. Untuk menjamin kesehatan benih, sebelum ditanam, sebaiknya benih diberikan fungisida metalaksil, yang bertujuan untuk mencegah perkembangan bulai (penyakit utama tanaman jagung). Takaran metalaksil yang diberikan sebanyak 2 gram dan 10 ml air untuk setiap 1 kg benih. • Populasi tanamanPopulasi tanaman adalah jumlah tanaman pada luas lahan tertentu. Idealnya, jumlah populasi tanaman jagung untuk setiap hektarnya adalah 66.600 tanaman. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 75 cm x 20 cm dengan jumlah biji satu per lubang tanam, atau dengan jarak 75 cm x 40 cm dengan 2 biji perlubang tanam. • Pemupukan berimbangPemupukan dilakukan untuk menunjang kebutuhan hara bagi tanaman. Pupuk yang diberikan berupa pupuk organik dan an prganik. Takaran pupuk yang diberikan seharusnya disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah di lokasi setempat. Untuk menentukan kebutuhan hara tanaman jagung, khususnya kebutuhan unsur N, diantaranya dapat dilakukan dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). • Saluran drainaseSebagai tanaman yang rentan terhadap kelebihan dan kekurangan air, penting diperhatikan pengelolaan saluran drainase pada pertanaman jagung. Pada lahan kering, jangung umumnya diusahakan pada musim hujan, sehingga sangat memungkinkan akan terkena kelebihan air. Untuk itu, perlu dibuat saluran drainase dalam jumlah memadai. Untuk menekan biaya, pembuatan saluran dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan tanaman. Komponen PilihanKomponen teknologi pilihan, yaiyu komponen teknologi yang lebih bersifat spesifik lokasi. Yang termasuk komponen teknologi pilihan diantaranya:• Penyiapan lahan tanpa olah tanah (TOT)• Pemberian bahan organik• Penyiangan dengan herbisida atau manual• Pengendalian hama penyakit/ organisme pengganggu tanaman• Penanganan panen dan pasca panen Sumber: Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian. 2008. Panduan Umum Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung. Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)Email: ume_humaedah@yahoo.com