Kunjungan Dan Study Banding DKPH Provinsi Sulawesi Selatan Di UPT-BPP Liang Anggang Dan Gapoktan Berkat Karya Bersama
Kamis, 05 Oktober 2017 UPT-BPP Liang Anggang menerima kembali kunjungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortkultura Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas beserta rombongan (Kepala Bidang, Kepala Seksi, Staf dan beberapa ketua kelompok tan) serta didampingi oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Hortkultura Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajarannya. Seluruh rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru beserta Kepala UPT-BPP Liang Anggang dan jajarannya.Dalam sambutannya ketua rombongan menyampaikan maksud dan tujuannya yaitu ingin mengetahui perkembangan sektor pertanian di wilayah Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarbaru termasuk kegiatan Gapoktan Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang. Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru bahwa di kota Banjarbaru terdapat 4 (empat) UPT-BPP yang menangani 4 (empat) wilayah kecamatan yaitu kecamatan (Banjarbaru, Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang) masing-masing UPT-BPP dikepalai oleh Ess. IVa dan kasubag TU Ess IVb dengan kantor yang dilengkapi fasilitas cukup memadai.Selain itu rombongan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortkultura Provinsi Sulawesi Selatan juga mengunjungi Gapoktan Berkat Karya Bersama di mana pertemuan tersebut bertempat di aula Kelurahan Landasan Ulin Utara, rombongan disambut langsung oleh Lurah dan Ketua Gapoktan beserta anggotanya. Dalam sambutannya lurah menjelaskan di Kelurahan Landasan Ulin Utara terdapat 32 kelompok tani dan 1 Gapoktan, dan sudah 17 kelompok sudah ikut aktif dalam kegiatan. Dengan adanya aktivitas budidaya hortikultura dan sayuran Kelurahan Landasan Ulin Utara dapat meningkatkan perputaran ekonomi mencapai 7 milyar / bulan. Kegiatan Gapoktan antara lain adalah pembuatan pupuk cair, LKMA dan PPAH (Pos Pelayanan Agensia Hayati). Permodalan berasal dari dana PUAP pemerintah TA.2010 sebanyak 100 juta dan sekarang telah berkembang menjadi 168 juta dan telah memilik aset tetap berupa 1 kapling tanah berukuran 15 x 30 m2.Dalam tanggapan salah satu peserta rombongan study banding mengatakan bahwa mereka juga ingin mengapresiasi dan melakukan seperti halnya di Kota Banjarbaru untuk menumbuh kembangkan kelompok tani di Sulawesi Selatan. Penulis :1. Sugiyo, SP (KJF SDM BPP)2. Rabiatul Adawiyah, SP (KJF Supervisi BPP)3. Isna Yuliana, SP (KJF Programa BPP)