Loading...

kunci sukses budidaya cabai

kunci sukses budidaya cabai
kunci sukses budidaya cabai oleh : prasetyo wibowo bpp kecamatan rowokangkung dinas pertanian kabupaten lumajang tahun 2019 salah satu keberhasilan budidaya tanaman cabe sudah tentu tidak terlepas dari pemilihan benih yang baik dan unggul. benih yang tergolong unggul merupakan benih hibrida yang memiliki sifat produksi tinggi, lebih tahan penyakit serta karateristik lain yang sesuai dengan permintaan pasar. pemilihan benih yang baik erat kaitannya dengan pemilihan varietas/macam cabai yang akan kita tanam, sehingga wajar bila pemilihan varietas benih cabai yang baik tentu akan menunjang keberhasilan di masa mendatang. para petani tentunya sepakat bahwa hal terpenting yang paling mengkhawatirkan dalam pembudi-dayaan cabai adalah ketidakpastian harga dan serangan penyakit saat panen. sehingga pemilihan harus dilakukan secara bijak dan tepat agar produksi sesuai dengan yang diinginkan. seiring dengan datangnya musim hujan mendatang, tentu saja hal ini akan memberikan harapan bagi petani untuk bertanam cabe secara intesif karena persediaan air lebih mencukupi. namun demikian, datangnya musim hujan tersebut harus diwaspadai pula. pasalnya, bisa jadi curah hujan melebihi batas normal. bila itu terjadi, maka tidak hanya akan mengganggu perkembangan tanaman cabe namun dapat juga menjadi bencana seperti banjir atau tanah longsor misalnya. yang pasti, satu hal yang ditakutkan petani saat menanam musim hujan adalah kendalanya kerentanan cabai terhadap penyakit pathek yang kita ketahui perkembangan penyakit ini akan menggila dan terasa dikompori bila didukung kondisi curah hujan dan kelembaban tinggi.untuk itulah bila anda bermaksud memanam cabe, hal yang penting dalam memilih benih adalah bagaimana ketahanan tanaman cabe tersebut terhadap pathek, salah satu caranya adalah menggunakan benih hibrida yang tahan di musim hujan namun produktivitasnya tetap tinggi. pt. tanindo subur prima sebagai pemegang licensi distributor untuk benih sayuran yang berasal dari perusahan benih terbesar di thailand yaitu chia tai seed, co. ltd. menawarkan berbagai aneka pilihan varietas yang bisa tahan di musim hujan dipertimbangkan untuk ditanam. benih cabe hibrida varietas apa saja yang dimaksud? berikut adalah beberapa varietas cabe besar yang relatif tahan di musim hujan : persemaian benih cabe yang baik berasal dari benih hasil hibrida unggulan. dengan menggunakan benih yang baik, berarti kita telah melakukan langkah maju dalam meningkatkan produktivitas. benih tersebut bisa kita dapatkan dari toko pertanian setempat yang hingga saat ini beredar beragam jenis benih cabe dengan berbagai keunggulan dan karakteristik masing-masing. benih cabe yang telah diperoleh harus disemaikan terlebih dahulu. persemaian dimaksudkan untuk menyiapkan bibit yang sehat dan kuat sebagai bahan tanam di lahan produksi. adapun urutannya adalah : pembuatan media semai, persiapan bedeng semai dan perlakuan sebelum dipindah tanam. media semai disyaratkan mempunyai struktur yang remah, tidak menahan air dan cukup nutrisi. bahan yang baik adalah campuran antara kompos (yang sudah benar-benar masak) dan tanah liat dengan perbandingan 1 : 1 : 1. sumber lain menyebutkan pedoman untuk campuran tanah pada polybag semai adalah tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) ditambah 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) dan ditambah 80 gr pupuk npk dihaluskan. saat ini sebagian toko pertanian dijual media semai yang siap pakai tanpa harus mencampur lagi yaitu peatmost. media selanjutnya dimasukkan dalam kantong plastik yang berukuran tinggi 8 cm dan diamter 3 – 4 cm yang bagian bawahnya telah dibuatkan lubang drainase atau bisa juga menggunakan peatmost. bila media yang digunakan adalah peatmost, maka untuk tempat persemaian sebaiknya menggunakan tray persemaian agar lebih efisien. bedeng semai merupakan tempat diaturnya semua kantong yang telah diisi dengan media. bedeng dibuat dengan ketinggian 20 – 50 cm lebar 80 – 100 cm dan panjang disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan dibuat. bedeng sebaiknya dibuat membujur arah utara selatan dan dibuat lebih tinggi sekitar 80 cm di bagian barat . hal ini dimaksudkan agar bibit yang tumbuh nantinya cukup mendapatkan sinar dan tidak mengalami etiolasi. untuk memacu pertumbuhan radikula agar pertumbuhan bibit cabe lebih optimal, maka kita bisa mengecambahkan /memeram terlebih dahulu benih yang baru dibuka dari kemasannya. media untuk pemeraman benih dapat menggunakan kain handuk atau 3 – 5 lembar kertas merang atau juga kertas koran yang telah dicelup air dan ditiriskan. media kemudian digelar dan benih disebar merata (tidak menumpuk) untuk kemudian digulung dan dimasukkan dalam ruang hangat (30 – 40oc). kelembaban media dapat dijaga dengan cara menyemprotkan air setiap pagi dan sore pada media peram. dalam waktu 4 – 7 x 24 jam atau sekitar 4 – 7 hari kemudian, benih akan mengeluarkan radikula (bakal akar). dengan bantuan penjepit benih ditanam dalam kantong semai yang medianya telah disiram. persemaian setiap hari disiram dan untuk mencegah gangguan cendawan persemaian perlu diantisipasi dengan menyemprotkan fungisida victory 80wp konsentrasi 0.5 cc/liter. bibit cabe yang berusia 15 – 17 hari atau telah mempunyai tiga daun siap dipindahkan ke lahan. pembuatan lubang tanam dilakukan dua baris setiap bedeng dengan dengan jarak antar baris tidak bersebrangan namun zigzag. hal ini karena kanopi dari tanaman cabe yang rimbun akan saling menutupi satu sama lain bila ditanam secara bersebrangan pengolahan tanah dan penyiapan bedengan lahan yang akan dijadikan tempat penanaman seharusnya dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya atau gulma-gulma yang mengganggu. termasuk juga pangkal tanaman padi (bila lahan bekas padi) agar tidak menjadi sarang penyakit bagi tanaman cabe. tanah yang sudah bersih diolah dengan menggunakan bajak atau cangkul sedalam 30 – 40 cm , kemudian digaru untuk menjaga kerataan dan kegemburan tanah agar memudahkan bibit cabe tumbuh dengan baik. bongkahan tanah dihancurkan dan dibersihkan dari tanaman pengganggu dan sisa tanaman. tanah yang sudah hancur tersebut digemburkan sekaligus dibentuk bedengan kasar yang kemudian diberikan kapur dolomit dosis 200 gr/m2. bedeng dibuat dengan lebar 1 meter dan jarak antar bedeng + 50 cm dengan ketinggian bedeng 30 – 50 cm. ketinggian bedeng disesuaikan dengan musim tanam. bila musim hujan, maka tinggi bedeng bisa ditambah. panjang bedeng menyesuaikan dengan bentuk lahan. kompos atau pupuk kandang yang telah masak disebar dengan dosis 20.000 kg/ha atau untuk setiap 1 meter panjang bedeng dibutuhkan satu sak kompos. pemberian pupuk dasar berupa npk grand-s 15 dosis 2,5 kg/ 10 meter bedeng dapat dilakukan menjelang pemasangan mulsa plastik. setelah pemberian pupuk dasar tanah diolah kembali dengan kedalaman 20 – 30 cm agar merata untuk kemudian dicangkul berulang-ulang agar bentuk dasar bedengan tidak berubah kemudian meratakan permukaan bedengan menggunakan papan bertangkai. setelah pembuatan bedengan selasai selanjutnya dapat dilakukan pemasangan mulsa plastik. mulsa yang baik adalah menggunakan mulsa hitam perak (lihat artikel pembahasan mulsa hitam perak). setelah mulsa terpasang maka kita dapat langsung membuat lubang tanam sesuai dengan jarak tanam. pembuatan lubang tanam dilakukan dua baris setiap bedeng dengan jarak antar baris tidak bersebarangan namun zig-zag. hal ini karena kanopi dari tanaman cabe yang rimbun akan saling menutupi satu sama lain bila ditanam secara bersebrangan. sebelum tanam sebaiknya dilakukan pemasangan ajir yang ditancapkan disamping lubang tanam. penanaman kegiatan yang dilakukan sebelum tanam adalah melakukan penyiraman dan penyemprotan terhadap bibit yang akan ditanam, mengelompokkan bibit berdasarkan ukuran dan memilih bibit mana yang pertumbuhannya seragam dan baik. melakukan pengairan pada lahan serta membuat lubang tanam yang ditugal sedalam 8 – 10 cm. bibit pada polybag diletakkan pada lubang tanam dengan cara merobek plastik kantong semai dengan menghindari pecahnya media yang dapat menyebabkan putusnya akar. selanjutnya bibit tersebut dimasukkan pada lubang tanam. supaya tumbuhnya bibit tegak, maka tanah disekitar bibit ditekan sedemikian rupa dengan kedua telapak tangan. untuk mengurangi kerusakan bibit akibat panasnya pantulan cahaya matahari dari palstik, maka dapat dilakukan penutupan terhadap bibit tersebut (misalnya dengan pelepah daun pisang). penutupan dilakukan sampai bibit benar-benar hidup ( 7 – 10 hst). pemeliharaan tanaman pemeliharaan tanaman cabe mencakup kegiatan antara lain : pangkas/wiwil, pengikatan tanaman, pengairan, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit. pemangkasan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan, buah pertama pada cabang y juga perlu dipangkas agar tanaman tumbuh membesar terlebih dahulu. pengairan lahan dilakukan secara rutin setiap 7 – 10 hari. hal yang harus diperhatikan dalam pengairan ini adalah pada waktu pelepasan air dari petak tanaman harus dilakukan dengan pelan-pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman. tanaman cabe juga tidak menyukai genangan air. pengikatan dilakukan untuk menghindari agar tanaman tidak roboh terkena terpaan angin dan beban buah. pengikatan dilakukan pada ajirnya setidaknya tiga simpul untuk setiap tanaman yaitu pertama di bawah cabang y pada umur 10 – 15 hari hst, di atas cabang y 30 – 40 hst dan pada waktu pembesaran buah 50 – 60 hst. antar ajir tanaman juga harus dihubungkan dengan tali plastik atau sayatan bambu membujur untuk menopang tegaknya tanaman. kegiatan yang lain yaitu penyiangan. penyiangan pada bedengan cabe yang telah diberi mulsa akan lebih ringan dibandingkan bedengan tanpa mulsa. penyiangan dilakukan pada tanaman pengganggu/rumput yang tumbuh baik di lubang tanam maupun di sekitar saluran drainase dan pematang. pengendalian gulma dapat dilakukan secara mekanis yaitu dengan tangan dan alat (cangkul), dapat juga dilakukan dengan menggunakan herbisida. penyiangan ini selain untuk mengurangi persaingan dalam mendapatkan nutrisi tanaman juga untuk memotong siklus inang pembawa virus yang menyebabkan penyakit pada cabe. panen pemanenan cabe dilakukan pada buah yang mulai memerah. waktu pemanenan cabe disesuaikan dengan jenis dan varietas cabe yang ditanam. karena tidak semua jenis maupun varietas cabe tersebut mempunyai umur panen yang sama.