Loading...

Kultur Teknik Tanaman Toga

Kultur Teknik Tanaman Toga
Materi Kultur Teknik Tanaman TOGA disajikan pada kegiatan Pertemuan Cara Pembuatan Simplisia Tanaman Toga Tingkat Kabupaten WajoTahun 2019 oleh Dinas Kesehatan yang bertempat di Hotel Ayu Sengkang pada tanggal 27 November 2019. Peserta pada pertemuan tersebut terdiri dari para Pengelola Toga Puskesmas, Tim penggeak PKK dan Kader dalam wilayah Kabupaten Wajo yang berjumlah 50 orang. Narasumber pada acara ini Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo dan Tenaga Fungsional Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Wajo Uraian singkat materi Kultur Teknik Tanaman TOGA diantaranya : Pengertian Tanaman TOGA Tanaman yg ditanam di halaman rumah, pot/polibag, kebun ataupun sebidang lahan yg dimanfaatkan sebagai obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan Terdiri dari beberapa jenis tanaman obat pilihan yg ditanam di pekarangan rumah atau lingkungan sekitar rumah, biasanya merupakan jenis tanaman obat yg dapat digunakan untuk pertolongan pertama Tanaman obat keluarga juga berfungsi sebagai pemanfaatan lingkungan disekitar rumah dan kebun Budidaaya TOGA Jenis tanaman yg dibudidayakan sebagai TOGA adalah tanaman yg tdk memerlukan perawatan khusus, tidak mudah diserang hama penyakit tanaman, bibitnya muda diperoleh, mudah tumbuh dan tidak termasuk tanaman terlarang dan berbahaya/beracun Penanaman TOGA sebaiknya dilakukan secara organik atau meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses budidaya Tanaman obat-obatan dapat ditanam dalam pot-pot atau dilahan sekitar rumah Apabila lahan yang dapat ditanami cukup luas, maka sebagian hasil panen dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga Kultur Teknis Budidaya TOGA Setiap jenistanaman obat membutuhkan kondisi lingkungan tertentu agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal Beberapa unsur ikim seperti suhu, curah hujan, sinar matahari, angin, dan kelembaban udara secara langsun berpengaruh pada pertumbuhan tanaman Sifat tanah/lahan juga merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya anaman obat (sifat fisik, kimia dan biologi tanah) Kesuburan fisik tanah (tekstur, struktur, konsistensi, porositas, aerasi dan draiasi tanah) kesuburan kimia (ketersediaan unsur hara, kapasita tukar kation, ph tanah) kesburan biologi (aktivitas mikroorganisme tanah dan bahan organik tanah) Lokasi budidaya tanaman obat juga perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan lingkungan tumbuh tanaman yaitu iklim dan tanah Yang Perlu Diperhatikan Dalam Budidaya TOGA Perbanyakan tanaman dengan menggnakan benih/bibit yang berkualitas Pemupukan : meinimalkan penggunaan pupuk angorgaik dan perbanyak penggunaan pupuk oganik Pengendalian hama dan penyakit : dengan prinsip ramah lingkungan, menggunakan biopestisida/pestisida nabati yang mempunyai kandungan bahan aktif tinggi Panen dan pascapanen yang tepat (waktu dan cara) Penulis : Abdul Malik, SP, M.Si (Penyuluh Pertanian Madya) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Wajo