Pekan daerah ( PEDA) merupakan acara rutin Pemerintah Provinsi Bali yang diselenggarakan dalam kurun waktu dua tahun sekali. PEDA kali ini yang diselenggarakan di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, merupakan pelaksanaan PEDA yang ke 25, dengan mengangkat tema " Melalui Pemberdayaan Petani/ Nelayan dan Penguasaan Teknologi Tepat Guna, Kita Kembangkan Daya Saing Perekonomian Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani/Nelayan Menuju Bali Mandara Berdasarkan Tri Hita Karana", yang dilaksanakan mulai tanggal 10 s/d 14 Mei 2015. Pekan daerah ini merupakan suatu ajang untuk bertemunya para petani yang berasal dari 9 kabupaten/kota yang ada di Bali. Melalui acara ini diharapkan para peserta dapat memperoleh berbagai informasi teknologi, yang tentunya merupakan inovasi baru. Karena pada ajang ini akan disampaikan berbagai informasi teknologi dibidang pertanian, baik teknologi yang bersumber dari petani sendiri melalui ajang temu karya, yang merupakan suatu teknologi yang disampaikan sendiri oleh petani, berdasarkan hasil implementasi teknologi yang diterapkan yang besumber dari pengalaman, penemuan sendiri maupun pengembangan suatu teknologi sesuai spesifik lokasi. Disamping itu informasi teknologi juga disampaikan dari lembaga akademik, maupun lembaga penelitian yang tentunya merupakan inovasi baru, melalui ajang gelar teknologi. PEDA ini tentu sangat menarik bagi para kontingen, karena dalam ajang ini adanya perlombaan- perlombaan yang tentunya membuat para kontingen menjadi lebih semangat untuk dapat bersaing dengan sesama petani dari kabupaten lainnya. Acara yang dilombakan seperti temu karya petani, pameran hasil- hasil pertanian, unjuk tangkas, peragaan teknologi, asah terampil, lomba penyuluhan dll. Acara ini tentu sangat diharapkan oleh seluruh petani peserta PEDA agar bisa memberi manfaat untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta dapat meniru suatu teknologi yang telah diterapkan oleh petani dari kabupaten lainnya, sehingga dalam pengelolaan usaha taninya menjadi lebih baik dan tentu lebih menguntungkan. Berkaitan dengan pelaksanaan PEDA tersebut, Bupati Tabanan pada tanggal 1 Mei 2015 telah melepas kontingen KTNA Kabupaten Tabanan, yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda Kabupaten Tabanan, Pimpinan SKPD terkait, serta seluruh peserta dan pendamping kontingen, yang diadakan di Aula Kantor Bupati Tabanan. Dalam acara tersebut arahan Bupati yang disampaikan pada para peserta dan pendamping bahwa pada ajang ini merupakan suatu kesempatan untuk mendapatkan informasi teknologi khususnya dalam bidang pertanian, perikanan dan kehutanan sehingga ajang ini bisa memberi kontribusi bagi Tabanan dalam pembangunan, khususnya dalam bidang pertanian, perikanan dan kehutanan karena teknologi selalu mengalami perkembangan. Apa yang menjadi tema dalam PEDA ini memang benar, bahwa pembangunan akan berjalan dengan baik bila adanya keseimbangan antara manusia dengan lingkungan, manusia dengan sesama serta peran yang sangat penting adalah hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa (Tri Hita Karana). Harapan Bupati pada acara tersebut, kontingen Kabupaten Tabanan dalam PEDA KTNA XXV ini dapat mempertahankan prestasi yang pernah dicapai pada PEDA KTNA sebelumnya, yang diselenggarakan di Kabupaten Kelungkung tahun 2012, yaitu sebagai JUARA UMUM serta sebagai JUARA VAPORIT. Ternyata apa yang diharapkan oleh Bupati Tabanan bisa diwujudkan kembali dengan diraihnya kembali sebagai JUARA UMUM serta JUARA I KONTINGEN FAVORIT PEDA XXV TAHUN 2015. Juara-juara lainnya yang diperoleh oleh Kontingen KTNA Kabupaten Tabanan adalah Juara I Lomba Penyuluhan Pertanian, Juara I Lomba Asah Terampil, Juara II Lomba Stan Pameran, Juara II Lomba Unjuk Tangkas, dan Juara III Lomba Temu Karya.. ( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Bali).