Loading...

Koordinasi Tuntas GPP 2014 Kab Solok

Koordinasi Tuntas GPP 2014 Kab Solok
Sejumlah penyuluh menghadiri undangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok dalam rangka koordinasi kegiatan Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) Tahun 2014 dengan tim Propinsi Sumatera Barat. Koordinasi tersebut penting diadakan untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan agar dapat lebih baik, mengingat sudah memasuki tahun ke-4 sejak tahun 2011 kegiatan tersebut diselenggarakan. Sesuai Surat Kepala Dinas Pertanian Nomor 520. 1351/Sekre-Diperta/IX-2014 tanggal 2 September 2014 perihal Undangan, kegiatan koordinasi GPP dilaksanakan. Tepatnya pada hari Selasa tanggal 9 September 2014 bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penyuluh Pendamping penerima Kegiatan GPP Tahun 2014 yang tersebar di 8 Kecamatan 20 nagari dan 40 kelompoktani. Sementara sebagai narasumber adalah Tim GPP Propinsi Sumatera Barat yang diketuai oleh Bapak Guswardi, S.Pt, M.Si. Turut hadir juga perwakilan dari Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Barat. Acara dibuka oleh Ibuk Miharta Maria, S.Pt (Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Solok), mewakili kepala dinas yang berhalangan hadir. Dalam acara pembukaan tersebut sekaligus beliau memberikan beberapa harapan atas hasil evaluasi pelaksanaan GPP tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian jenis komoditi yang dibantu dengan potensi daerah penerima bantuan dan permintaannya. Beliau mengharapkan atas pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terwujudnya peningkatan pendapatan petani sehingga meningkat pula kesejahteraannya. Selanjutnya dalam penyampaian presentasinya, narasumber menyampaikan bahwa GPP adalah salah satu program unggulan Propinsi Sumatera Barat. Program tersebut menjadi penting mengingat 60,8 % masyarakat di Sumatera Barat bermata pencaharian sebagai petani, data menunjukkan bahwa ada sekitar 60 % petani berada dibawah garis kemiskinan. Juga disampaikan bahwa GPP merupakan program dan kegiatan dinamis yang terus dilakukan menuju optimalisasi usaha petani diberbagai komoditi, selain pengelolaan komoditi utamanya yaitu tanaman pangan yang rata-rata memiliki penguasaan lahan sekitar 0,3 Ha/petani. Optimalisasi tersebut mencakup pemanfaatan lahan pekarangannya untuk peningkatan pendapatannya. Dalam pelaksanaannya, kegiataan GPP melibatkan sekitar 7 instansi terkait, termasuk didalamnya BPTP Sukarami yang memberikan rekomendasi teknis seputar kesesuaian tanaman dengan kondisi daerahnya. Di bidang peternakan, permasalahan yang sering muncul adalah belum adanya indikasi ternak yang diberikan dapat bunting. Permasalahan tersebut diketahui umumnya dikarenakan belum berimbangnya asupan nutrisi dan gizi atas pangan yang diberikan kepada ternak tersebut, karena disatu sisi ternak yang umumnya diberikan adalah ternak yang sudah siap untuk kawin. Kedepan untuk pendampingan kegiatan GPP peternakan, sudah ditetapkan pendamping khusus untuk pemanduan masalah teknis. Pada tahun 2014 ini, masih terdapat bantuan ternak yang diberikan atas permintaan kegiatan GPP Tahun 2013 untuk Kecamatan Pantai Cermin. Dibidang perkebunan, terdapat tiga jenis bantuan yang tersedia pada kegiatan GPP Tahun 2014, yaitu: bantuan bibit, bantuan alat dan bantuan peningkatan SDM pertanian. Bantuan bibit diantaranya untuk komoditi kakao, kopi, pala, cengkeh, kelapa dan karet. Sedangkan bantuan alat meliputi becak motor, pengolahan tebu, minyak kelapa dan peti fermentasi kakao. Sementara untuk peningkatan SDM yaitu adanya sekolah lapang hama penyakit, hama terpadu, pelatihan sambung samping dan pucuk kakao dan gerakan massal buru tupai. Untuk tahun 2014, Kabupaten Solok hanya menerima untuk dua kecamatan yaitu Kecamatan X Koto Singkarak Nagari Kacang Poktan Kataping Indah berupa 500 batang cengkeh dan Kecamatan Payung Sekaki Nagari Sirukam Poktan Mawar Putih berupa 1000 batang kakao. Pada bidang perikanan, untuk tahun 2014 tersedia 118 paket bantuan berupa benih dan pakan ikan serta juga dilakukan pelatihan/temu lapang penjelasan teknis budidaya selama 1 hari. Untuk Kabupaten Solok daerah yang menerima adalah Nagari Batang Barus, Nagari Koto Anau, Nagari Koto Laweh dan Nagari Tarung-Tarung. Penyuluh pendamping dan poktan penerima sudah diberikan pelatihan sebelumnya. Terakhir setelah dilakukan forum diskusi dan tanya jawab, ditarik beberapa kesimpulan. Kesimpulan pertama terkait kegiatan GPP Tahun 2015, bahwa sampai saat ini masih terdapat peluang dimasukkan proposal pengajuan jenis bantuan/komoditi paling lambat tanggal 20 September 2014. Kedua, laporan kegiatan GPP yang selama ini langsung ke propinsi, agar untuk selanjutnya ditembuskan ke kabupaten. Ketiga, pihak propinsi akan memberikan data terkait dengan jenis bantuan/komoditi yang diterima oleh poktan-poktan di Kabupaten Solok untuk memudahkan kegiatan monitoring dan evaluasinya.