Loading...

KOMPOS ORGANIK

KOMPOS ORGANIK
Cara membuat kompos dari sampah organik memang bisa dikatakan tidak sulit. Dimana sampah ini dibusukan dalam waktu yang lama dan hasilnya bisa menjadi pupuk. Manfaat pupuk nkompos sendiri untuk tanaman diantranya menekan pertumbuhan /menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman serta meningkatkan kesuburan tanah. Memperbaiki struktur tanah, meningkatkan jumlah panendan ketersediaan unsur hara di dalam tanah dan lainya. Meskipun kompos dlam pembuatannya nampak sederhana, namun pada prakteknya di masyarakat tak semudah yang diucapkan. Bahan bahan Dalam membuat kompos dari sampah organik caranya cukup mudah serta menggunakan alat-alat yang sederhana. Dalam pengolahan pupuk kompos kita memerlukan bahan sampah organik seperti daun gugur,rumput, sisa sayuran sampah dari sisa pertanian (jerami padi dan lain lain). pupuk kandang yakni kotoran kambing atau kotoran sapi. gula EM4, yang telah banyak tersedia di toko pertanian. Cara pembuatan pupuk kompos Mulai dahulu menyiapkan sampah organik yang sudah disiapkan seperti jerami, dedaunan, dan sampah orgaik lainnya. Dipotong hingga berbentuk kecil kecil, semakin ukuran kecil semakin baik, lantaran berpengaruh pada cepatnya proses pembusukan Selanjutnya campurkan bahan bahan yang telah dipotong kecil kecil dengan pupuk kandang, pupuk kandang yang mudah digunakan yakni kotoran kambing atau kotoran sapi. Campurkan dengan sampah organik dengan ukuran komposisi 3;1 Kemudian siapkan setengah gelas larutan gula atau 100ml(dapat dibuat dari gula pasir dan juga air biasa) menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang telah ada. Selanjutnya siapkan 10ml larutan EM4 Bahan sampah organik yang telah dicampur dengan kotoran ternak lalu disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan sampai merata hingga bahan menjadi basah ataupun lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah. Untuk bahan pupuk kompos yang telah selesai dicampur, kemudian bisa dimasukan kedalam wadah, dapat menggunakan bak penampungan,ataupun menggunakan plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siyap digunakan yakni 2-3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan bahan tersebut di bolak balik dan percikan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah. Agar mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjuatan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara berkelanjutan dan juga sampah organik tidak perlu dibuang. Karena kita telah dapat mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos. CARA APLIKASI Menggali lubang di sekitar tanaman yang akan kita berikan pupuk, dan setelah lubang tersebut jadi maka kita masukkan komposnya dan setelah selesai lubang tersebut kita tutup kembanli dengan tanahproses pemupukan tidak perlu dilakukan setiap beberapa waktu sekali. Karena penggunaan pupuk diperlukan jika memang kondisi tanaman terlihat memerlukan tambahan makanan dan pada saat itu makanan tambahan berupa pupuk kita berikan. Penulis : Panggih Triatmiko, SP BPP PETUNG KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA