Loading...

KONSOLIDASI PENYULUH DAN GAPOKTAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM UPSUS PAJALE DI KABUPATEN BOYOLALI

KONSOLIDASI PENYULUH DAN GAPOKTAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM UPSUS  PAJALE  DI KABUPATEN BOYOLALI
Dalam rangka mendukung program Upaya Khusus Pencapaian Program Swasembada Pangan Padi Jagung Kedelai (PAJALE) Kabupaten Boyolali mengadakan acara Konsolidasi Penyuluh dan Gapoktan tahun 2015 di halaman Kantor BKP3 Kabupaten Boyolai jl. Nusantara, Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali pada tanggal 18 Maret 2015. Kegiatan ini dihadiri Bupati Boyolali, Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Boyolali, Kepala Kodim, Berwakilan dari BPPSDMP Kementrian Pertanian, Ketua Gapoktan Seluruh Kabupaten Boyolali sejumlah 264 Gapoktan dan Seluruh Penyuluh PNS dan THL TBPP Kabupaten Boyolali. Acara dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Boyolali Ir. Juwaris, MSi, dilanjutkan Sambutan dari Bupati Boyolali Bapak Drs. Seno Samodro dan Paparan dari Kepala BPPSDMP Kementrian Pertanian. Kegiatan ini merupakan ajang mempertemukan seluruh Gapoktan di Boyolali dengan Penyuluh Pertanian beserta Dinas Instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan Program Upsus Pajale. Dari pertemuan ini Gapoktan dan Penyuluh sepakat dan siap untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini untuk tercapainya Swasembada Pangan dan Kedaulatan Pangan di Kabupaten Boyolali.Kedaulatan Pangan meliputi Ketahanan Pangan, Pengaturan Kebijakkan Pangan dan Daulat Pangan dalam hal mampu melindungi dan mensejahterakan pelaku/petani. Disampaikan juga oleh perwakilan dari BPPSDMP bahwa langkah Pemerintah dalam Program UPSUS ini antara lain : 1. Perbaikan/pembangunan jaringan Irigasi, 2. Menghentikan Konservasi Lahan yang produktif, 3. Memulihkan kesuburan tanah dengan mengaktifkan pabrik pupuk organik, 4. Membangun gudang-gudang lumbung pangan dari APBN maupun APBD.Lima Strategi pemerintah : 1. Penyediaan Pangan dengan penguatan Produksi, 2. Peningkatan Kualitas Pangan Distribusi Pangan dan Aksebilitas Pangan, 3. Perbaikan Kualitas Pangan dan Konsumsi dan peningkatan gizi Masyrakat, 4. Mitigasi terhadap gangguan pangan, 5. Peningkatan Kesejahteraan para pelaku.