Loading...

KOTA PEKALONGAN MENYONGSONG SERGAP

KOTA PEKALONGAN MENYONGSONG SERGAP
Untuk membantu Pemerintah dalam menyerap gabah petani, pada tanggal 6 April 2016 Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Kota Pekalongan mengadakan Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kota Pekalongan dengan tema "Kesiapan Pemerintah Kota Pekalongan menyongsong SERGAP (Serap Gabah Petani) untuk Mendukung Kedaulatan Pangan". Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Nirwana, Pekalongan .Dalam Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kota Pekalongan, menghadirkan narasumber diantaranya Dandim 0710/Pekalongan, Bulog Sub Dirve VI Pekalongan, Kabag Perekonomian Setda Kota Pekalongan serta BRI Cabang Pekalongan. Adapun Peserta temu teknis yang berasal dari unsur Kantor Ketahanan Pangan Kota Pekalongan, Penyuluh Pertanian Se-Kota Pekalongan, Mantri Tani Se-Kota Pekalongan, Danramil Se-Kota Pekalongan serta Penyuluh swadaya 4 kecamatan. Antusias peserta sangat tinggi saat para pemateri membukan sesi tanya jawab yang berkaitan dengan SERGAP (Serap Gabah Petani). Pada tahun 2016 ini wilayah territorial Kodim 0710/Pekalongan mendapatkan target untuk menyerap gabah petani sebesar 15.000 ton untuk disetorkan ke Bulog Sub Dirve VI Pekalongan dimana lokasi gudangnya berada di Wiradesa, Pekalongan.Beberapa point penting yang dihasilkan dalam temu teknis tersebut adalah:1. semua sepakat untuk mensukseskan program SERGAP tanpa terkecuali2. Untuk mencapai target, dibentuk satgas SERGAP disetiap kecamatan yang diketuai oleh diketuai oleh Danramil, dengan Sekretaris Camat dan beranggotakan Lurah, Penyuluh Pertanian, Mantri Tani dan Gapoktan dimana SK Satgas akan ditandatangani oleh Walikota Pekalongan3. Satgas harus turun ke lapangan untuk membujuk petani menjual gabah ke Bulog4. Pihak TNI melalui Babinsa akan mencegah masuknya tengkulak khususnya dari Luar Kota Pekalongan5. Pihak akan membeli gabah (GKP) sesuai dengan aturan yaitu 3.700/kg yang memenuhi syarat, namun karena kebanyakan petani Kota Pekalongan masih menggunakan Pedal Tresher, Bulog tetapa kan membeli gabah, namun dengan harga 3.600/kg6. Sistem pembayaran dalam SERGAP adalah tunai (cash) dilapangan, sehingga petani tidak khawatir7. Dalam waktu dekat, akan dilakukan Koordinasi antar pimpinan untuk memantapkan langkah SERGAP (Serap Gabah Petani) Yang melaporkan Lazim SofiPenyuluh Pertanian Kota Pekalongan