Loading...

KUNJUNGAN DEPUTI KEMENTERIAN PERTANIAN BANGLADESH KEPADA PETANI KOPI DI DESA LEMBEAN KINTAMANI

KUNJUNGAN DEPUTI KEMENTERIAN PERTANIAN BANGLADESH KEPADA PETANI KOPI DI DESA LEMBEAN KINTAMANI
Oleh : I Ketut Santa Kopi merupakan salah satu minuman favorit yang sudah sangat mendunia dan sangat digemari oleh berbagai kalangan karena aroma dan rasanya. Kandungan kafeinnya sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk daerah beriklim dingin, sangat baik dinikmati sekaligus sebagai penghangat badan. Mengingat keistimewaannya, kini kopi tidak hanya dihidangkan dalam bentuk kopi hitam original yang konvensional maupun kopi blend saja namun sudah dapat ditemukan berbagai macam kopi dengan cita rasa yang beragam seperti kopi espresso, kopi luwak, capucino, hingga kopi single original dimana semuanya merupakan cerminan keanekaragaman citarasa yang digemari oleh penikmat kopi dimanapun mereka berada.Kopi arabika Kintamani merupakan salah satu kopi yang paling digemari oleh para pecinta kopi baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini karena ke khasan rasa dan aroma yang dimiliki membuatnya menjadi incaran para pecinta kopi. Sehingga tak heran kopi arabika kintamani hingga kini mampu merambah pasar manca negara.Hal ini pula yang menjadikan Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali dikunjungi oleh Deputi Kementerian Pertanian Bangladesh yang didampingi oleh guru besar Universitas Udayana pada hari Kamis, 28 Juni 2018 ini. Rombongan sebanyak sembilan orang pengajar dan praktisi di bidang pertanian dari Bangladesh ini disambut di salah satu rumah warga setempat Bapak I Wayan Murdana yang merupakan ketua poktan Merta Sari Desa Lembean sekaligus sebagai anggota Kontak Tani, Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Bangli. Dalam kesempatan ini pula dihadiri oleh beberapa orang anggota dan pengurus KTNA di Kecamatan Kintamani yang sekaligus mempromosikan beberapa produk olahan unggulan masing-masing. Diantaranya kopi bubuk arabika cap Ceki, jus cacing dan kapsul cacing Lumbiscus rubellus. Di kelompoktani Merta Sari Desa Lembean Kecamatan Kintamani ini, rombongan dari Bangladesh ini secara khusus ingin mengetahui budidaya kopi yang terintegrasi dengan ternak dan jeruk ini serta dinamikanya selama ini. Dalam kesempatan ini, mereka cukup menaruh perhatian terhadap integrasi ternak sapi yang berada berdekatan dengan kebun kopi yang bertumpang sari dengan jeruk serta di bentengi dengan rumput dan hijauan pakan ternak. Dimana dalam prakteknya, petani anggota poktan ini memanfaatkan hasil sampingan pengolahan kopi dalam bentuk kulit kopi petik merah yang terfermentasi untuk pakan ternak sapi. Sementara itu, kotoran ternak sapi sendiri diolah terlebih dahulu menjadi vermicompost dengan memanfaatkan cacing Lumbiscus rubellus yang diperoleh dari peternak cacing setempat. Sebagai gambaran, peternakan cacing Lumbiscus rubellus ini bertempat di Desa Batur yakni di dusun Yeh Mampeh yang memang secara khusus beternak cacing ini untuk dikonsumsi. Sehingga budidayanyapun tidak menggunakan kotoran ternak sebagai pakan, melainkan sisa-sisa tumbuhan seperti serasah bekas rompesan, sayuran, buah serta bagian yang terbuang dari tanaman budidaya serta ampas tahu. Jadi letaknya cukup berjauhan dengan Desa Lembean yang khusus memanfaatkan cacing ini sebagai dekomposer untuk membuat pupuk vermikompos. Selanjutnya vermikompos yang dihasilkan ini digunakan untuk memupuk tanaman kopi dan jeruk budidaya mereka. Hasilnya, selain dapat meningkatkan produksi dan produktifitas tanaman kopi dan jeruk, juga mampu menekan biaya pembelian pupuk kandang yang semakin mahal harganya. Disamping itu pula, dengan menggunakan vermikompos ternyata dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki draenase serta aerasi di sekitar perakaran tanaman budidaya sehingga tanaman budidaya dapat tumbuh dengan subur dan sehat. Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh Bapak Nengah Sugiman salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangli yang sangat getol dalam mendampingi petani serta memajukan pertanian di Kabupaten Bangli melalui pengawalan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan petani di Kabupaten Bangli. (admin:dwieq)