Loading...

KOPI JABAR, DARI GARUT UNTUK DUNIA

KOPI JABAR, DARI GARUT UNTUK DUNIA
Geliat masyarakat akan tanaman kopi sekarang ini semakin berkembang. Seiring meningkatnya permintaan kopi dunia dan harga kopi yang naik membawa perubahan taraf hidup petani menjadi semakin terangkat. Respon petani untuk membudidayakan tanaman kopi cukup tinggi. Pada Program Kopi Jawa Barat 2017, Gubernur Jawa Barat membagikan 5 juta pohon kopi untuk seluruh Jawa Barat yaitu kopi Arabika dan Kopi Java Preanger yang mendapat respon positif dari para petani. Kabupaten Garut menjadi salah satu pelaksana program pengembangan kopi Arabika dan Java Preangaer sebanyak 1,3 juta pohon, yang tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya Kecamatan Pamulihan.Kecamatan Pamulihan memiliki topografi yang dianggap cocok umtuk budidaya tanaman kopi, karena memiliki ketinggian 900-1500 mdpl. Selain itu, Kecamatan Pamulihan berada di wilayah Gunung Papandayan bagian selatan sehingga sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi karena abu vulkanik bekas letusan gunung Papandayan membawa perubahan pada pertumbuhan, dan rasa kopi yang ditanam di Pamulihan . Akhir Tahun 2017, UPT Pertanian Pamulihan mulai mendistribusikan benih Kopi Arabika ke 4 Kelompok Tani, dengan tiap Kelompok Tani mendapat jatah benih 20.000 pohon. Kelompok Tani yang mendapat benih kopi di kecamatan Pamulihan adalah :1. Kelompok Tani Campaka Warna, desa Pananjung2. Kelompok Tani Tanjung Sari, desa Pananjung 3. Kelompok Tani Berkah Tani, desa Garumukti4. Kelompok Tani Sinar Balebat, desa Panawa Kegiatan penanaman Kopi dimulai pada bulan Januari 2018, bertahap sampai bulan Maret 2018. Selama masa penanaman, pemeliharaan, didampingi oleh petugas penyuluh pertanian, Program pengembangan kopi Jawa Barat di Kecamatan Pamulihan berlanjut di tahun 2018 yang dilaksanakan oleh 4 Kelompok Tani , yaitu :1. Kelompok Tani Campaka Warna, desa Pananjung2. Kelompok Tani Sangkan Hurip, desa Pananjung 3. Kelompok Tani Berkah Tani, desa Garumukti4. Kelompok Tani Waru harapan, desa Linggarjati Tanaman kopi ini diharapkan menjadi satu bentuk upaya dari petani dan penyuluh pertanian dalam proses pengembangan kompetensi, serta upaya mendukung program pemerintah, khususnya Jawa Barat dengan slogan Kopi Java Preanger Mendunia. (Beni Subarkah Ramdani)