Pendekatan pembangunan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, yaitu petani, pekebun, dan peternak, beserta keluarga intinya. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia tersebut diupayakan antara lain melalui penyuluhan pertanian. Salah satu pendekatan dalam penyuluhan pertanian adalah dengan menggunakan Sistem Kerja “Latihan dan Kunjungan” (LAKU). Sistem Kerja LAKU yaitu pendekatan penyuluhan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugasnya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani/kelompoktani (poktan) yang dilakukan secara terjadwal. Sistem kerja ini didukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior secara terjadwal dan ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan. Sistem tersebut sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani, sehingga pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras. Beberapa aspek positif Sistem Kerja LAKU diantaranya yaitu 1) penyuluh pertanian memiliki rencana kerja dalam setahun; 2) penyuluh pertanian mengunjungi petani secara teratur, dan berkelanjutan; 3) penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya; 4) penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilannya; 5) penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok; serta 6) penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan secara teratur. Penerapan sistem kerja LAKU diharapkan dapat meningkatkan motivasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan fungsinya sebagai pendamping dan pembimbing petani, serta menjamin kesinambungan pembinaan penyuluh kepada petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan produksi, produktivitas dan pendapatannya. Kunjungan yang dilakukan pada hari Selasa 03 November 2019 pukul 16.10 WITA tertuju pada lahan usahatani hortikultura milik salah satu pengurus (ketua) kelompok tani Lestari Desa Tunas Jaya Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Pada lahan usahatani tersebut, terdapat beberapa jenis komoditi tanaman hortikultura yakni bawang merah, cabai dan tomat. Semua jenis horti itu diusahakan oleh petani yang kami sebut namanya Bapak Ibrahim Badu. Ibrahim Badu yang ditemui saat itu sedang melakukan pemupukan pada tanaman cabainya, sementara tanaman bawang merah dan tomat sedang dilakukan penyiraman. Di wilayah ini, system penyiraman tanaman sudah menggunakan sprinkle irrigation, sehingga sementara melakukan penyiraman, petaninya bisa mengerjakan pekerjaan yang lain. Disisi barat lahan terdapat gubuk/ pondok tani, dimana tempat berkumpulnya keluarga petani atau para petani untuk bersantai, beristirahat dan berdisikusi. Kedatangan penyuluh saat itu disambut baik oleh Ibrahim Badu, dan sekaligus mengajak penyuluh untuk berdiskusi dengan rekan-rekan petaninya di gubuk/ pondok taninya. Sampai di pondok tani, terdapat beberapa orang petani yang sedang bercanda dan berbagi pengalaman soal keadaan iklim saat ini. Ditengah diskusi itu, Ibrahim Badu dan penyuluh menyalami para petani yang ada dalam pondok tani tersebut satu persatu. Diskusi pun dilanjutkan, para petani menyampaikan keluh kesah saat ini yang sedang dialami para petani dalam proses budidaya. Penyuluh pertanian lapangan menulis masalah-masalah yang disampaikan dan memberikan solusi terhadap masalah yang dapat dirumuskan saat itu. Sedangkan masalah-masalah lain yang tidak bisa dirumuskan saat itu, akan dikonsultasikan kepada pihak terkait untuk dicarikan solusi. Penyuluhan pertanian dengan penggunaan Sistem Kerja LAKU didasarkan pada prinsip, yaitu: Keakraban, artinya terjalinnya hubungan yang akrab antara penyuluh pertanian dengan petani/poktan; Keterpaduan, artinya keterpaduan antara pelaksanaan pelatihan penyuluh dengan kunjungan kepada petani/ poktan; Faktual, artinya materi yang disampaikan merupakan kebutuhan petani/poktan dalam pengembangan usahataninya; Berkesinambungan, artinya pelaksanaan pelatihan penyuluh dan kunjungan kepada petani/poktan dilakukan secara terjadwal sesuai dengan rencana kerja penyuluh dan perencanaan poktan. Penulis : Zulkifly Rauf, S.ST