Selamat sore #sobatTANI dan #sobatPPL di kabupaten Barito timur Kalteng dan dimana pun anda berada, selamat berakhir pekan dan berkumpul bersama keluarga, untuk informasi hari ini yakni kegiatan kunjungan, supervisi dan pelatihan budidaya ayam petelur di desa murutuwu bersama bapak kepala dinas pertanian kabupaten Barito timur Ir. Riza Rahmadi, MM , dokter hewan Ahmad Rizaldi dari bidang peternakan dinas pertanian kabupaten Barito timur dan jajaran penyuluh pertanian dari balai penyuluhan pertanian kecamatan paju epat kabupaten Barito timur Kalteng serta dihadiri pula oleh kepala desa murutuwu beserta jajaran dan kelompok tani, kepala desa siong, kepala desa Telang lama dan ketua KTNA KECAMATAN PAJU EPAT bapak Arbahawino, adapun kegiatan pertama yang dilaksanakan bersama kepala dinas pertanian yakni melaksanakan observasi lokasi kandang ayam petelur desa murutuwu kecamatan paju epat kabupaten Barito timur Kalteng Berdasarkan observasi lapangan di Peternakan ayam petelur yang kunjungi bahwa masalah yang dihadapi oleh para peternak ayam yang kami kunjungi yakni atap kandang ayam yang pendek sehingga ayam terkena air hujan serta letak nipple yang kurang ke pinggir di atas pipa paralon tempat pakan . Hal tersebut menyebabkan kerugian bagi peternak karena menyebabkan konsumsi pakan menurun dan berat badan standart ayam menurun . Dengan nipple air yang terlalu ke tengah , menyebabkan kandang battry basah sampai dengan talang airnya, hal ini disebabkan badan ayam menyentuh nipple sehingga selalu menetes, dan bila lembab akan menyebabkan penyakit e- coli, Menurut Wahyuni (2008), Escherichia coli merupakan salah satu spesies bakteri yang tergolong dalam genus Escherichia dan familia Enterobacteriaceae. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli disebut kolibasilosis, bakteri ini menyebar melalui peredaran darah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, seperti perihepatitis,, pericarditis, airsakulitis, mesenteritis, ooforitis, salpingitis, arthritis, panopthomitis dan koligranuloma. Ditambahkan oleh pendapat Tabbu (2000) bahwa kolibasilosis umumnya dianggap sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan unggas. Bakteri Escherichia coli (E. coli) biasanya terdapat dalam jaringan atau saluran pernapasan ayam yang sakit. Infeksi oleh E. coli dianggap sebagai infeksi sekunder terhadap penyakit menular atau tidak menular sehingga sebagai bagian yang memperumit suatu penyakit. E. coli bisa juga sebagai infeksi primer. Kejadian kolibasilosis belakangan ini pemunculannya sangat menonjol pada ayam pedaging, terutama yang berumur muda, antara 1 – 2 minggu. Angka kematian bisa mencapai 10%. Di samping itu , faktor ini pula yang menyebabkan ayam ras petelur menjadi mundur fase /periode bertelur nya, serta harus ditunjang pula dengan jatah pemberian pakan yang ditimbang sesuai kebutuhan ayam petelur yakni rata rata 120 g /ekor /hari, setelah kegiatan observasi lapangan selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan pengarahan langsung oleh kepala dinas pertanian dan penyuluhan /sosialisasi ayam ras petelur oleh drh.ahmad Rizaldi, M.Si . Semoga dengan kegiatan observasi lapangan dan penyuluhan mengenai ayam ras petelur ini mampu merubah perilaku sikap dan keterampilan peternak dan meningkatkan produktivitas dan produksi ayam ras petelur sehingga pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa murutuwu kecamatan paju epat dan masyarakat kabupaten Barito timur Kalteng umumnya juga meningkat dengan terus bersinergi bersama penyuluh pertanian dan dinas pertanian kabupaten Barito timur Kalteng.#dinasPERTANIANbartim.#BPPpajuepatBARTIM.#desaMURUTUWU.#PPLzamanNOW.#kalteng