Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan optimistis target produksi gabah kering giling tahun 2016 sebesar 13.676 ton tercapai. Pasalnya, hasil panen tanaman padi sawah untuk musim tanam Oktober-Maret kemarin, cukup bagus.Bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, ada perbedaan. Karena hampir merata, petani berhasil panen raya pada bulan April 2016 ini. Tidak seperti bulan sebelumnya, sebagian petani merugi karena tanaman padinya tidak mendapatkan air akibat musim kemarauKasi Produksi Bidang Pertanian DPPK Kota Pekalongan Sobirin, menyebutkan, berdasar hasil 'ubinan' di beberapa lokasi hingga bulan April ini, menunjukkan produktivitas panen padi cukup memuaskan. Ubinan ini merupakan salah satu metode untuk menggambarkan hasil panen secara keseluruhan di sebuah areal tanam.Dia mengungkapkan, untuk tiap hektarnya, dari hasil ubinan itu, paling rendah produktivitas tanaman padi sawah yang telah ditanam adalah 8,8 ton gabah kering panen per hektarnya. Sedangkan yang tertinggi adalah 11,3 ton gabah kering panen."Dengan hasil ubinan setinggi itu, menunjukkan bahwa hasil panen kita bagus," kata Sobirin kepada Radar Pekalongan, Jumat (22/4).Menurut dia, hasil tersebut memang belum menunjukkan kondisi keseluruhan dari seluruh lahan yang telah ditanami. Sebab, hingga kemarin, masih banyak laporan dari lapangan yang belum masuk."Banyak pula sawah yang belum panen, tetapi dalam waktu dekat ini akan panen," tuturnya.Sobirin mencontohkan, untuk wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan yang notabene merupakan areal terluas untuk lahan pertanian padi sawah di kota batik, kemarin yang sudah panen sekitar 90 persen."Untuk Kecamatan Pekalongan Selatan, dari luas tanam 435 hektare, yang sudah selesai dipanen sekitar 400 atau sekitar 90 persen. Sedangkan Kecamatan Pekalongan Timur, dari luas tanam 327 hektare yang sudah panen baru sekitar 53 hektare," ungkapnya.Tingginya produktivitas hasil panen itu, menurutnya tak lepas dari peran serta semua pihak, mulai dari Pemkot Pekalongan, masyarakat, DPPK, TNI , Polri, penyuluh pertanian, pihak kecamatan dan kelurahan, dan pihak terkait lainnya."Hasil bagus ini ditunjang pula dengan lancarnya distribusi pupuk bersubsidi, kondisi cuaca, dan gencarnya kegiatan pemberantasan organisme pengganggu tanaman serta saluran irigasi yang lancer karena banyak saluran irigasi pada tahun yang dibenahi. Kita juga bersykur, saat ini tidak banyak ditemukan hama pengganggu tanaman," imbuh Sobirin Lazim Sofi (Penyuluh Pertanian)