Bupati Gunungkidul sangat mengapresiasi atas semangat Pokdarwis Gogor Park yang secara aktif dengan ikut memperkenalkan Kecamatan Patuk pada khususnya dan Kabupaten Gunungkidul pada umumnya hingga gaungnya terdengar ke suluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri, demikian kata sambutannya dalam pembukaan "Kontes buah Durian" yang diselenggarakan diLokasi Wisata Alam Gogor Park Desa Salam Kecamatan Patuk pada hari Minggu tanggal 3 Desember 2017.Kebun bunga Amarylis yang baru-baru ini telah menyemarakkan dunia maya hingga mampu mendatangkan ribuan pengunjung dalam waktu hampir 1 bulan, pelopor kebun bibit bunga matahari dan kali ini penyelenggaraan Kontes buah Durian untuk Kabupaten Gunungkidul semua berada di Kecamatan Patuk, karena semua potensi tersebut hanya terdapat di Kecamatan Patuk. Oleh karena itu pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul akan memprioritaskan pembangunan yang ada di Kecamatan Patuk, meskipun saat ini di Gunungkidul baru saja dilanda musibah akibat Badai Cempaka pada tanggal 28 November lalu yang memporak porandakan ribuan hektar tanaman pangan, puluhan ribu unggas, puluhan ekor ternak sapi dan kambing mati, banyak rumah yang rusak juga hanyut serta banyak infra struktur yang rusak, kata Bupati Gunungkidul Hj.Badingah,Ssos dengan nada sedih.Kecamatan Patuk yang secara geografis terletak di pintu gerbang Kabupaten Gunungkidul dari arah kota Yogyakarta, merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan komoditas hortikultura. Oleh karena itu tanaman durian akan diperluas sekaligus penggantian tanaman yang sudah tua, khususnya dengan varietas unggul lokal seperti " Kencono Rukmi" yang memiliki warna daging buah orange kekuningan ( jingga), aroma lembut, ketebalan daging buah sedang ( 0,68-0,85 cm ), pada usia 15 tahun jumlah buah bisa mencapai 75-100 buah, rasanya manis dan keunggulan varietas Kencono Rukmi adalah daging buah teratur dan kompak. Dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian No.053/Kpts/SR.120/D.2.7/5/2013.Untuk tanaman bunga-bungaan terus akan diperluas baik bunga amarilys maupun bunga matahari, disamping itu keberhasilan penanaman bunga Krisan di Desa Nglanggeran akan dikembangkan pula di Desa Salam, begitu janji Bupati Gunungkidul yang telah menjabat selama 2 periode ini.Dalam acara kontes buah durian kali ini, juga diselenggarakan lomba makan buah durian dan lelang buah durian serta disemarakkan hiburan Campursari asal desa setempat sekaligus memperkenalkan makanan khas " Sego Salam" yang rasanya gurih.Tiga orang yuri didalam kontes buah durian tersebut semua berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura dan 2 orang Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten Gunungkidul. Peserta Kontes kali ini jauh menrurun dibandingkan penyelenggaran tahun-tahun silam, karena saat ini jumlah peserta hanya sebanyak 21 peserta dan diambil 3 kejuaraan. Adapun kriteria penilaian meliputi ; berat buah, bentuk, tingkat kecacatan fisik, tingkat kemasakan, aroma, kesegaran buah, ketebalan daging buah, rasa, warna daging buah dan kekerasan daging buah. Ketiga juara kontes mendapatkan Trophy tetap dari GPPH Prabu Kusuma SP, sertifikat dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul serta Uang pembinaan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. ( Ditulis oleh: Trimulad Dahono Sw,SP/ PPA Kab.Gunungkidul).