Kamis (23/08) lalu, Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Kebumen bersama penyuluh swadaya melakukan kunjungan ke SMK Bina Nusantara Kebumen. Pada kunjungan tersebut, rombongan bertemu dengan siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (APTH) saat jadwal praktikum pemanfaatan agensia hayati sebagai pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium praktikum SMK Bina Nusantara ini dipandu langsung oleh pembimbing praktikum, Mohamad Subkhi, sekaligus tokoh penyuluh swadaya di bawah binaan Petugas OPT BPK Kebumen, Rochmad, yang juga hadir dalam kunjungan tersebut. Rombongan yang dibersamai oleh beberapa Penyuluh THL TBPP dan Pendamping Pertanian BPK Kebumen menyampaikan materi singkat tentang pentingnya agensia hayati sebagai pengendali OPT yang ramah lingkungan. Beauveria bassiana dipilih sebagai tema, yakni cendawan entomopatogen yang dapat menimbukan penyakit pada serangga dengan lebih dari 175 jenis serangga inangnya. Media jagung dan air rebusan kentang masing-masing sebagai contoh media padat dan cair digunakan untuk jenis agensia hayati yang efektif untuk pengendalian hama walang sagit (Leptocorisa oratorius) dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi serta hama kutu buku (Aphis sp.) pada tanaman hortikultura ini. Merespon antusiasme para siswa, Tim Teknis sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk memberikan motivation training sederhana. Sharing dilakukan untuk mengetahui motivasi masuk jurusan APTH dan harapan setelah lulus SMK. Para siswa mengaku tertarik karena jurusan yang cukup jarang di sekolah kejuruan kebanyakan diyakini berpeluang besar di dunia kerja dan memberikan kesempatan wirausaha yang luas dengan banyak sub sektornya. Kendati demikian, para siswa mengaku masih mengalami keterbatasan kemampuan akses informasi terkait fasilitas untuk mampu mendukung wacana ke depan secara lebih riil, terutama tentang kesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan, sebagian besar masih menganggap jurusan pertanian hanya tersedia di sekolah kedinasan pertanian. Berbagai jurusan spesifik dengan masing-masing ruang lingkupnya pun belum cukup dikenal. Tim Teknis mencoba berbagi informasi dan pesan semangat untuk semakin menumbuhkan motivasi dan optimisme siswa. Wacana sektor pertanian dalam perspektif yang lebih luas dan modern dibuka untuk memberikan kepercayaan diri mereka. Dalam hal ini, SMK Bina Nusantara berkesempatan menjadi pencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan yang lebih dinamis, khususnya di wilayah Kebumen. Apalagi, angka peminat jurusan APTH pun menunjukkan peningkatan bahkan dan menjadi sekolah kejuruan yang tidak selalu dimiliki oleh wilayah lain. "Sampai manusia hidup tidak lagi butuh makan, sampai di sanalah pertanian tidak lagi dibutuhkan dan itu mustahil. Maka, percaya diri, berkomitmen, dan berbangga-lah", ungkap Nur Chasanah, THL Pendamping Pertanian yang disambut dengan antusias para siswa. Ke depan, diharapkan training semacam ini dapat diteruskan secara lebih masif dengan lebih banyak melibatkan tokoh-tokoh penggerak pertanian inspiratif untuk menghadirkan pengalaman dan pandangan potensi pertanian secara lebih nyata pada generasi muda dan Kecamatan Kebumen berkesempatan memelopori gerakan tersebut. Setidaknya, harus ada langkah untuk menjamin regenerasi pertanian selangkah lebih realistis diwujudkan. (Nur Chasanah)