Loading...

KOTA PEKALONGAN NGANGSU KAWERUH KE DISPERTAPA KOTA BANDUNG

KOTA PEKALONGAN NGANGSU KAWERUH KE DISPERTAPA KOTA BANDUNG
Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia, pembangunan berkembang pesat, mulai dari Industri, pemukiman, jasa bak cedawan di musim hujan yang terus bertumbuhan. Namun, Pemerintah Kota Bandung tidak lupa diri, bahwa yang paling pokok dari kehidupan adalah pangan, oleh karena itu pembangunan sektor pertanian tetap tidak dilupakan. Hal inilah yang mendorong Pemerintah Kota Pekalongan untuk menimba ilmu dari Pemerintah Kota Bandung. Sebagai kota yang terus berkembang, tentunya Kota Pekalongan harus belajar banyak dari Kota Bandung bagaimana membangun kota metropolitan tanpa mengesampingkan pembangunan pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Abdul Rozak, rombongan jajaran Komisi B DPRD Kota Pekalongan beserta Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Kota Pekalongan beserta staf melakukan Kunjungan ke Dinas Pertanian dan Ketahahan Pangan (Dispertapa) Kota Bandung tanggal 28-29 Juli 2016. Rombongan diterima oleh Sekretaris Dispertapa Kota Bandung beserta jajaran dengan baik.Topik utama dalam kunjungan/Study banding tersebut adalah 1. Posisi RPH (Rumah Potong Hewan) di Bandung dalam kaitannya UU 23 tahun 20142. Program unggulan Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Bandung dalam rangka Ketahanan Pangan yang bisa diterapkan di Kota Pekalongan Penjelasan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung :1. RPH (Rumah Potong Hewan) masih tetap menjadi UPTD dibawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, saat ini RPH Kota Bandung mampu menyetor PAD (Pendapatan Asli Daerah) ke Kas Daerah Kota Bandung sebesar 2 Miliar setiap tahun. Ada 2 RPH di Kota Bandung dengan kemampuan mampu melakukan pemotongan sebanyak 150 ekor sapi per hari. Untuk kota Pekalongan juga ada 2 RPH namun hanya mampu menyetor PAD 100 juta/ tahun. Tentunya manajemen dan pengelolaan dari RPH Kota Bandung bisa ditiru oleh Kota Pekalongan.2. Program Unggulan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung :a. Sawah Abadi. Kota Bandung berkomitmen untuk mendukung Ketahanan Pangan, sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Bandung, melalui Dispertapa menetapkan 100 ha sawah abadi, namun saat ini Pemerintah Kota Bandung baru membeli lahan seluas 36 Ha. Satu poin yang perlu dicontoh dari Kota Bandung adalah komitmen Pemerintah Daerah yang berusaha keras menyediakan sawah abadi agar tidak beraih fungsi lahan menjadi non pertanianb. Bandung BerkebunProgram Bandung Berkebun adalah pemanfaaan lahan sempit atau tanpa lahan untuk bisa dimanfaatkan bercocok tanam dengan teknologi hidroponik, vertikultur, aqua kultur mapun wallculture. Sebagai kota besar, lahan dan pekarangan di kota Bandung tentu sangat sempit bahkan tidak ada yang punya pekarangan, namun hal tersebut tidak menyurutkan warga bandung untuk berkebun. Dengan dana stimulant dari pemerintah Kota bandung warga berkebun dengan metode-metode diatas disertai bimbingan teknis dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung.c. Bandung Agri Market (BAM)Bandung Agri Market (BAM) adalah ajang promosi hasil Bandung Berkebun. Salah satu keberhasilan dan keberlanjutan Bandung Berkebun adalah hasil kebun bisa bisa terjual. Melalui BAM ini hasil dari Bandung berkebun bisa terjual secara maksimal. BAM dilaksanakan secara periodik dan dilaksanakan ditempat-tempat yang berbeda, dimana tempat tersebut menjadi pusat keramaian seperti Car Free Day ataupun Lapangan-lapangand. UPT PembibitanKegiatan yang dilakukan di UPT ini melakukan pembibitan tanaman obat, tanaman sayuran, dan buah-buahan. Pembibitan yang dilakukan disini melalui hidroponik maupun kultur jaringan.Bibit yang dihasilkan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, karena misi UPT ini adalah membuat masyarakat cinta terhadap tanaman. UPT Pembibitan juga melayani konsultasi dan pelatihan-pelatihan pertanian seperti pelatihan hidroponik dan pelatihan kultur jaringan. Semoga Kota Pekalongan mampu meniru dan menerapkan teknologi dari Kota bandung dalam rangka Ketahanan Pangan karena tipologi Kota Pekalongan tidak jauh berbeda dengan Kota Bandung, kota jasa dan industry, namun Kota Bandung mampu menunjukan eksistensi dalam pembangunan pertanian perkotaan Yang melaporkan-Lazim Sofi,Penyuluh Pertanian-