Komunikasi secara umum diartikan sebagai pernyataan antar manusia, baik secara perorangan maupun kelompok dengan menggunakan lambang/bahasa tertentu yang mempunyaai arti. Dalam proses penyuluhan komunikasi menjadi sangat penting sebagai dasar seorang penyuluh pertanian dalam menyampaikan pesan kepada para petani dan keluarganya. Sedang pengertian penyuluhan adalah sistem pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya dengan tujuan agar mereka mau dan mampu berswadaya memperbaiki/ meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Terkait dengan hal tersebut komunikasi penyuluhan dapat dimaknai sebagai sebagai pernyataan antar manusia, baik secara perorangan maupun kelompok yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dengan menggunakan lambang/bahasa tertentu. Proses komunikasi dalam kegiatan penyuluhan tidak semata-mata berpindahnya pesan dari komunikator ke sasaran/komunikan, tetapi bagaimana pesan tersebut dapat diterima, dimengerti oleh sasaran sehingga timbul kesadaran yang berlanjut ke minat, keinginan untuk mempertimbangkan dan mencoba hingga menerapkan pesan yang disampaikan oleh komunikator tersebut dengan kesadaran sendiri. Dalam kegiatan penyuluhan memungkinkan terjadinya beberapa bentuk komunikasi yaitu komunikasi antar perorangan, kemunikasi kelompok dan komunikasi massa, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut. Komunikasi antar perorangan, atau komunikasi antar individu dalam kegiatan penyuluhan dikenal sebagai kegiatan tatap muka perorangan. Komunikasi ini biasanya dilakukan secara akrab, dan terbuka. Komunikasi kelompok dalam kegiatan penyuluhan dikenal sebagai kegiatan tatap muka kelompok/gabungan kelompok, di masyarakat pedesaan dirasakan lebih efektif dan sangat bermanfaat terutama dalam menjalin kerjasama dan silaturahmi, Komunikasi massa. dalam kegiatan penyuluhan dikenal sebagai kegiatan penyuluhan secara massa, komunikasi ini dilakukan dengan jumlah komunikan/sasarn dalam jumlah yang relatif banyak.dan beragam baik dalam pengetahuan, keterampilan, pendidikan, umur maupun pengalamannya. Menurut Soekartawi (1988), komunikasi massa biasanya digunakan untuk menggugah emosi seseorang atau hanya sekedar memberi penjelasan/penyebaran informasi agar sasaran/komunikan mengerti/memahami. Hal-hal yang mempengaruhi hasil komunikasi penyuluhan Berbagai macam penyebab berhasil tidaknya hasil komunikasi penyuluhan yaitu: 1) keadaan pribadi sasaran; 2) keadaan lingkungan fisik; 3) keadaan sosial dan budaya masyarakat dan 4) keadaan dan macam aktivitas kelembagaan yang tersedia dan menunjang kegiatan penyuluhan. Masing-masing dapat diuraikan sebagai berkut. Keadaan pribadi sasaran, yang perlu diperhatikan dapa diri sasaran adalah ada tidaknya motivasi pribadi sasaran penyuluhan dalam melakukan perubahan. Keadaan lingkungan fisik, langsung atau tidak langsung mempengaruhi hasil penyuluhan. Lingkungan fisik tersebut antara lain kondisi geografis alam sebagai sumber daya alami yang tersedia, kondisi teknologi untuk penerapan hasil penyuluhan. Keadaan sosial dan budaya masyarakat, mempengaruhi hasil penyuluhan, karena pengambilan keputusan tidak selalu dapat dilakukan sendiri oleh petani sasarn namun ditentukan oleh lingkungan sosial dan budaya. Keadaan dan macam aktivitas kelembagaan yang tersedia, berpengaruh pada hasil penyuluhan makin kondusif keadaan masyarakat petani, maka hasil penyuluhan akan lebih baik, demikian juga makin banyak aktivit hasil penyuluhan akan lebih baik, demikian juga makin banyak aktivitas kelembagaan yang tersedia maka hasil penyuluhan makin besar. Materi yang disampaikan dalam komunikasi penyuluhan Materi yang disampaikan dalam komunikasi penyuluhan dipilih sesuai kebutuhan dan dapat memecahkan masalah. Materi penyuluhan yang baik adalah yang dapat diterima,, dimanfaatkan dan diaplikasikan, yaitu: 1) sesuai tingkat kemampuan sasaran penyuluhan; 2) tidak bertentangan atau sesuai/selaras dengan adat atau kepercayaan yang berkembang di wilayah setempat; 3) bersifat praktis, mudah dipahami dan diaplikasikan sesuai tingkat pengetahuan; 4) berkesan dan dapat dimanfaatkan dengan hasil nyata.. Sumber :1)Ir. Lucie Setiana, MP, Teknik Penyuluhan danPemberdayaanmasyaraka, 2005; 2) Dihimpun dari berbagai sumber. Sumber gambar:pribadi/Sri Puji Rahayu