Desa Wulungsari, merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai 4 dusun. Sejak prestasinya berhasil menyabet Juara I Lomba Hatinya (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK Tingkat Nasional tahun 2017, Desa Wulungsari khususnya Dusun Kemranggen menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh berbagai komunitas baik dari kader penggerak PKK yang ingin menimba ilmu, rombongan dinas/instansi yang melakukan studi banding, hingga kelompok ibu-ibu yang ingin sekedar berekreasi. Hal ini dikarenakan upaya pemanfaatan pekarangan di dusun ini tergolong sangat layak untuk diapresiasi. Para warga di Dusun Kemranggen semuanya melakukan pemanfaatan pekarangan, mulai halaman depan rumah hingga jalan-jalan di dalam kampung terlihat hijau dan asri. Intensitas kunjungan di Dusun Kemranggen bisa mencapai 4 -5 kali dalam satu bulan, bahkan terkadang ada proposal kunjungan yang ditolak karena berbenturan dengan jadwal kunjungan yang lain. Kegiatan pemanfaatan pekarangan di Dusun Mranggen dimotori oleh para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Legowo. Terbentuk sejak 2002, kelompok ini pada awalnya hanya mempunyai kegiatan simpan pinjam, kemudian sejak tahun 2005 hingga sekarang dengan adanya pembinaan dari penyuluh, kegiatan kelompok lebih difokuskan pada pemanfaatan pekarangan. Semangat para ibu yang tergabung dalam KWT Legowo rupanya menular pada ibu-ibu yang lain di Dusun Kemranggen. Hingga sekarang ini anggota KWT Legowo dari 31 orang berkembang menjadi 120 orang. Berbagai tanaman dari komoditas sayuran hingga bunga hias kini dikembangkan oleh sebagian besar masyarakat dusun Kemranggen, hingga nyaris tidak ada lahan yang kosong tanpa tanaman. Dengan variasi tanaman dan penataan yang apik, banyak sudut di dusun ini yang bisa menjadi lokasi swafoto. Tanaman buah jambu biji merah yang ditanam beberapa anggota juga menambah indah Dusun Kemranggen sekaligus menjadi tambahan penghasilan bagi warga dusun. Semarak pemanfaatan pekarangan yang dilaksanakan ibu-ibu KWT Legowo ini memberi predikat baru bagi Dusun Kemranggen yaitu Kampung Tani Legowo. Pada hari Rabu 25 Juni 2019, Dusun Kemranggen kembali mendapatkan kunjungan, kali ini dari rombongan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kodya Surakarta. Rombongan sejumlah 20 orang ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kodya Surakarta, drh. Weni Ekayanti. Setelah tiba di Dusun Kemranggen, rombongan disambut oleh ibu-ibu anggota KWT Legowo dan diminta langsung mengikuti tur berkeliling kampung tani. Setelah puas berkeliling, rombongan disilakan makan siang kemudian mengikuti sesi pendalaman materi dan tanya jawab di sekretariat KWT Legowo. Di Sekretariat KWT Legowo, rombongan diterima juga oleh Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Saptya Coentjoro dan Kepala Desa Wulungsari, Septian Lutfi Anggita. Dalam sambutannya, Kades Wulungsari mengakui bahwa Dusun Kemranggen terutama KWT Legowo merupakan aset yang sangat berharga di Desa Wulungsari, dan beliau berpesan agar kelompok juga saling bertukar pengetahuan dengan pihak yang berkunjung, karena tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang berkunjung mempunyai kelebihan di bidang lain yang dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman bagi KWT. Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo menyambut gembira kedatangan rombongan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kodya Surakarta., dan berharap agar kunjungan mereka mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kodya Surakarta menyatakan sangat senang berkunjung ke Dusun Kemranggen. Menurut beliau berkunjung ke Dusun Kemranggen sangat tepat, setelah rombongan melihat langsung, mereka dapat menimba ilmu budidaya sekaligus mendapatkan referensi tata letak aneka ragam tanaman, dan ternyata kegiatan pemanfaatan pekarangan yang sudah dilaksanakan di dusun ini juga cocok untuk diterapkan di Kodya Surakarta yang memang merupakan daerah perkotaan dengan lahan-lahan pekarangan sempit. Di akhir kunjungan, beliau berencana untuk mendorong pengembangan kegiatan serupa di wilayah Kodya Surakarta. (Susi Linawati, 2019)