KUNJUNGAN KERJA MENTERI PERTANIAN, DALAM RANGKA GERAKAN PERCEPATAN TANAM UNTUK MENINGKATKAN LUAS TAMBAH TANAM PADI DI KAB. PENAJAM PASER UTARA Kabupaten penajam paser utara yang merupakan lumbung padi terbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Kutai Kartanegara yang selama ini mengemban tugas berat dalam pencapaian target swasembada padi di Tahun 2016, mendapatkan kehormatan kunjungan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman MP, dimana setelah di jadwalkan untuk kunjungan ke Kab. Penajam Paser Utara Kalimantan Timur beberapa kali mengalami kegagalan akhirnya dapat terlaksana tepatnya terpusat di Desa Labangka Barat Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Kali ini di Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan rangkaian upaya mengawal percepatan Program Upaya Khusus (UPSUS) dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya, Panen Raya, Tanam Perdana, Dialog dengan para petani Aparatur pemerintah dan Bupati dalam hal upaya percepatan pencapaian target swasembada pangan 2016 dengan menggali berbagai permasalahan -permasalahan pertanian khususnya yang berkaitan dengan produksi Beras di Penajam Paser Utara, serta ditutup dengan Kunjungan Ke Peternakan Sapi dengan sistem Integrasi Sapi Sawit. Dalam laporan yang disampaikan langsung oleh Bupati Penajam Paser Utara Drs. H Yusran Aspar, M.Si, disampaikan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lumbung pangan terbesar kedua di Kalimantan Timur dengan Produksi beras lebih dari 70.000 Ton sedangkan kebutuhan beras Kalimantan Timur saat ini mengalami defisit 112.000 Ton, Apabila potensi yang dimiliki dapat tergali secara maksimal, melalui upaya modernisasi pertanian, pemecahan masalah kesulitan air, serta dengan di realisasikannya bendung telake, kedepannya Penajam Paser Utara dapat menjadi Lumbung Padi terbesar di Kalimantan Timur serta menyokong kebutuhan beras nasional. Kalimantan Timur yang saat ini defisit beras harus mendatangkan sebagian beras dari Sulawesi, jika Kabupaten Penajam Paser Utara dapat panen dua dan tiga kali dalam setahun, Kalimantan Timur akan tercukupi dengan produksi beras dari Kabupaten Penajam Paser Utara. Dilanjutkan beliau dalam laporannya bahwa melalui program integrasi Sapi-Sawit yang ada di Penajam Paser Utara dari indukan awal yang diberikan sebanyak 1926 Ekor kini telah berkembang pesat hingga saat ini Kabupaten Penajam Paser Utara sudah Swasembada daging. Mengawali dialog dengan para Petani pada rangkaian kunjungan beliau, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman MP menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan Penyuluh Pertanian serta Babinsa di Indonesia dengan keberhasilan pencapaian produksi di tahun 2015 tertinggi selama sepuluh tahun terakhir. Menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada terkait kondisi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara, Menteri Pertanian berjanji akan membantu memperjuangkan semaksimal mungkin para petani agar potensi yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur dapat dimaksimalkan. Langkah awal yang diambil Menteri Pertanian adalah memberikan bantuan mesin pompa air sebanyak delapan buah untuk Kabupaten Kabupaten Penajam Paser Utara dengan dua tahap masing-masing diberikan sebanyak empat unit mesin pompa di awal setelah terpasang akan tambah empat lagi. Menteri Pertanian juga meminta kepada Badan Litbang Pertanian untuk mengawal Kabupaten Penajam Paser Utara dalam kegiatan pompanisasi 40,000 Hektar sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan menurunkan tim ke lapangan sehingga dalam enam bulan kedepan di Kabupaten Penajam Paser Utara bisa dilakukan dua kali penanaman padi. Sehingga dengan demikian harapan beliau dalam dua sampai tiga Tahun kedepan tidak lagi mendatangkan padi dari luar. Harapan terakhir yang di sampaikan Menteri Pertanian agar Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur dapat melakukan penambahan luas lahan baru sebanyak 10,000 Hektare di Tahun 2016 atau 2017 sehingga trend positif yang sudah terbangun saat ni dengan predikat Skor Range di bidang ketahanan pangan tertinggi dunia yang mencapai 80%. Sehingga dalam kurun waktu 20 Tahun kedepan indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia Suriyadisinaja@yahoo.co.id Suriyadi, A.Md (Admin Cyber Extension Kabupaten Penajam Paser Utara)