Loading...

kriteria tanaman padi siap panen

kriteria tanaman padi siap panen
padi-padian adalah salah satu jenis tumbuhan yang menghasilkan beras, termasuk jenis oryza (oryza sativa l.) adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia. meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. padi diduga berasal dari india atau indocina dan masuk ke indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan asia sekitar 1500 sm. menurut direktorat jenderal tanaman pangan dan hortikultura (1999) tujuan pemanenan padi adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin.pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. kriteria dan penentuan saat panen yang tepat. tanda-tanda bahwa padi telah siap panen adalah: 1.95%butir-butir padi dan daun bendera sudah menguning. 2.tangkai menunduk karena serat menanggung butir-butir padi yang bertambah berat. 3. butir padi bila ditekan terasa keras dan berisi. rekomendasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan: panen 33-36 hari sesudah berbunga merata 95% rumpun-rumpun telah berbunga daun bendera sudah mulai tua bewarna kuning dan sebagian besar sudah mati kering kecoklatan pengeringan sawah dilakukan 10 hari sebelum panen kadar air gabah pada waktu panen 22-24% kerontokan gabah dengan remah tangan 25-30% waktu pemanenan yang tepat pemanenan yang terlalu awal dapat dapat menurunkan kualitas karena gabah terlalu banyak mengandung butir hijau dan kapur, rendemennya rendah dan menghasilkan lebih banyak dedak. pemanenan yang terlalu akhir akan banyak menderita kehilangan yang terutama disebabkan kerontokan gabah akibat terlalu masak. cara pemanenan padi cara tradisional (manual) pemanenan dengan ani-ani (ketam) pemanenan dengan sabit cara mekanik pemanenan dengan mesin combine harvester. kerusakan selama pemanenan padi kerusakan selama pemanenan lebih tepat dikatakan sebagai kehilangan kehilangan panen dengan ani-ani (ketam) : 1,1% dan bagian yang tidak tertuai 0,6% kehilangan panen dengan sabit : 0,5% dan bagian yang tidah tertuai 0,2% peralatan panen dapat digunakan sabit bergerigi atau reaper dan dilaksanakan secara beregu. hasil panen dimasukan kedalam karung kemudian dirontokkan dengan pedal thresher atau power thresher. keterlambatan perontokan dan pengeringan akan mengakibatkan butir kuning.selama perontokan agar menggunakan alas dari anyaman bambu, tikar plastik, sehingga gabah hasil perontokan mudah dikumpul kembali. gabah setelah dirontok dibersihkan dari kotoran gabah hampa dan benda asing lainnya. pembersihan gabah akan mempertinggi efisiensi pengolahan hasil, mempertinggi daya simpan dan harga jual per satuan berat. pengeringan agar menggunakan lantai jemur, bila tidak ada panas matahari dapat menggunakan dryer. kematangan gabah dan alat penggilingan sangat menentukan rendemen, tingkat kehilangan hasil dan mutu beras. umur tanaman yang belum optimal dan tidak seragam akan menurunkan mutu berat dan rendemennya. penulis : yunny mustikasucy, s.tp (penyuluh pertanian) bpp : kuala, kabupaten bireuen prov.aceh