Benih merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam budidaya kelapa, karena akan menentukan produktivitas tanaman. Oleh karenanya dalam mempersiapkan benih kelapa memerlukan perhatian yang khusus dan teknis budidaya yang tepat. Hingga saat ini Menteri Mertanian telah melepas 16 varietas kelapa dalam, 4 varietas kelapa genjah, 3 varietas kelapa kopyor dan 5 varietas kelapa hibrida. Varietas kelapa dalam yang telah dilepas dan memiliki keunggulan produktivitas tinggi yaitu Kelapa dalam Mapanget (DMT), Kelapa dalam Tenga (DTA), Kelapa Dalam Bali (CDB), Kelapa Dalam Palu (DPU), Kelapa Dalam Sawarna (DSA), Kelapa Dalam Takome (DTE), Kelapa Dalam Sikka, Kelapa Dalam Banyuwangi, Kelapa dalam Jepara, Kelapa Dalam Lubuk Pakam, Kelapa Dalam Kima Atas, Kelapa Dalam Rennel, Kelapa Dalam Bojong Bulat, Kelapa Dalam Kramat, Kelapa Dalam Adonara, Kelapa Dalam Molowahu dan Kelapa Buol. Jenis-jenis varietas Kelapa yang telah dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian adalah:1. Kelapa Dalam Mapanget (DMT)Kelapa ini berasal dari Sulawesi utara. Kelapa Dalam Mapanget dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2005, mulai berbuah pada umur 5 tahun. Ciri-ciri kelapa ini yaitu bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah umumnya coklat kemerahan. Produksi tandan rata-rata 13 buah per pohon, jumlah buah 7 butir per tandan atau rata-rata sebanyak 90 butir/pohon/tahun. Produksi kopra optimal 3.3 ton/ ha/tahun, kadar minyak 62.95%, agak toleran terhadap kemarau panjang, dan tahan terhadap serangan penyakit Busuk Pucuk yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora. Daerah pengembangan untuk kelapa ini yaitu lahan kering iklim basah dengan curah hujan >2.500 – 3.500 mm/tahun. 2. Kelapa Dalam Tenga (DTA)Kelapa Dalam Tenga berasal dari Sulawesi utara, mulai berbuah pada umur 5 tahun dan mulai panen pada umur 6 tahun. Ciri-ciri yang dapat dilihat yaitu bentuk buah bulat, bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, ukuran buah sedang dan warna kulit buah umumnya hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan jumlah tandan buah 12-13 per tahun sehingga rata-rata jumlah buah/pohon/tahun mencapai 75 butir. Produksi kopra dapat mencapai 3 ton/ha dengan kadar minyak 69,31%, dan tahan terhadap penyakit Phytophthora palmivora. Jenis kelapa ini tahan terhadap kekeringan sampai dengan 3 bulan. Daerah pengembangan kelapa ini yaitu lahan kering iklim basah dengan curah hujan 3. Kelapa dalam Bali (CDB)Jenis kelapa ini berasal dari Bali, mulai berbuah pada umur 5 tahun. Bentuk buah bulat telur, bentu buah tanpa sabut bulat, dasar rata, besar, berwarna hijau kekuningan. Produksi kopra optimal 3 ton/hektar/tahun, kadar minyak 65.52%. Jenis kelapa dalam Bali ini tahan terhadap kekeringan sampai 3 bulan. Daerah pengembangan kelapa jenis ini adalah lahan kering iklim basah dengan curah hujan Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur, bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora palmivora. Kelapa dalam ini dilepas sebagai kelapa unnggul nasional tahun 2004.4. Kelapa dalam Palu (DPU)Kelapa dalam Palu berasal dari Sulawesi Tengah, mulai berbuah pada umur 5 tahun mulai panen umur 6 tahun. Bentuk buah bulat telur, bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau, ukuran besar, umumnya berwarna hujau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/ pohon/tahun 75 butir. Produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp. Agak toleran terhadap kemarau panjang. Daerah pengembangan yaitu pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan 5. Kelapa Dalam Swarna (DSA): Berasal dari Jawa Barat, berbuah berbuah pada umur 4 tahun, bentuk buah bulat,ukuran buah sedang, warna hijau kekuningan. Produksi kopra optimal 3,58 ton kopra/ha/tahun. Kadar minyak 66,26 %. Tidak toleran terhadap kekeringan. Daerah pengembangan lahan kering iklim basah dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun. 6. Kelapa Dalam Takome (DTE)Kelapa dalam ini berasal dari Maluku Utara, dan mulai berbuah pada umur 5 tahun, dan mulai panen umur 6 tahun. Bentuk buah bulat dan bentuk bulat tanpa sabut bulat dengan warna kulit buah hijau, uning kehijauan, coklat, ukuran buah kecil, jumlah buah pertandan 15-20 butir dengan 12-15 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 90-150 butir, produksi kopra optimal 2,63 ton kopra/hektar/tahun. Kadar minyak 61,95%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytophtora sp. Jenis kelapa ini toleran terhadap kemarau panjang hingga 6 bulan. Daerah pengembangan yaitu pada lahan kering dengan iklim basah, tinggi tempat 7. Kelapa Dalam Lokal.Pada lokasi pengembangan yang jauh, maka benih dapat diseleksi dari populasi Kelapa Dalam unggul lokal atau blok penghasil tinggi (BPT) yang telah disertivikasi dan telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan /instansi terkait yang disetujui oleh BALIT PALMA berdasarkan evaluasi yang dilakukan peneliti dan petugas lapangan. 8. Kelapa Genjah, Kelapa Kopyor, dan Kelapa HibridaKelapa genjah yang telah dilepas yaitu Kelapa genjah kuning Nias (tahun 2006) , Kelapa Genjah Salak (tahun 2006), Kelapa Genjah Kuning Bali (tahun 2006) dan Kelapa Genjah Raja.Kelapa kopyor yang telah dilepas yaitu Kelapa Genjah Kuning Kopyor, Kelapa Genjah Hijau Kopyor (KHK), Kelapa Genjah Coklat Kopyor (GCK). Sedangkan Kelapa hibrida yang telah dilepas sebanyak 5 varietas, yaitu Khina-1, Khina-2, Khina-3, Khina-4 dan Khina-5. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan). Sumber: 1. Anonious. 2014. Pedoman Budidaya Kelapa (Cocos nucifera) yang Baik. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian.2. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id3. pertanian.go.id/img/p/20-60-large.jpg