KUNJUNGAN BUPATI KEPULAUAN MERANTI KE KELOMPOK TIGA PUTRA
Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengunjungi kelompok pengolahan beras, makaroni dan mie instant sagu yaitu Kelompok Tiga Putra Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi. Bupati Kepulauan Meranti memuji pelaku usaha kecil daerahnya yang mampu mengolah sagu menjadi beras dan mie instant yang direncanakan produk tersebut menjadi andalan daerah. Bupati Kepulauan Meranti mengucapkan terima kasih atas bantuan berbagai pihak dalam membantu Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam mengolah sagu menjadi berbagai produk hilir yang memiliki nilai tambah ekonomi. Dalam peninjauan tersebut, Bupati mendapat informasi bahwa pengolahan beras dan mie instant sagu tersebut sudah hampir setahun berjalan. Peralatan dan pengetahuan mengolah sagu menjadi beras dan mie instant tersebut atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta. Untuk beras sagu bisa memproduksi hingga 200 kilogram per bulan. Ada tiga jenis yakni beras sagu yang diolah dengan beras merah, jagung, dan original sagu. Produk tersebut telah dipasarkan hingga ke negeri Malaysia dan Singapura. Sementara untuk dalam negeri, selain memenuhi pesanan dari BPPT, juga sudah dipasarkan ke Pekanbaru, NTB dan Papua. Beras sagu ini paling baik untuk diet terutama bagi penderita diabetes. Namun, dia mengaku sejak wabah Covid-19, pemesanan produk tersebut terhenti. Sementara untuk konsumsi lokal sangat sedikit. Menanggapi situasi ini Bupati Irwan Bupati Irwan pun meminta Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi untuk mengkaji pola bantuan bagi pelaku IKM tersebut. Selain itu juga membantu kelengkapan perizinan. Saat ini izin yang dimiliki baru izin usaha kecil dan PIRT (pangan industri rumah tangga) terutama sertifikat halal dan izin edar dari BPOM. Bupati yakin produk tersebut bisa bersaing dan jadi andalan. Pertimbangannya adalah kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk mengkonsumsi jenis makanan yang sehat, dan rasanya yang tidak kalah nikmat. Terlebih dengan pandemi Covid-19 ini, pasokan beras terus menurun secara nasional. Beras dan mie instant sagu ini bisa jadi solusi kebutuhan pangan kita yang siap edar dan dikonsumsi dengan mudah. Penulis : Helen Hernita, A. Md PPL Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi