BPP KOBAR: Kegiatan rutin di tingkatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setiap minggu adalah rapat koordinasi dari semua stakeholder pertanian kecamatan. Balai Penyuluhan Pertanian Kota Agung Barat yang disingkat BPP Kobar hari ini menggelar rapat koordinasi mingguan (10/9). Rapat koordinasi dihadiri Koordiantor Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Sabar, SPKp, Plt. Koordinator BPP Kobar Roni Sepriyono, SP, Ka UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Helwan, Staf Pertanian Lapangan IPDMIP, dan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) BPP Kobar. Banyak bahasan yang menyakut kegiatan penyuluhan baik tingkat desa maupun kecamatan yang dibicarakan. Selain itu kegiatan yang menyangkut Program Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus juga menjadi bahasan seru. Persiapan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani), pembenahan data Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), luas serangan hama wereng batang coklat (WBC), Input data E-RDKK, perekapan luas lahan kebun manggis, pengusulan bantuan benih padi tahan wereng dan pembinaan kelompok tani serta kelompok wanita tani menjadi bahasan pertemuan yang berlangsung selama enam jam ini. Plt Koordinator BPP Kobar mengatakan tugas para penyuluh pertanian kini makin banyak, penyuluh dituntut mengusai wilayah kerjanya dan pengiputan data pelaporan lewat online. "Semua kerjaan harus tersusun dengan targetan, semua harus terselesaikan, pengusaan di lapangan dan pengiputan berbagai data melului online. Sehingga tidak ada yang terbengkalai," tegas Roni. Sabar selaku KJF yang membina BPP Kobar menuturkan peran penyuluh makin komplek terlebih adanya program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani). "Semua terlibat dan harus aktif melaporkan segala data tentang pertanian tingkatan kecamatan secara online," terangnya. Hal senada diungkapkan Helwan. "Semua harus berjalan bersama dan terlibat baik dari Camat, BPP, UPT pertanian, peternakan, perkebunan, POPT dan para penyuluh." Helwan menambahkan dari rakor hari ini diketahui sekitar 40 hektar luas sawah di Kecamatan Kota Agung Barat terdampak berat hingga puso akibat serangan WBC. "Data sudah kita laporkan ke dinas," tandasnya. Saya berharap, lanjutnya para penyuluh dan POPT lebih inten mengawasi pertanaman padi sawah di tengah tengah serangan hama ini. Pada kesempatan ini juga, Koordinator BPP Kobar menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus Catur Agus Dewanto. "Pesan pak kadis, para petugas pertanian kecamatan meningkatkan kinerja dan keaktifan kerjanya serta tetap menjaga ptotokol covid 19 yang kian hari makin banyak masyarakat yang terpapar virus corana," sambung Roni. Oleh Tim Penyuluh BPP Kobar