Rembug KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) memperingati HUT ke 46 KTNA di JEC Yogyakarta berlangsung pada tanggal 22-24 September 2017 di JEC Yogyakarta. KTNA Kabupaten Bogor mengirimkan 2 orang pengurus sebagai peserta, antara lain M. Nursobah dan Bambang Prayitno. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh pihak, termasuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), mengawal program-program Kementerian Pertanian. Hal ini dimintanya, karena kesuksesan pembangunan pertanian Indonesia atas kerja keras bersama. Program-program Kementan yang harus dikawal KTNA, seperti optimalisasi lahan pasang surut 21 juta ha dan tadah hujan 4 juta ha melalui pembangunan embung dan mesin pompa untuk irigasi. Sehingga, menggenjot produksi komoditas pertanian, karena luas dan waktu tanam bisa bertambah. Menurut Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, KTNA sebagai organisasi petani dan nelayan Indonesia harus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah. "Sebab, sebaik dan sebagus apapun program pembangunan pertanian yang akan dilaksanakan oleh pemerintah (Kementerian Pertanian), jika tidak didukung oleh petani melalui KTNA sulit untuk dapat berhasil dengan baik", tegas Edhy Prabowo. Pada kesempatan ini, Edhy Prabowo mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke 46 kepada KTNA, tanggal 23 September 2017, semoga KTNA tetap eksis dan terus berkiprah membangun pertanian dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dia sangat mengapresiasi tekad dan semangat KTNA yang mendukung Visi pemerintah "Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045". Dukungan KTNA terhadap visi besar Kementan tersebut kata Edhy Prabowo membuktikan komitmen KTNA untuk mensukseskan program-program pemerintah membangun pertanian. Namun, saya juga mengharapkan kepada Menteri Pertanian untuk membantu KTNA menjalankan kegiatan organisasinya. "Kementerian Pertanian perlu mengalokasikan anggaran yang memadai kepada KTNA untuk mensosialisasikan dan mengawal program menuju lumbung pangan tersebut", ujarnya. Sementara itu, M. Nursobah sebagai pengurus KTNA Kabupaten Bogor menyatakan bahwa kemajuan dunia pertanian tak akan ada keberhasilan tanpa kebijakan yang mendukung. "Petani tidak mengharap bantuan tapi berikan perlindungan harga pokok yang menguntungkan", tegasnya. Kesepakatan hasil Rembug Utama KTNA Nasional Yogyakarta 22-24 September 2017 : 1. Berdasarkan data simluhtan jumlah kelompok tani di Indonesia 540.000 kelompok tani, sedangkan jumlah petani sesuai sensus pertanian 2013 berjumlah 26,1 juta RTP, sehingga disinyalir masih banyak petani yang belum tergabung menjadi anggota kelompok tani. Idealnya jumlah kelompok tani adalah 900.000-1 juta kelompok tani, maka KTNA bersama-sama Pemerintah dan Pemerintah Daerah diharapkan aktif untuk sosialisasi dan menghimbau kepada seluruh petani untuk masuk menjadi anggotaa kelompok tani atau membentuk kelompok tani baru. 2. Kekurangan jumlah Penyuluh sebanyak 17.000-19.000 diharapkan dapat dipenuhi oleh Penyuluh Swadaya yang berasal dari KTNA dalam kurun waktu 2 tahun kedepan. 3. Penguatan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani diarahkan untuk pencapaian swasembada pangan berkelanjutan dan pencapaian kesejahteraan petani. 4. Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang mengurusi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dalam menyusun program diharapkan selaras dan harmonis sehingga terjadi sinergi berkelanjutan. 5. Irjen Kementan meminta KTNA agar membantu dalam hal pengawasan aparatur pertanian, pihak swasta dan masyarakat pertanian untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi pembangunan pertanian untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan. 6. Inkoptan sebagai lembaga ekonomi KTNA telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak sebagai upaya (salah satu solusi) bagi kemandirian KTNA. Kemitraan yang sudah dilaksanakan adalah dengan PT. Ria Indo Agri (pestisida), PT. Malindo Feedmill (pakan ikan), Bank Sinar Mas (Permodalan), Gatra (SP3T dan Alsintan Modern). 7. KTNA Nasional dengan Kopja Ganti telah menjalin kerjasama dalam menbantu petani serta nelayan untuk dapat mengakses KUR semaksimal mungkin. 8. KTNA disemua tingkatan agar melakukan penguatan organisasi (asosiasi) sayap dengan melakukan konsolidasi sesuai tingkatan masing-masing. 9. KTNA bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk menumbuhkan minimal 5 orang kader petani muda di setiap kecamatan per tahunnya. 10. KTNA ikut membantu dan mengawal program-program Pemerintah dalam upaya pencapaian swasembada pangan serta mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. 11. Rembug Utama dan KTNA Expo dalam rangka peringatan HUT ke 47 tahun 2018 dilaksanakan di provinsi kepulauan Bangka Belitung, selanjutnya untuk peringatan HUT ke 48 tahun 2018 dilaksanakan di Maluku Utara.(Roby Prayoga)